Studi kasus pengaruh aromaterapi peppermint pada pasien kanker caecum dengan diagnosa keperawatan nausea
Keywords:
aromaterapi, caecum cancer, kemoterapi, nauseaAbstract
Latar Belakang: Kanker caecum atau kanker kolorectal adalah pertumbuhan abnormal pada sel epitel pada daerah kolon atau rectum. Kanker caecum adalah kanker penyebab kematian utama pada akhir tahun 1940 dan awal tahun 1950 dengan jumlah kasus kanker kolorektal merupakan kanker ketiga terbanyak di Indonesia. Salah satu penangan kanker adalah kemoterapi yang bertujuan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi memiliki efek samping yaitu nausea atau biasa disebut dengan timbulnya rasa mual dan muntah. Pemberian aromaterapi dapat menurunkan mual dan muntah, karena peppermint mengandung 50% menthol yang dapat memberikan efek melegakan pada tenggorkan serta dapat menghilangkan mual serta muntah pada pasien. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan efektifitas aromaterapi peppermint dalam menurunkan rasa mual dan muntah pada pasien kanker caecum. Metode: Studi kasus yang digunakan adalah deskriptif yang bertujuan untuk menerangkan atau menggambarkan masalah yang terjadi dengan pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penentuan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil: intervensi yang diberikan yaitu aromaterapi peppermint terbukti dapat menurunkan mual dan muntah, dibuktikan dengan skor kuisioner INVR semula 18 (mual berat)v dan menurun menjadi 8 (mual ringan). Kesimpulan: setelah diberikan intervensi keperawatan teknik relaksasi nafas dalam selama 3 kali 24 jam masalah teratasi, sehingga dapat memotivasi pasien untuk menerapkan secara mandiri di rumah.
References
Ayubbana, S., & Hasanah, U. (2021). Efektifitas aromaterapi peppermint terhadap mual muntah pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Holistik Jurnal Kesehatan, 15(1), 1–7. https://doi.org/10.33024/hjk.v15i1.3313
Efe Ertürk, N., & Taşcı, S. (2021). The Effects of Peppermint Oil on Nausea, Vomiting and Retching in Cancer Patients Undergoing Chemotherapy: An Open Label Quasi Randomized Controlled Pilot Study. Complementary Therapies in Medicine, 56(September). https://doi.org/10.1016/j.ctim.2020.102587
Fauzia, R. L., Wulandari, D. A., & Sawitry. (2023). Pengaruh Aromaterapi Peppermint Terhadap Mual Muntah. JurnalBidanPintar, 4(1), 29–35.
Harahap, N., & Maria, R. (2022). Efek Minyak Pappermint Pada Mual Dan Muntah Akibat Kemoterapi. Journal Ilmiah Kesehatan Pencerah, 11(1), 43–50.
Haryani, S. (2022). Evaluasi Penggunaan Obat Kemoterapi Pada Pasien Kanker Payudara Di RSUP Fatmawati Periode Februari 2021. Jurnal Farmasi Klinik Base Practice, 1(1), 50–60. https://doi.org/10.58815/jfklin.v1i1.19
Irawati, I., & Sardjan, M. (2022). Pola Peresepan Obat Kemoterapi Kanker Payudara di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang. PHARMADEMICA : Jurnal Kefarmasian Dan Gizi, 1(2), 80–85. https://doi.org/10.54445/pharmademica.v1i2. 12
Mulyanti, L., Anggraini, N. N., Istiana, S., & Paradilla, D. A. (2021). Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis) Di Kelurahan Bandarharjo Kota Semarang. Masyarakat Jurnal Kebidanan, Pengabdian 3(2), 1. https://doi.org/10.26714/jpmk.v3i2.7852
Nimasari, M., Diki, A., Putri, M. E., & Fadhilla, U. (2022). PENGARUH AROMATERAPI PEPPERMINT TERHADAP MUNTAH. DAFTAR PUSTAKA x, MUAL 29–35. http://journal.stkiptam.ac.id/index.php/excellent
Rahmi F. Kharisma D. (2024). Penerapan Aromaterapi Peppermint Pada Pasien Kanker Yang Menjalani Kemoterapi Dengan Masalah Keperawatan Nausea. Jurnal Keperawatan Komplementer Holistic. Volume 2 No.2, Juli 2024
Sari, R. I., Hartoyo, M., & Wulandari. (2020). Pengaruh aromaterapi peppermint terhadap penurunan mual di SMC RS Telogorejo. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan (JIKK), 1–9.
Sinta A. Sri O. (2024). PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI PAPPERMINT TERHADAP INTENSITAS MUAL MUNTAH PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI : STUDI KASUS. Jurnal Ners. Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024 Halaman 711 - 716
Tianto, A. N., & Khayati, N. (2023). Pemberian aromaterapi peppermint (mentha piperita) mampu mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi. Ners Muda, 4(1), 20. https://doi.org/10.26714/nm.v4i1.12014
Wahyuni, S., Rahma, A., Aminanto, S., & Triyanto, A. (2023). Penggunaan Terapi Komplementer dalam Meningkatkan Outcome Perawatan Pasien dengan Kanker Payudara: Scoping Review. 7(1), 1–10. https://doi.org/10.22146/jkkk.79810
Wellina S. Tari C. (2021). PENGARUH AROMATHERAPY TERHADAP MUAL MUNTAH DALAM KEHAMILAN (SYSTEMATIC RIVIEW). JURNAL ILMIAH KEBIDANAN IMELDA. Vol.7, No.2, September 2021, pp.65-68






