<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-04-04T04:15:39Z</responseDate>
	<request from="2024-12-17" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/254</identifier>
				<datestamp>2025-01-09T16:11:23Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA MAHASISWA SARJANA TERAPAN DI KEPERAWATAN MAGELANG</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Hubungan Tingkat Stres Dengan Perubahan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Sarjana Terapan Di Keperawatan Magelang</dc:title>
	<dc:creator>Karina febriana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Stress, Blood Pressure Changes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stres</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perubahan Tekanan Darah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRACT
Introduction: Blood pressure can change at any time and can even change drastically. Stress is one of the triggers for changes in blood pressure. Stress can cause changes in both systolic and diastolic blood pressure. Methods: The research design is correlational analytic using a cross sectional approach. This study uses a total sampling technique of 63 respondents. The instrument in this study used the DASS 42 questionnaire with 14 stress level items for the stress level variable and a sphygmomanometer as a tool for changes in blood pressure variables. Results: The study showed that the majority of undergraduate students of applied nursing in Magelang experienced mild stress. Discussion: Mild stress is stress experienced by individuals almost every day, where stress can be counted even hours, such as sleeping a lot, having problems with classmates. Individuals who experience stress will have an impact on the vascular system, which causes events in the blood so that there is an increase in systole and diastole. The results of statistical tests stated that there was a significant relationship between stress levels and changes in systolic and diastolic blood pressure. Conclusions and suggestions: The majority of respondents experienced changes in systolic and diastolic blood pressure to get results with p values ??= 0.001 and 0.002 (p &amp;lt;0.05). Respondents can manage stress well and can apply healthy behavior patterns everyday.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pendahuluan: Tekanan darah dapat berubah sewaktu waktu bahkan dapat berubah secara drastis. Stres adalah salah satu pencetus terjadinya perubahan tekanan darah. Stres dapat mengakibatkan perubahan tekanan darah baik sistole maupun diastole.
Metode: Desain penelitian ini analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling sejumlah 63 responden. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner DASS 42 dengan 14 item tingkat stres untuk variabel tingkat stres dan sphygmomanometer sebagai alat untuk variabel perubahan tekanan darah.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa sarjana terapan keperawatan magelang mengalami stres ringan.
Pembahasan: Stres ringan yaitu stres yang hampir setiap hari dialami individu, dimana stres dapat dalam hitungan menit bahkan jam, seperti banyak tidur, mempunyai masalah dengan teman sekelas. Individu yang mengalami stres akan berakibat pada sistem pembuluh darah, yang menyebabkan terdapat penyempitan pembuluh darah sehingga terjadinya peningkatan pada sistole dan diastole. Hasil uji statistik menyatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan perubahan tekanan darah sistole dan diastole.
Kesimpulan dan saran:mayoritas responden mengalami perubahan tekanan darah sistole dan diastole hingga didapatkan hasil dengan p value= 0,001 dan 0,002(p &amp;lt;0,05). Responden dapat memanajemen stres dengan baik dan dapat menerapkan pola perilaku yang sehat sehari-hari.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2023-08-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/254</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v10i2.254</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan; 143-153</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan; 143-153</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v10i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/254/316</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/255</identifier>
				<datestamp>2025-01-09T16:11:23Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH SENAM DIABETES DAN DIET KARBOHIDRAT  TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH  PADA PASIEN DIABETES MELITUS</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH SENAM DIABETES DAN DIET KARBOHIDRAT TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS. </dc:title>
	<dc:creator>Hastiti, Witna</dc:creator>
	<dc:creator>Muzaenah, Tina</dc:creator>
	<dc:creator>Khasanah, Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">senam diabetes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">diet karbohidrat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kadar gula darah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">diabetes melitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">senam diabetes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diet karbohidrat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kadar gula darah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diabetes melitus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Menurut International diabetic Indonesia berada di peringkat ketujuh diantara 10 negara dengan jumlah penderita sebanyak 10,7 juta. Senam diabetes merupakan pengobatan dan pencegahan diabetes militus. Diet berpengaruh dalam perbaikan serta mencegah kadar gula darah yang naik dan turun secara drastis, serta mencegah kelemahan. Tujuan: Menganalisa pengaruh senam diabetes dan diet karbohidrat terhadap penurunan kadar gula darah pasien diabetes militus. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre pos test two group with control. Populasi adalah seluruh pasien diabetes militus yang aktif mengikuti kegiatan prolanis berjumlah 62 pasien, dengan teknik total sampling. Berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi sampel yang lolos berjumlah 45 responden dengan masing-masing kelompok berjumlah 15 responden. Kelompok 1 diberikan intervensi senam diabetes, kelompok 2 dilakukan intervensi penyuluhan diet karbohidrat, dan kelompok 3 yaitu kelompok kontrol. Uji statistik menggunakan paired T-Test Hasil: penelitian ini didapatkan hasil p-value 0,000 pada kelompok senam maupun kelompok diet karbohidrat, pada kelompok kontrol ialah 0,009. Maknanya senam diabetes dan diet karbohidrat berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pasien diabetes melitus. Kesimpulan: Terdapat pengaruh intervensi senam diabetes dan edukasi diet karbohidrat terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes militus.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar Belakang: menurut International diabetic Indonesia berada di peringkat ketujuh diantara 10 negara dengan jumlah penderita sebanyak 10,7 juta. Senam diabetes merupakan pengobatan dan pencegahan diabetes militus. Diet berpengaruh dalam perbaikan serta mencegah kadar gula darah yang naik dan turun secara drastis, serta mencegah kelemahan
Tujuan: Menganalisa pengaruh senam diabetes dan diet karbohidrat terhadap penurunan kadar gula darah pasien diabetes militus.
Metode: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre pos test two group with control. Populasi adalah seluruh pasien diabetes militus yang aktif mengikuti kegiatan prolanis berjumlah 62 pasien, dengan teknik total sampling. Berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi sampel yang lolos berjumlah 45 responden dengan masing-masing kelompok berjumlah 15 responden. Kelompok 1 diberikan intervensi senam diabetes, kelompok 2 dilakukan intervensi penyuluhan diet karbohidrat, dan kelompok 3 yaitu kelompok kontrol. Uji statistik menggunakan paired T-Test
Hasil: penelitian ini didapatkan hasil p-value 0,000 pada kelompok senam maupun kelompok diet karbohidrat, pada kelompok kontrol ialah 0,009. Maknanya senam diabetes dan diet karbohidrat berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pasien diabetes melitus.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh intervensi senam diabetes dan edukasi diet karbohidrat terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes militus.
&amp;nbsp;
Kata kunci: senam diabetes, diet karbohidrat, kadar gula darah, diabetes melitus</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/255</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v10i2.255</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan; 133-142</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan; 133-142</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/255/271</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/256</identifier>
				<datestamp>2025-01-09T16:11:23Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS HIPNOTERAPI TERHADAP STRES MAHASISWA S1 TINGKAT I STIK STELLA MARIS MAKASSAR</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">EFEKTIFITAS HIPNOTERAPI TERHADAP STRES MAHASISWA S1 TINGKAT I STIK STELLA MARIS MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator>PERANG, BLASIUS</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">effectiveness, stress, hypnotherapy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Efektifitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">stres</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hipnoterapi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stres merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami beban emosi berlebihan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Hipnoterapi merupakan salah satu teknik gabungan antara hipnosis dan terapi yang dapat membantu dalam mengatasi stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas hipnoterapi terhadap stres mahasiswa S1 tingkat I STIK Stella Maris Makassar. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre- eksperimental dengan pendekatan one group pre-test post-test pada 51 responden yang mengalami stres di STIK Stella Maris Makassar. Subyek dipilih dengan cara Non-probability Sampling dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Data tingkat responden diperoleh melalui hasil pengukuran yang dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Non-parametrik Wilxocon dengan nilai kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian dimana nilai ρ= 0.000, nilai α=0.05. Hal ini menunjukkan bahwa nilai p (0.000) &amp;lt; α (0.05). Kesimpulan dari penelitian ini, ada pengaruh hipnoterapi terhadap stres mahasiswa S1 tingkat 1 STIK Stella Maris Makassar.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Stress is a condition in which a person experiences emotional burden that can interfere with daily activities. Hypnotherapy is one of the combination techniques between hypnosis and therapy which helps a person coping with stress. The aim of this study was to find out the effectiveness of hypnotherapy on the stress level of bachelor student in the &amp;nbsp;first year of STIK Stella Maris of Makassar. The research design used in this research was experimental, with one group pre-test and post-test approach among 51 respondents of students experiencing stress. The subject was selected by Non-probability Sampling and used a Purposive sampling technique. The respondent’s data was obtained through the measurements that were done before and after intervention. The statistical test used in this research was Wilcoxon Non-parametric test with significant value ?=0.05. The results were the ? value = 0.000, the value of ?= 0.05, This indicated that the value of ? (0.000) &amp;lt; ? (0.05). The conclusion of this study, there is the influence of hypnotherapy on bachelor students in the&amp;nbsp; first of &amp;nbsp;STIK Stella Maris of Makassar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/256</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v10i2.256</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan; 111-121</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan; 111-121</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/256/269</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/282</identifier>
				<datestamp>2025-01-09T16:11:23Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH SELF-MANAGEMENT TERHADAP MOTIVASI KERJA PERAWAT DALAM MASA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT SWASTA  YOGYAKARTA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH SELF-MANAGEMENT TERHADAP MOTIVASI KERJA PERAWAT DALAM MASA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT SWASTA DI YOGYAKARTA</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Wahyuningtyas Hendri </dc:creator>
	<dc:creator>Intening, Vivi Retno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Self Management</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nurse</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Work Motivation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Self Management</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Perawat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Motivasi kerja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Introduction: Work motivation is an impulse that grows within a person. Self-management is one way to change behavior, thoughts and feelings. The nurse also mentioned that work motivation tends to decrease during the Covid-19 pandemic. The application of important components in self-management includes problem-solving and decision-making skills that can help nurses in self-management in terms of improving the quality and professionalism of nurses' work. Nurses really need self-management to be able to direct their every action to positive things so that they can increase their work motivation in conditions of increased work stressors due to the Covid-19 Pandemic.
Methods: Pre-experimental research design with a one group pretest and posttest approach. The research population is nurses in Yogyakarta private hospital. The sample in this study was 46 respondents with purposive sampling as a sampling technique. This study used a work motivation questionnaire and was given a self-management intervention by online.
Results: The most gender is female (87.0%), the most education is D3 (87.0%), the most age is 26-35 years old (45.7%) . Wilcoxon Test results value 0.317 which means 0.317 &amp;gt; = 0.05 so it can be concluded that H0 is accepted and Hα is rejected.
Conclusion: There is no effect of self-management on the work motivation of nurses during the Covid-19 pandemic at Yogyakarta private Hsopital.
Suggestion: The next researcher is to look for other factors that can affect self-management on nurses' work motivation.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pendahuluan: Motivasi kerja adalah adanya dorongan yang tumbuh dalam diri seseorang. Self-management adalah salah satu cara untuk dapat mengubah perilaku, pikiran dan perasaan. Perawat juga menyebutkan bahwa&amp;nbsp; motivasi kerja cenderung menurun selama masa pandemi Covid-19. Aplikasi komponen penting dalam Self-management meliputi ketrampilan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dapat membantu perawat dalam pengelolaan diri dalam hal peningkatan mutu dan profesionalitas kerja perawat. Perawat sangat membutuhkan Self-management dapat mengarahkan setiap tindakannya kepada hal-hal postif sehingga dapat meningkatkan motivasi kerjanya dalam kondisi stressor kerja yang meningkat karena Pandemi Covid-19.
Metode: &amp;nbsp;Pre eksperimental desain dengan pendekatan one group pretest dan posttest dilaksanakan dalm penelitian ini. Populasi penelitian adalah perawat Rumah Sakit Swasta di Yogyakarta, dengan jumlah sampel 46 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi Self-management dilaksanakan melalui video, kuesioner motivasi kerja diberikan secara online sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil: Jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan (87.0%), pendidikan paling banyak&amp;nbsp; D3 (87.0%),&amp;nbsp; usia terbanyak berumur 26-35 tahun (45.7%) . Uji Wilcoxon Test hasil ρ value 0,317 yang memiliki arti 0,317 &amp;gt; α= 0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 diterima dan Hα ditolak
Kesimpulan: Tidak ada pengaruh Self-management terhadap motivasi kerja perawat dalam masa pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Swasta di Yogyakarta.
Saran : Peneliti selanjutnya untuk mencari faktor yang lain dapat mempengaruhi Self-management pada motivasi kerja perawat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2023-02-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/282</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v10i2.282</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan; 78-91</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan; 78-91</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/282/266</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/283</identifier>
				<datestamp>2025-01-09T16:11:23Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TERAPI BERMAIN MENYUSUN BALOK MENURUNKAN KECEMASAN PRASEKOLAH SELAMA HOSPITALISASI</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">TERAPI BERMAIN MENYUSUN BALOK MENURUNKAN KECEMASAN PRASEKOLAH SELAMA HOSPITALISASI</dc:title>
	<dc:creator>Martasih, Endang</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Ignasia Yunita</dc:creator>
	<dc:creator>Prawesti, Indah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">block building</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">anxiety</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hospitalization</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">preschoolers</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">play therapy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">balok</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">cemas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">hospitalisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">prasekolah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">terapi bermain</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">An introduction Hospitalization is a condition that requires children to stay in the hospital, causing anxiety.One of play therapies is block building, which is useful for improving creativity and cognitive abilities, and recognizing colors and shapes. Objective: This research aims to know the effect of block-building play therapy on anxiety of preschoolers hospitalized in Galilea 3 Children Room of Bethesda Hospital Yogyakarta. Method: This was quantitative research with quasi-experiment one group pre-posttest design. The sample was 30 children hospitalized from March 25 – May 8, 202,2 taken with consecutive sampling technique, the instrument was VAS-A questionnaire, analyzed with Wilcoxon Sign Rank Test. Results: Before therapy, 22 respondents (73.33%) experienced severe anxiety, after therapy, 17 respondents (56.6%) were not anxious. The result showedan&amp;nbsp; p- value of 0.000 (p&amp;lt;0.05) therefore there was an effect of block-building play therapy on the&amp;nbsp; anxiety of preschoolers hospitalized in Galilee 3 Children Room of Bethesda Hospital. Conclusion: There is an effect of block-building play therapy on anxiety of preschoolers hospitalized in Galilea 3 Children Room of Bethesda Hospital. Suggestion: Nurses can provide play therapy as an intervention to lower the anxiety of preschoolers undergoing hospitalization.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pendahuluan: Hospitalisasi merupakan keadaan yang mengharuskan anak tinggal di rumah sakit dan menimbulkan kecemasan pada anak. Salah satu terapi bermain adalah menyusun balok, bermain bermanfaat untuk meningkatkan kreatifitas dan kemampuan kognitif serta mengenal warna dan bentuk. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi bermain menyusun balok terhadap kecemasan anak pra sekolah yang menjalani hospitalisasi di Ruang Galilea 3 Anak RS Bethesda Yogyakata. Metode: kuantitatif quasi eksperimen one group pra-post test design. Sampel penelitian berjumlah 30 anak pra sekolah&amp;nbsp; dengan teknik consecutive sampling, alat ukur kuesioner VAS-A. Analisis dengan Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil: Sebelum dilakukan terapi bermain menyusun balok sebanyak 22 responden (73.33%) mengalami cemas berat, setelah dilakukan terapi bermain menyusun balok mayoritas tidak cemas sebanyak 17 responden (56.6%). Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0.000 (p&amp;lt;0.05) artinya ada pengaruh terapi bermain menyusun balok terhadap tingkat kecemasan anak pra sekolah yang menjalani hospitalisasi di Ruang Galilea 3 Anak RS Bethesda. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi bermain menyusun balok terhadap tingkat kecemasan&amp;nbsp; anak pra sekolah yang menjalani hospitalisasi di Ruang Galilea 3 Anak&amp;nbsp; RS Bethesda. Saran:&amp;nbsp; Perawat dapat memberikan terapi bermain menyusun balok sebagai salah satu intervensi untuk menurunkan tingkat kecemasan anak pra sekolah yang menjalani hospitalisasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2023-02-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/283</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v10i2.283</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan; 92-100</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan; 92-100</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/283/267</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/380</identifier>
				<datestamp>2025-01-09T16:11:23Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS FAKTOR PENYEBAB MASYARAKAT MEMILIH PENGOBATAN MEDIS SETELAH PENGOBATAN DI SANGKAL PUTUNG </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALYSIS OF THE FACTORS CAUSING COMMUNITIES TO CHOOSE MEDICAL TREATMENT AFTER TREATMENT IN SANGKAL PUTUNG.</dc:title>
	<dc:creator>Herdiana, Rina Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pengobatan medis, sangkal putung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengobatan medis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sangkal putung</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Pada jaman modern sekarang ini, banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakitnya. Cara yang dimaksud adalah pengobatan medis dan non medis yang biasa disebut pengobatan allternatif. Keduanya mempunyai metode   berbeda dalam menangani pasien. Pengobatan medis berdasarkan sains dan penelitian ilmiah, sedangkan pengobatan non medis berdasarkan pada pengalaman, bahkan kadang didapat dari turun temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman masyarakat dalam memilih pelayanan medis setelah berobat di Sangkal Putung.Metode: Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Mengumpulkan data menggunakan wawancara dengan 5 partisipan yang dipilih secara technical purpose-driven sampling berdasarkan kriteria inklusi. Hasil penelitian: Penelitian ini menemukan 4 (empat) tema utama yaitu (1) sikap masyarakat, (2) faktor ekonomi, (3) stigma rumah sakit, dan (4) faktor pendorong yang menjadi penyebab masyarakat akhirnya beralih ke pengobatan medis dimana sebelumnya sudah melakukan pengobatan di sangkal putung. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa meskipun kolaborasi antara pengobatan medis dengan pengobatan sangkal putung sangatlah mungkin terjadi, tetapi tidak semua kasus cedera tulang bisa diselesaikan dengan pengobatan di sangkal putung karena harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Keputusan untuk memilih jenis pengobatan yang tepat harus tetap dihormati karena kedua pengobatan tersebut sama-sama memiliki tujuan penting yang ingin dicapai yakni kesembuhan masyarakat.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pada jaman modern sekarang ini, &amp;nbsp;banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakitnya. Cara yang dimaksud adalah pengobatan medis dan non medis &amp;nbsp;yang biasa disebut pengobatan allternatif. Keduanya mempunyai metode&amp;nbsp; &amp;nbsp;berbeda dalam menangani pasien. Pengobatan medis berdasarkan sains dan penelitian ilmiah, sedangkan pengobatan non medis berdasarkan pada pengalaman, bahkan kadang didapat dari turun temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman masyarakat dalam memilih pelayanan medis setelah berobat di Sangkal Putung..
Metode : Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Mengumpulkan data menggunakan wawancara dengan 5 partisipan yang dipilih secara technical purpose-driven sampling berdasarkan kriteria inklusi.
Hasil penelitian: Penelitian ini menemukan 4 (empat) tema utama yaitu (1) sikap masyarakat, (2) faktor ekonomi, (3) stigma rumah sakit, dan (4) faktor pendorong yang menjadi penyebab masyarakat akhirnya beralih ke pengobatan medis dimana sebelumnya sudah melakukan pengobatan di sangkal putung. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa meskipun kolaborasi antara pengobatan medis dengan pengobatan sangkal putung sangatlah mungkin terjadi, tetapi tidak semua kasus cedera tulang bisa diselesaikan dengan pengobatan di sangkal putung karena harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Keputusan &amp;nbsp;untuk memilih jenis pengobatan yang tepat harus tetap dihormati karena kedua pengobatan tersebut sama-sama memiliki tujuan penting yang ingin dicapai yakni kesembuhan masyarakat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/380</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v10i2.380</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan; 122-132</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan; 122-132</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v10i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/380/270</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/513</identifier>
				<datestamp>2025-01-25T11:46:33Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Korelasi pola asuh pemberian nutrisi dengan kejadian stunting pada bayi</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Korelasi Pola Asuh Pemberian Nutrisi dengan Kejadian Stunting pada Bayi</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, Yulia Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Yuni Purwati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">bayi, stunting, pola asuh,  pemberian nutrisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bayi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pola asuh </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pemberian nutrisi </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stunting pada bayi dapat terjadi karena kekurangan gizi seimbang dalam nutrisinya yang berdampak pada keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan. Pola asuh pemberian nutrisi menjadi salah satu faktor yang berpotensi mempengaruhi kejadian stunting pada bayi. Diketahui hubungan pola asuh pemberian makan dengan kejadian stunting pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi pedekatan cross sectional. Jumlah sampel 94 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data variabel pola asuh pemberian nutrisi menggunakan kuesioner terdiri dari 29 pertanyaan dan variabel kejadian stunting menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) responden. Analisis menggunakan uji spearman rank. Pola asuh pemberian nutrisi oleh ibu mayoritas tepat 59,6% dan kejadian stunting pada bayi mayoritas tidak stunting 73,4%. Hasil uji spearman rank diperoleh p-value 0,020&amp;lt;0,05 dengan koefisien korelasi 0,240. Terdapat hubungan pola asuh pemberian nutrisi dengan kejadian stunting pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta dengan keeratan hubungan sangat lemah. Diperlukan pelatihan kader dan penyuluhan kepada ibu yang memiliki bayi tentang pola asuh pemberian nutrisi yang tepat untuk mencegah stunting pada bayi.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar Belakang: Stunting pada bayi dapat terjadi karena kekurangan gizi seimbang dalam nutrisinya yang berdampak pada keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan. Pola asuh pemberian nutrisi menjadi salah satu faktor yang berpotensi mempengaruhi kejadian stunting pada bayi. Tujuan: Diketahui hubungan pola asuh pemberian makan dengan kejadian stunting pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi pedekatan cross sectional. Jumlah sampel 94 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data variabel pola asuh pemberian nutrisi menggunakan kuesioner terdiri dari 29 pertanyaan dan variabel kejadian stunting menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) responden. Analisis menggunakan uji spearman rank. Hasil: Pola asuh pemberian nutrisi oleh ibu mayoritas tepat 59,6% dan kejadian stunting pada bayi mayoritas tidak stunting 73,4%. Hasil uji spearman rank diperoleh p-value 0,020&amp;lt;0,05 dengan koefisien korelasi 0,240. Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan pola asuh pemberian nutrisi dengan kejadian stunting pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta dengan keeratan hubungan sangat lemah. Diperlukan pelatihan kader dan penyuluhan kepada ibu yang memiliki bayi tentang pola asuh pemberian nutrisi yang tepat untuk mencegah stunting pada bayi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/513</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.513</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 180-191</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 180-191</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/513/425</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/593</identifier>
				<datestamp>2025-01-30T10:07:28Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Variabilitas derajat dismenore pada wanita: peran prostaglandin</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Variability In The Degree Of Dysmenorrhae In Women : The Role Of Prostaglandin</dc:title>
	<dc:creator>Agniya Wiyatagati, Faisyah</dc:creator>
	<dc:creator>Suprayogi, Andrew</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dysmenorrhea, Menstrual pain, Menstruation, Women, Prostaglandin, Menarche</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dismenore</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nyeri Menstruasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Menstruasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Wanita</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Prostaglandin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Menstruasi adalah proses fisiologis bulanan yang terjadi pada wanita selama usia reproduksi yang melibatkan meluruhnya dinding rahim (endometrium). Menstruasi sering dikaitkan dengan rasa sakit/ nyeri menstruasi (dysmenorrhoea) yang bervariasi di antara individu. Proses ini kerap menjadi masalah kesehatan paling umum pada seorang wanita dengan disertai gejala fisik dan emosional yang dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita. Faktor yang berkontribusi pada variasi gejala fisik dan emosional adalah peran dari prostaglandin. Prostaglandin merupakan senyawa lipid (lemak) yang berperan penting pada proses suatu nyeri, termasuk nyeri menstruasi. Semakin tinggi intensitas nyeri menstruasi yang dirasakan maka semakin banyak juga jumlah prostaglandin pada tubuh. Dengan mempelajari hubungan antara tingkat prostaglandin dan intensitas nyeri menstruasi, diharapkan menjadi pembelajaran edukatif terhadap pengelolaan dismenore yang lebih efektif dalam bidang kesehatan maupun pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode narrative review yang menggunakan literatur dari Google Scholar dan PubMed. Setelah melakukan analisis PICO, kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan berjumlah 9 artikel dan 3 lainnya adalah buku kedokteran. Hasilnya menunjukkan adanya korelasi antara kadar prostaglandin dan faktor yang menyertai pada seorang wanita yang dipengaruhi oleh faktor endokrin, faktor IMT, faktor genetik, faktor penyakit, dan faktor kejiwaan sehingga adanya variasi individu dalam respons terhadap prostaglandin juga mempengaruhi tingkat nyeri yang dialami. Kesimpulannya, dengan pemahaman yang lebih mendalam tentangperan prostaglandin dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, kita dapat lebih baik memahami dan mengelola dismenore pada wanita.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Menstruasi adalah proses fisiologis bulanan yang terjadi pada wanita selama usia reproduksi yang melibatkan meluruhnya dinding rahim (endometrium). Menstruasi kerap dikaitkan dengan rasa sakit/ nyeri menstruasi (dismenore) yang bervariasi diantara individu. Proses ini kerap menjadi masalah kesehatan paling umum pada seorang wanita dengan disertai gejala fisik dan emosional yang dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita. Faktor yang berkontribusi pada variasi gejala fisik dan emosional adalah peran dari prostaglandin. Prostaglandin merupakan senyawa lipid (lemak) yang berperan penting pada proses suatu nyeri, termasuk nyeri menstruasi. Semakin tinggi intensitas nyeri menstruasi yang dirasakan maka semakin banyak juga jumlah prostaglandin pada tubuh. Dengan mempelajari hubungan antara tingkat prostaglandin dan intensitas nyeri menstruasi, diharapkan menjadi pembelajaran edukatif&amp;nbsp; terhadap pengelolaan dismenore yang lebih efektif dalam bidang kesehatan maupun pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode narrative review yang menggunakan literatur dari Google Scholar dan PubMed. Setelah melakukan analisis PICO, kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan berjumlah 9 artikel dan 3 lainnya adalah buku kedokteran. Hasilnya menunjukkan adanya korelasi antara kadar prostaglandin dan faktor yang menyertai pada seorang wanita yang dipengaruhi oleh faktor endokrin, faktor IMT, faktor genetik, faktor penyakit, dan faktor kejiwaan sehingga adanya variasi individu dalam respons terhadap prostaglandin juga mempengaruhi tingkat nyeri yang dialami. Kesimpulannya, dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran prostaglandin dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, kita dapat lebih baik memahami dan mengelola dismenore pada wanita.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/593</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.593</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 278-286</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 278-286</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/593/434</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/632</identifier>
				<datestamp>2025-01-28T10:19:54Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian ukuran lingkar kepala dan  kemampuan kognitif anak dengan  stunting dan non stunting di  Kecamatan Sabu Liae </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Kajian Ukuran Lingkar Kepala Dan Kemampuan Kognitif Anak Dengan Stunting Dan Non Stunting Di Kecamatan Sabu Liae</dc:title>
	<dc:creator>Anjelina, Fordiana</dc:creator>
	<dc:creator>Adu, Apris A.</dc:creator>
	<dc:creator>Liufeto, Mega O.L</dc:creator>
	<dc:creator>Jutomo, Lewi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Lingkar Kepala</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Non Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kemampuan Kognitif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kemampuan Kognitif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lingkar Kepala</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Non Stunting </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stunting</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stunting merupakan suatu kondisi di mana anak mengalami gangguan pada pertumbuhan, sehingga berdampak pada tidak optimalnya kemampuan kognitifnya dimasa depan. Berdasarkan data EPPGBM Puskesmas Eilogo, prevalensi stunting di Kecamatan Sabu Liae pada tahun 2021 masih terdapat 30,9%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan desain case control perbandingan 1:1 sehingga sampel anak balita stunting sebanyak 39 anak demikian anak non stunting juga sebanyak 39 anak. Analisis perbedaan parameter ukuran lingkar kepala menggunakan independent sampel T-test dan uji Mann-Whitney Test untuk menganalisis perbedaan kemampuan kognitif anak stunting dan non stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran lingkar kepala anak balita stunting memiliki ukuran yang lebih kecil (46,23 cm) dibandingkan anak balita non stunting yaitu (47,13 cm) dan perbedaan ini berbeda secara signifikan (0,024 &amp;lt; 0,05). Demikian pula perkembangan kognitif anak balita stunting lebih banyak yang terhambat (76,92 %) dibandingkan dengan anak balita non stunting hanya 43,59 %, dan perbedaan ini berbeda secara signifikan (0,003 &amp;lt; 0,05). Kesimpulan yaitu ukuran lingkar kepala anak non stunting lebih besar dibandingkan ukuran lingkar kepala anak stunting, dan perbedaan ini berbeda secara signifikan. Perkembangan kognitif anak balita stunting lebih banyak yang terhambat dibandingkan dengan anak balita non stunting dan perbedaan ini berbeda secara signifikan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Stunting merupakan suatu kondisi di mana anak mengalami gangguan pada pertumbuhan, sehingga berdampak pada tidak optimalnya kemampuan kognitifnya dimasa depan. Berdasarkan data EPPGBM Puskesmas Eilogo, prevalensi stunting di Kecamatan Sabu Liae pada tahun 2021 masih terdapat 30,9%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan kognitif&amp;nbsp; anak dengan stunting dan non stunting di Kecamatan Sabu Liae. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan desain case control perbandingan 1:1 sehingga sampel anak balita stunting sebanyak 39 anak demikian anak non stunting juga sebanyak 39 anak. Parameter yang diamati meliputi ukuran lingkar kepala menggunakan pitameter dan kemampuan kognitif menggunakan lembar Denver Development Screening Test (DDST) II. Analisis perbedaan parameter ukuran lingkar kepala menggunakan independent sampel T-test dan uji Mann-Whitney Test untuk menganalisis perbedaan kemampuan kognitif anak stunting dan non stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran lingkar kepala anak balita stunting memiliki ukuran yang lebih kecil (46,23 cm) dibandingkan anak balita non stunting yaitu (47,13 cm) dan perbedaan ini berbeda secara signifikan (0,024 &amp;lt; 0,05). Demikian pula perkembangan kognitif anak balita stunting lebih banyak yang terhambat (76,92 %) dibandingkan dengan anak balita non stunting hanya 43,59 %, dan perbedaan ini berbeda secara signifikan (0,003 &amp;lt; 0,05).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/632</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.632</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 230-243</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 230-243</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/632/430</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/633</identifier>
				<datestamp>2025-01-28T10:19:47Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan pengetahuan gizi, aktivitas fisik dan pola makan dengan kejadian obesitas di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda kota Kupang</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI, AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS DI MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL HUDA KOTA KUPANG</dc:title>
	<dc:creator>S.S, Nurul Azizah</dc:creator>
	<dc:creator>Talahatu, Anna Heny</dc:creator>
	<dc:creator>Nur, Marselinus Laga</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Obesitas:</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pengetahuan Gizi:</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Aktivitas Fisik:</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pola Makan:</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Obesitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengetahuan gizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aktivitas fisik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pola makan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masalah kesehatan yang ada pada masyarakat terutama pada anak-anak saat ini tidak hanya berfokus pada masalah kekurangan gizi, namun kini telah timbul masalah kesehatan akibat kelebihan gizi. Salah satu masalah kelebihan gizi pada anak yaitu obesitas. Berdasarkan data SSGI 2022, Obesitas (kegemukan) pada anak usia 5-12 yaitu 10,8% gemuk dan 9,2% obesitas, artinya 1 dari 5 anak usia 5-12 tahun gemuk atau obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan gizi, aktivitas fisik dan pola makan dengan kejadian obesitas di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kota Kupang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan besar sampel 60 orang. Masing-masing variabel yang diuji menggunakan uji chi-square. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian berdasarkan uji chi-square menunjukan (p=0,324&amp;gt;0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara pengetahuan Ibu dengan kejadian obesitas, (p=0,000&amp;lt;0,05) yang berarti ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas, (p=0,001&amp;lt;0,05) yang berarti ada hubungan antara pola makan dengan kejadian obesitas.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Masalah kesehatan yang ada pada masyarakat terutama pada anak-anak saat ini tidak hanya berfokus pada masalah kekurangan gizi, namun kini telah timbul masalah kesehatan akibat kelebihan gizi. Salah satu masalah kelebihan gizi pada anak yaitu obesitas. Berdasarkan data SSGI 2022, Obesitas (kegemukan) pada anak usia 5-12 yaitu 10,8% gemuk dan 9,2% obesitas, artinya 1 dari 5 anak usia 5-12 tahun gemuk atau obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan gizi, aktivitas fisik dan pola makan dengan kejadian obesitas di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kota Kupang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan besar sampel 60 orang. Masing-masing variabel yang diuji menggunakan uji chi-square. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian berdasarkan uji chi-square menunjukan (p=0,324&amp;gt;0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara pengetahuan Ibu dengan kejadian obesitas, (p=0,000&amp;lt;0,05) yang berarti ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas, (p=0,001&amp;lt;0,05) yang berarti ada hubungan antara pola makan dengan kejadian obesitas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/633</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.633</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 214-229</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 214-229</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/633/429</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/634</identifier>
				<datestamp>2025-01-28T10:20:04Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor yang mempengaruhi  kejadian diare pada balita di  wilayah kerja Puskesmas Rukun Lima Kabupaten Ende</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA  PUSKESMAS RUKUN LIMA KABUPATEN ENDE</dc:title>
	<dc:creator>Septiani, Ryska Sintya</dc:creator>
	<dc:creator>Riwu, Yuliana Radja</dc:creator>
	<dc:creator>Takaeb, Afrona E.L</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Diare:</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Balita:</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ibu:</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diare</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">balita</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perilaku mencuci tangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengolahan sampah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">saluran pembuangan air limbah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diare merupakan suatu kondisi dimana individu mengalami buang air dengan frekuensi sebanyak tiga kali atau lebih per hari dengan konsistensi tinja dalam bentuk cair atau buang air besar lebih sering dari biasanya. Tahun 2022 Puskesmas Rukun Lima merupakan puskesmas dengan kasus diare balita tertinggi yakni sebanyak 185 kasus dibandingkan dengan 25 puskesmas lainnya yang ada di Kabupaten Ende. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rukun Lima Kabupaten Ende. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 92 orang yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita adalah perilaku mencuci tangan (p-value=0,001), pengolahan sampah (p-value=0,042) dan saluran pembuangan air limbah (p-value=0,046). Adapun variabel yang tidak berhubungan adalah pendidikan ibu (p-value=0,763) dan pengetahaun ibu (p-value=0,912). Disimpulkan terdapat hubungan antara perilaku mencuci tangan, pengolahan sampah dan saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare pada balita serta tidak adanya hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Diare merupakan suatu kondisi dimana individu mengalami buang air dengan frekuensi sebanyak tiga kali atau lebih per hari dengan konsistensi tinja dalam bentuk cair atau buang air besar lebih sering dari biasanya. Tahun 2022 Puskesmas Rukun Lima merupakan puskesmas dengan kasus diare balita tertinggi yakni sebanyak 185 kasus dibandingkan dengan 25 puskesmas lainnya yang ada di Kabupaten Ende. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rukun Lima Kabupaten Ende. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 92 orang yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita adalah perilaku mencuci tangan (p-value=0,001), pengolahan sampah (p-value=0,042) dan saluran pembuangan air limbah (p-value=0,046). Adapun variabel yang tidak berhubungan adalah pendidikan ibu (p-value=0,763) dan pengetahaun ibu (p-value=0,912). Disimpulkan terdapat hubungan antara perilaku mencuci tangan, pengolahan sampah dan saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare pada balita serta tidak adanya hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/634</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.634</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 244-254</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 244-254</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/634/431</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/638</identifier>
				<datestamp>2025-01-09T15:57:29Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Edukasi dengan video berpengaruh  terhadap sikap mahasiswa mengenai  perilaku kekerasan seksual di  lingkungan kampus</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Edukasi dengan Video Berpengaruh terhadap Sikap Mahasiswa Mengenai Perilaku Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus</dc:title>
	<dc:creator>Dzulma Rayi Tiara Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Ignasia Yunita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">attitudes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">students</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">sexsual violence</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">edukasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mahasiswa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sikap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kekerasan seksual</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tingginya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Berdasarkan hasil studi pendahuluan terhadap 10 mahasiswa ditemukan sebanyak 6 mahasiswa kurang mengetahui bentuk-bentuk kekerasan seksual sehingga mendasari kurangnya kesadaran mahasiswa terhadap peristiwa kekerasan seksual di lingkungan kampus. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi dengan video terhadap sikap mahasiswa mengenai perilaku kekerasan seksual di lingkungan kampus. Metode: Desain penelitian quasi experimental dengan pendekatan one group pretest and posttest without control. Populasi 178 mahasiswa tingkat satu. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden dengan teknik proportional random sampling. Alat ukur dengan kuisioner serta uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: terdapat pengaruh pemberian edukasi dengan video terhadap sikap mahasiswa mengenai perilaku kekerasan seksual dibuktikan dengan hasil pretest 58,97 dan postest 65,56 yang menujukkan adanya peningkatan rerata sebanyak 6,53 dan diperoleh p value sebesar 0,000&amp;lt;0,05 maka H0 ditolak. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi dengan video terhadap sikap mahasiswa mengenai perilaku kekerasan seksual di lingkungan kampus.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">&amp;nbsp;
Latar Belakang: Tingginya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Berdasarkan hasil studi pendahuluan terhadap 10 mahasiswa ditemukan sebanyak 6 mahasiswa kurang mengetahui bentuk-bentuk kekerasan seksual sehingga mendasari kurangnya kesadaran mahasiswa terhadap peristiwa kekerasan seksual di lingkungan kampus. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi dengan video terhadap sikap mahasiswa mengenai perilaku kekerasan seksual di lingkungan kampus STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta. Metode: Desain penelitian quasi experimental dengan pendekatan one group pretest and posttest without control. Populasi 178 mahasiswa tingkat satu. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden dengan teknik proportional random sampling. Alat ukur dengan kuisioner serta uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: terdapat pengaruh pemberian edukasi dengan video terhadap sikap mahasiswa mengenai perilaku kekerasan seksual dibuktikan dengan hasil pretest 58,97 dan postest 65,56 yang menujukkan adanya peningkatan rerata sebanyak 6,53 dan diperoleh p value sebesar 0,000 &amp;lt; 0,05 maka H0 ditolak. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi dengan video terhadap sikap mahasiswa mengenai perilaku kekerasan seksual di lingkungan kampus STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/638</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan; 169-179</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan; 169-179</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/638/426</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/640</identifier>
				<datestamp>2025-01-25T11:46:33Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh implementasi pemberdayaan  kader dengan inovasi go-kader  terhadap perilaku  pencegahan penyakit  tidak menular  di masa pandemi covid -19</dc:title>
	<dc:creator>Indrayanti, Indrayanti</dc:creator>
	<dc:creator>Sinaga, Mei Rianita Elfrida</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pemberdayaan ; Go-Kader; PTM ; HT; DM</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Go-Kader</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PTM </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">HT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DM</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Studi ini bertujuan mengetahui pengaruh implementasi pemberdayaan kader dengan Inovasi Go Kader (PeKa Go-Kader) terhadap Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Masa Pandemi Covid-19 Kota Yogyakarta. Penelitianini menggunakan studi  quasi experiment dengan desain pre dan post test without  group . Subyek penelitian ini  32 kader kesehatan. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah accidental sampling. Pelatihan  PeKa Go Kader terdapat 2 sesi:  edukasi, skrining Kesehatan  HT dan DM. Komunikasi efektif serta Kunjungan rumah. Hasil penelitian menunjukkan nilai Z score 0,004 bahwa terdapat  pengaruh implementasi pemeberdayaan kader dengan Inovasi Go Kader (PeKa Go-Kader) terhadap Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Masa Pandemi Covid-19.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/640</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.640</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 192-201</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 192-201</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/640/427</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/641</identifier>
				<datestamp>2025-01-09T08:56:01Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Terapi hope untuk menurunkan depresi pada lansia</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">A Hope Therapy to Lower Depression on Elderly</dc:title>
	<dc:creator>Sastika, Clara Sekar</dc:creator>
	<dc:creator>Sinaga, Mei Rianita Elfrida</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Depresi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Lansia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Terapi Hope</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Depression</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Elderly</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hope Therapy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Salah satu penyakit yang sering terjadi pada lanjut usia (lansia) di Indonesia adalah depresi. Lansia sangat rentan terhadap depresi dikarenakan adanya faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu terapi yang dapat diberikan pada lansia depresi adalah terapi hope. Terapi hope dapat meningkatan emosi positif, keterlibatan, dan membantu lansia memenuhi potensi yang mereka miliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terapi terapi hope berpengaruh terhadap depresi pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif preexperimental dengan pendekatan one-group pretest-postest design. Analisa data menggunakan uji wilcoxon rank test. Adapun teknik sampling menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Sampel dalam penelitian berjumlah 39 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi hopetingkat depresi lansia sebesar 2,36 dan setelah diberikan terapi rerata tingkat depresi pada lansia mencapai 1,95 dengan p-values = 0,000 yang berarti H0 ditolak dan Hα diterima. Terdapat pengaruh pemberian terapi hope terhadap tingkat depresi pada lansia di Yogyakarta. Diharapkan terapi hope ini dapat diterapkan di komunitas untuk diberikan pada lansia depresi melalui pelatihan ahli profesional </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu penyakit yang sering terjadi pada lanjut usia (lansia) di Indonesia adalah depresi. Lansia sangat rentan terhadap depresi dikarenakan adanya faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu terapi yang dapat diberikan pada lansia depresi adalah terapi hope. Terapi hope dapat meningkatan emosi positif, keterlibatan, dan membantu lansia memenuhi potensi yang mereka miliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terapi terapi hope berpengaruh terhadap depresi pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-postest design. Analisa data menggunakan uji wilcoxon rank test. Adapun teknik sampling menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Sampel dalam penelitian berjumlah 39 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi hope tingkat depresi lansia sebesar 2,36 dan setelah diberikan terapi rerata tingkat depresi pada lansia mencapai 1,95 dengan p-values = 0,000 yang berarti H0 ditolak dan Hα diterima. Terdapat pengaruh pemberian terapi hope terhadap tingkat depresi pada lansia di Yogyakarta. Diharapkan terapi hope ini dapat diterapkan di komunitas untuk diberikan pada lansia depresi melalui pelatihan ahli profesional.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/641</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan; 152-159</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan; 152-159</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/641/423</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/642</identifier>
				<datestamp>2025-01-28T10:19:36Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Eksplorasi pengalaman belajar  mahasiswa keperawatan: hambatan  dan harapan dalam belajar bahasa  Inggris sebagai bahasa asing</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Eksplorasi pengalaman belajar mahasiswa keperawatan: hambatan dan harapan dalam belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing</dc:title>
	<dc:creator>Riendrasiwi, Noviyanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">mahasiswa keperawatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">hambatan dan harapan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">bahasa Inggris sebagai bahasa asing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ESP untuk perawat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nursing students</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hurdles and hopes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">EFL</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ESP for nurses</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Untuk menghadapi persaingan global, mahasiswa perlu membekali diri salah satunya dengan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Karena kebutuhan komunikasi yang spesifik dalam konteks keperawatan, mahasiswa keperawatan mempelajari Bahasa Inggris sebagai Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (English for Specific Purposes-ESP). Namun, belajar Bahasa Inggris dengan kategori ESP bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa kesulitan dan penyesuaian yang perlu dilakukan selama proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh mahasiswa keperawatan dalam belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing, sekaligus menggali harapan mereka terhadap proses belajar tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus yang dilakukan terhadap 10 responden mahasiswa keperawatan semester lima. Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama terkait hambatan yang dapat dikategorikan dalam hambatan internal dan hambatan eksternal. Eksplorasi tentang harapan menunjukkan bahwa mahasiswa menginginkan perubahan dalam beberapa aspek pembelajaran bahasa Inggris, yang meliputi penerapan sistem levelling, pengurangan jumlah mahasiswa dalam kelas, peningkatan fasilitas belajar, dan pengaturan jadwal yang lebih terstruktur</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Untuk menghadapi persaingan global, mahasiswa perlu membekali diri salah satunya dengan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Karena kebutuhan komunikasi yang spesifik dalam konteks keperawatan, mahasiswa keperawatan mempelajari Bahasa Inggris sebagai Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (English for Specific Purposes-ESP). Namun, belajar Bahasa Inggris dengan kategori ESP bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa kesulitan dan penyesuaian yang perlu dilakukan selama proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh mahasiswa keperawatan dalam belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing, sekaligus menggali harapan mereka terhadap proses belajar tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus yang dilakukan terhadap 10 responden mahasiswa keperawatan semester lima. Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama terkait hambatan yang dapat dikategorikan dalam hambatan internal dan hambatan eksternal. Eksplorasi tentang harapan menunjukkan bahwa mahasiswa menginginkan perubahan dalam beberapa aspek pembelajaran bahasa Inggris, yang meliputi penerapan sistem levelling, pengurangan jumlah mahasiswa dalam kelas, peningkatan fasilitas belajar, dan pengaturan jadwal yang lebih terstruktur.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/642</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.642</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 202-213</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 202-213</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/642/428</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/644</identifier>
				<datestamp>2025-01-09T08:59:02Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan dukungan emosional caregiver dengan kualitas hidup lansia</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">The Relationship between Caregiver Emotional Support with Quality of Life on Elderly in Wirogunan Village, Yogyakarta</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Ni Luh Andina Novia Wijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Sinaga, Mei Rianita Elfrida</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Caregiver</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dukungan Emosional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kualitas Hidup</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Lansia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Caregiver</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emotional Support</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Quality of Life</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Elderly</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kualitas hidup lansia di Indonesia berada di peringkat bawah Indeks Global Age Watch yaitu di peringkat ke -71. Menurut data Dinas Kesehatan, Provinsi Yogyakarta memiliki lansia mencapai 13,4% dan menjadi provinsi paling dini mengalami penuaan. Hasil studi pendahuluan didapatkan lansia memiliki dukungan emosional yang kurang dari keluarga yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam perawatan kesehatan lansia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan emosional caregiver dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Wirogunan Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 51 responden. Instrumen yang digunakan yaitu dukungan emosional caregiver yang telah dilakukan uji validitas oleh peneliti dengan hasil 0,885 dan reliabilitas alpha cronbach 0,908 dan kualitas hidup diukur menggunakan instrumen WHOQoL-BREF. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasi uji statistik pada penelitian ini didapatkan p-value&amp;gt;0,05, dimana hasil dari domain fisik 0,136&amp;gt;0,05, domain psikologi 0,230&amp;gt;0,05, domain sosial 0,073&amp;gt;0,05, dan domain lingkungan 0,266&amp;gt;0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan emosional caregiver dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Wirogunan Yogyakarta. Diharapakan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dan referensi serta menambah kajian pustaka untuk meneliti mengenai dukungan emosional caregiver terhadap kualitas hidup lansia. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kualitas hidup lansia di Indonesia berada di peringkat bawah Indeks Global Age Watch yaitu di peringkat ke -71. Menurut data Dinas Kesehatan, Provinsi Yogyakarta memiliki lansia mencapai 13,4% dan menjadi provinsi paling dini mengalami penuaan. Hasil studi pendahuluan didapatkan lansia memiliki dukungan emosional yang kurang dari keluarga yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam perawatan kesehatan lansia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan emosional caregiver dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Wirogunan Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 51 responden. Instrumen yang digunakan yaitu dukungan emosional caregiver yang telah dilakukan uji validitas oleh peneliti dengan hasil 0,885 dan reliabilitas alpha cronbach 0,908 dan kualitas hidup diukur menggunakan instrumen WHOQoL-BREF. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasi uji statistik pada penelitian ini didapatkan p-value&amp;gt;0,05, dimana hasil dari domain fisik 0,136 &amp;gt; 0,05, domain psikologi 0,230 &amp;gt; 0,05, domain sosial 0,073 &amp;gt; 0,05, dan domain lingkungan 0,266 &amp;gt; 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan emosional caregiver dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Wirogunan Yogyakarta. Diharapakan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dan referensi serta menambah kajian pustaka untuk meneliti mengenai dukungan emosional caregiver terhadap kualitas hidup lansia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/644</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan; 160-168</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan; 160-168</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/644/424</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/645</identifier>
				<datestamp>2025-01-28T10:21:33Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Mitigasi Bencana Pada Komunitas  Terpilih di Area Bencana Erupsi Gunung Merapi Yogyakarta.</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Mitigasi Bencana Pada Komunitas  Terpilih di Area Bencana Erupsi Gunung Merapi Yogyakarta.</dc:title>
	<dc:creator>isnanto, Isnanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Bencana; Erupsi; Merapi; Mitigasi.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bencana</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Erupsi; Merapi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mitigasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gunung Merapi adalah gunung berapi aktif di Daerah Istimewa Yogyakarta. Letusan gunung Merapi berdampak luas pada beberapa kabupaten, menyebabkan korban jiwa, serta kerugian finansial yang besar. Oleh karena itu harus dilakukan mitigasi yang tepat. Mitigasi bencana adalah isu kritis karena komunitas di area rawan bencana setiap hari berhadapan bahaya vulkanik. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mitigasi bencana erupsi gunung Merapi pada komunitas terpilih di area rawan bencana erupsi gunung Merapi dengan menggunakan metode deskriptif analitik, melibatkan 170 kepala keluarga sebagai responden. Nilai rata-rata interpretasi deskriptif mitigasi bencana di komunitas terpilih di gunung Merapi di Yogyakarta, dalam hal mitigasi struktural adalah sangat tinggi (4,75), dan nilai mean mitigasi non-struktural juga sangat tinggi (4, 77). Sehingga nilai rata-rata mitigasi bencana di beberapa komunitas terpilih di sekitar Merapi adalah sangat tinggi (mean 4,76). Dalam perspektif peneliti, secara keseluruhan nilai rata-rata yang sangat tinggi dalam interpretasi deskriptif mitigasi bencana di masyarakat terpilih di sekitar Merapi mengindikasikan adanya konsensus yang kuat mengenai keefektifan langkah-langkah mitigasi struktural dan non-struktural. Kesimpulannya adalah nilai rata-rata yang sangat tinggi menunjukkan bahwa anggota masyarakat mengakui pentingnya strategi mitigasi struktural dan non-struktural dalam mengurangi risiko yang terkait dengan letusan gunung berapi. Masyarak terus menjaga kualitas mitigasi bencana dalam level tinggi.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Gunung Merapi adalah gunung berapi aktif di Daerah Istimewa Yogyakarta. Letusan gunung Merapi berdampak luas pada beberapa kabupaten, menyebabkan korban jiwa, serta kerugian finansial yang besar. Oleh karena itu harus dilakukan mitigasi yang tepat. Mitigasi bencana adalah isu kritis karena komunitas di area rawan bencana setiap hari berhadapan bahaya vulkanik. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mitigasi bencana erupsi gunung Merapi pada komunitas terpilih di area rawan bencana erupsi gunung Merapi dengan menggunakan metode deskriptif analitik, melibatkan 170 kepala keluarga sebagai responden. Nilai rata-rata interpretasi deskriptif mitigasi bencana di komunitas terpilih di gunung Merapi di Yogyakarta, dalam hal mitigasi struktural adalah sangat tinggi (4,75), dan nilai mean mitigasi non-struktural juga sangat tinggi (4, 77). Sehingga nilai rata-rata mitigasi bencana di beberapa komunitas terpilih di sekitar Merapi adalah sangat tinggi (mean 4,76). Dalam perspektif peneliti, secara keseluruhan nilai rata-rata yang sangat tinggi dalam interpretasi deskriptif mitigasi bencana di masyarakat terpilih di sekitar Merapi mengindikasikan adanya konsensus yang kuat mengenai keefektifan langkah-langkah mitigasi struktural dan non-struktural. Kesimpulannya adalah nilai rata-rata yang sangat tinggi menunjukkan bahwa anggota masyarakat mengakui pentingnya strategi mitigasi struktural dan non-struktural dalam mengurangi risiko yang terkait dengan letusan gunung berapi. Masyarak terus menjaga kualitas mitigasi bencana dalam level tinggi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/645</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.645</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 263-277</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 263-277</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/645/433</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/658</identifier>
				<datestamp>2025-01-28T10:20:13Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Video animasi digital berpengaruh terhadap pengetahuan anak  pra sekolah dalam menjaga  kesehatan gigi dan mulut </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">VIDEO ANIMASI DIGITAL BERPENGARUH TERHADAP PENGETAHUAN ANAK  PRA SEKOLAH DALAM MENJAGA  KESEHATAN GIGI DAN MULUT  DI TK ANNUR-2 SLEMAN</dc:title>
	<dc:creator>Deny Krisnanto, Paulinus</dc:creator>
	<dc:creator>Widayati , Ririn Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Lestiawati, Endang</dc:creator>
	<dc:creator>Lombua, Iwin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Edukasi, kesehatan Gigi dan Mulut, Prasekolah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Edukasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> kesehatan Gigi dan Mulut </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Prasekolah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada usia prasekolah rentan terdahap permasalahan kesehatan gigi dan mulut merupakan golongan rawan terjadi karies gigi dan mengalami gigi berlubang. Masalah kesehatan gigi dan mulut adalah hal yang dapat dihindari dengan melakukan perawatan sejak dini untuk mendukung kesehatan gigi salah satunya dengan perawatan masa anak-anak, perawatan gigi anak dilakukan untuk menghindari kellaian atau tanggapan gigi dan membuat gigi sehat, teratur, rapi, dan indah. Salah satu Tindakan untuk mengurangi masalah Kesehatan gigi dan mulut yaitu dengan edukasi.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegtahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan anak pra sekolah dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut. Sampel penelitian ini adalah total sampling dengan responden berjumlah 51 dan dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 denganUji statistic menggunakan Uji  bivariat menggunakan Wilcoxon karena data berditrubusi tidak normal. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan intervensi yang diberikan menggunakan video. Hasil penelitian yang didapatkan melalui uji wlxocon dengan p value 0,001, nilai pengetahuan sebelum diberikan intervensi dengan median 60 dan pengetahuan setelah diberikan edukasi nilai median menjadi 80. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pemberian edukasi dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak TK.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pada usia prasekolah rentan terdahap permasalahan kesehatan gigi dan mulut merupakan golongan rawan terjadi karies gigi dan mengalami gigi berlubang. Masalah kesehatan gigi dan mulut adalah hal yang dapat dihindari dengan melakukan perawatan sejak dini untuk mendukung kesehatan gigi salah satunya dengan perawatan masa anak-anak, perawatan gigi anak dilakukan untuk menghindari kellaian atau tanggapan gigi dan membuat gigi sehat, teratur, rapi, dan indah. Salah satu Tindakan untuk mengurangi masalah Kesehatan gigi dan mulut yaitu dengan edukasi.&amp;nbsp; Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegtahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan anak pra sekolah dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut.
&amp;nbsp;Sampel penelitian ini adalah total sampling dengan responden berjumlah 51 dan dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 denganUji statistic menggunakan Uji&amp;nbsp; bivariat menggunakan Wilcoxon karena data berditrubusi tidak normal. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan intervensi yang diberikan menggunakan video animasi digital. Hasil penelitian yang didapatkan melalui uji wlxocon dengan p value 0,001, nilai pengetahuan sebelum diberikan intervensi dengan median 60 dan pengetahuan setelah diberikan edukasi nilai median menjadi 80. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pemberian edukasi dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak TK Annur</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/658</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.658</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 255-262</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 255-262</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/658/432</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/661</identifier>
				<datestamp>2025-02-04T13:07:40Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimalisasi sistem manajemen bed Rumah Sakit Bethesda Yakkum Yogyakarta untuk mempercepat administrasi pasien pulang rawat inap</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Optimalisasi Sistem Manajemen Bed di Rumah Sakit Bethesda Yakkum Yogyakarta untuk Mempercepat Adminisitrasi Pasien Pulang Rawat Inap </dc:title>
	<dc:creator>Priyo Wibowo, Yohanes Eko</dc:creator>
	<dc:creator>Setia Rini, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator> Puji Dyah Utami , Yohana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">sistem manajemen bed, rawat inap, administrasi pasien pulang, action research, peningkatan mutu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sistem manajemen bed</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rawat inap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">administrasi pasien pulang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">action research</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">peningkatan mutu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Pelayanan rawat inap yang bermutu dapat diukur melalui kelancaran proses administrasi pasien pulang yang pengukuran waktunya dapat dipantau secara digital dengan sistem manajemen bed. Penelitian ini bertujuan untuk menggali data dan informasi tentang optimalisasi sistem manajemen bed yang dapat mempercepat waktu administrasi pasien pulang rawat inap di Rumah Sakit Bethesda Yakkum Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain action research yang terbagi dalam tahap diagnosing action, planning action, taking action, dan evaluating action. Intervensi yang dilakukan adalah dengan memberlakukan langkah digital sistem manajemen bed sebagai satu-satunya pintu masuk pemulangan pasien rawat inap dan komunikasi serta koordinasi yang intensif untuk menyampaikan umpan balik pelaksanaan. Terdapat peningkatan persentase ketercapaian administrasi pasien pulang kurang dari 2 jam yaitu pada bulan Januari-Maret 2024 pencapaiannya sebesar 29,40%, pada bulan April 2024 sebesar 50,17%, dan pada akhir bulan Mei-Juli 2024 sebesar 66,91%. Rata-rata waktu administrasi pasien pulang rawat inap pada bulan Januari-Maret 2024 adalah 3 jam 18 menit, pada bulan April 2024 adalah 2 jam 28 menit, dan pada bulan Mei-Juli 2024 adalah 2 jam 9 menit. Masih perlu dilakukan upaya peningkatan terus-menerus dan tidak hanya berhenti sampai tercapainya target indikator mutu administrasi pasien pulang, namun juga sampai kembali tersedianya kamar atau bed untuk pasien-pasien yang akan masuk rawat inap, baik itu dari rawat jalan maupun IGD. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">&amp;nbsp;
Abstrak
&amp;nbsp;
Pelayanan rawat inap yang bermutu dapat diukur melalui kelancaran proses administrasi pasien pulang yang pengukuran waktunya dapat dipantau secara digital dengan sistem manajemen bed. Penelitian ini bertujuan untuk menggali data dan informasi tentang optimalisasi sistem manajemen bed yang dapat mempercepat waktu administrasi pasien pulang rawat inap di Rumah Sakit Bethesda Yakkum Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain action research yang terbagi dalam tahap diagnosing action, planning action, taking action, dan evaluating action. Intervensi yang dilakukan adalah dengan memberlakukan langkah digital sistem manajemen bed sebagai satu-satunya pintu masuk pemulangan pasien rawat inap dan komunikasi serta koordinasi yang intensif untuk menyampaikan umpan balik pelaksanaan. Terdapat peningkatan persentase ketercapaian administrasi pasien pulang kurang dari 2 jam yaitu pada bulan Januari-Maret 2024 pencapaiannya sebesar 29,40%, pada bulan April 2024 sebesar 50,17%, dan pada akhir bulan Mei-Juli 2024 sebesar 66,91%. Rata-rata waktu administrasi pasien pulang rawat inap pada bulan Januari-Maret 2024 adalah 3 jam 18 menit, pada bulan April 2024 adalah 2 jam 28 menit, dan pada bulan Mei-Juli 2024 adalah 2 jam 9 menit. Masih perlu dilakukan upaya peningkatan terus-menerus dan tidak hanya berhenti sampai tercapainya target indikator mutu administrasi pasien pulang, namun juga sampai kembali tersedianya kamar atau bed untuk pasien-pasien yang akan masuk rawat inap, baik itu dari rawat jalan maupun IGD.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: sistem manajemen bed, rawat inap, administrasi pasien pulang, action research, peningkatan mutu</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/661</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.661</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 332-343</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 332-343</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/661/438</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/675</identifier>
				<datestamp>2025-01-30T10:07:27Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh latihan lateral prehension grip terhadap kekuatan otot pada pasien Stroke Non Hemoragik (SNH)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Latihan Lateral Prehension Grip Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik (SNH) Di RSUD Tangguwisia</dc:title>
	<dc:creator>Yunica Astriani</dc:creator>
	<dc:creator>Indah Sintya Dewi, Putu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kata kunci: Stroke Non Hemoragik; Lateral Prehension Grip;  kekuatan otot</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stroke Non Hemoragik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lateral Prehension Grip</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kekuatan otot</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stroke Non Hemoragik adalah gangguan pada sistem saraf pusat akibat terbentuknya bekuan darah yang menghambat aliran darah ke otak. Kondisi ini memicu gangguan fungsi, seperti melemahnya jari-jari tangan. Salah satu metode untuk mengurangi dampaknya adalah rehabilitasi dengan latihan Lateral Prehension Grip. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan Lateral Prehension Grip terhadap kekuatan otot pada pasien Stroke Non Hemoragik. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan metode One Group Pre-Test dan Post-Test. Subjek penelitian adalah pasien Stroke Non Hemoragik yang mengalami kelemahan jari-jari tangan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 12 orang. Analisis dengan uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap kekuatan otot pasien Stroke Non Hemoragik (p=0,025). Dengan demikian, latihan Lateral Prehension Grip terbukti berpengaruh terhadap kekuatan otot pada pasien Stroke Non Hemoragik.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Stroke Non Hemoragik adalah gangguan pada sistem saraf pusat akibat terbentuknya bekuan darah yang menghambat aliran darah ke otak. Kondisi ini memicu gangguan fungsi, seperti melemahnya jari-jari tangan. Salah satu metode untuk mengurangi dampaknya adalah rehabilitasi dengan latihan Lateral Prehension Grip. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan Lateral Prehension Grip terhadap kekuatan otot pada pasien Stroke Non Hemoragik. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan metode One Group Pre-Test dan Post-Test. Subjek penelitian adalah pasien Stroke Non Hemoragik yang mengalami kelemahan jari-jari tangan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 12 orang. Analisis dengan uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap kekuatan otot pasien Stroke Non Hemoragik (p=0,025). Dengan demikian, latihan Lateral Prehension Grip terbukti berpengaruh terhadap kekuatan otot pada pasien Stroke Non Hemoragik.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/675</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.675</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 287-295</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 287-295</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/675/435</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/681</identifier>
				<datestamp>2025-02-04T12:37:38Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:LIRE</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penanganan hipertensi untuk mencegah stroke pada negara berpendapatan menengah ke-bawah: literature review</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penanganan Hipertensi untuk Mencegah Stroke pada Negara Berpendapatan Menengah Kebawah: Literature Review</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Ni Luh Seri</dc:creator>
	<dc:creator>Astriani, Ni Made Dwi Yunica</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Putu Indah Sintya</dc:creator>
	<dc:creator>Antariksawan, I Wayan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Prevent, Hypertension, Stroke, Low Middle Income Country</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pencegahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stroke</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Negara Berpendapatan Menengah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perkembangan penyakit saat ini bergeser dari penyakit menular ke penyakit tidak menular (PTM) akibat adanya sebuah modernisasi seperti penyakit stroke, jantung coroner, gagal ginjal, diabetes mellitus, dan kanker. Tekanan darah yang tidak terkontrol adalah penyebab utama kematian yang dapat dicegah di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Oleh karena itulah perlu mengetahui cara yang dilakukan di Negara yang berpendapatan menegah ke-bawah dalam mencegah hipertensi menjadi penyakit stroke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review menggunakan 4 data base yakni PubMed, Scopus, Science Direct, dan ProQuest. Keyword yang dimasukkan dalam proses pencarian pada data base yakni: “Hypertension”; “Prevention”; “stroke”; “low- middle”;“income”; “country”, artikel yang digunakan memiliki beberapa retriksi yakni dipublikasi 10 tahun terakhir (2015-2025), original research, artikel full text, open access dan desain penelitian true experiment. Proses seleksi artikelmenggunakan PRISMA Diagram dan penilaian kualitas menggunakan instrument dari JBI (Joanna Briggs Institute). Total sebanyak 27 artikel dibaca secara full tex tyang kemudian diseleksi kembali dan total 9 artikel yang disintesis oleh peneliti. Hasil sintesa didapatkan bahwa proses pencegahan dan penanganan hipertensi dalam mencegah stroke adalah menggunakan 4 M (man, money, machine, methods). Keempat domain ini sangat efektif mencegah peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolic di negara yang berpendapatan menengah kebawah </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Modernization is causing a change in disease development from infectious diseases to noncommunicable diseases (NCDs) such as stroke, coronary heart disease, kidney failure, diabetes mellitus, and cancer. Uncontrolled blood pressure is the greatest cause of preventable death in low and middle-income countries. As a result, it is critical to understand what strategies are employed in lower-middle-income nations to keep hypertension from causing a stroke. The methodology employed in this study was a literature review using four databases: PubMed, Scopus, Science Direct, and Proquest. The keywords entered throughout the search procedure in the database are: &quot;Hypertension&quot;; &quot;Prevention&quot; ; &quot;stroke&quot; ; &quot;low-middle&quot; ; &quot;income&quot; ; &quot;country&quot; , The publications used are subject to numerous restrictions, including publishing during the last ten years (2015-2025), original research, full-text articles, open access, and real experiment research design. The PRISMA Diagram is used in the article selection process, while JBI instruments are used for quality assessment. The researcher synthesized 9 papers after reading a total of 27 full-text publications. The synthesis results reveal that the 4 M's (man, money, machine, methods) should be used to prevent and treat hypertension in order to avoid stroke. These four areas are particularly helpful in reducing increases in systolic and diastolic blood pressure in low and middle-income nations.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/681</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.681</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 296-311</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 296-311</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/681/437</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/718</identifier>
				<datestamp>2025-08-13T07:16:55Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerimaan diri dengan tingkat stres pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Sleman Yogyakarta</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Narapidana membutuhkan waktu unt PENERIMAAN DIRI DENGAN TINGKAT  STRES PADA NARAPIDANA DI  LEMBAHA PEMASYARAKATAN KELAS IIB SLEMAN YOGYAKARTA</dc:title>
	<dc:creator>nia, mega</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Penerimaan Diri, Stres, Narapidana</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Self-Acceptance, Stress, Prisoners</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar belakang: Narapidana membutuhkan waktu untuk menerima dirinya di posisi dan lingkungan baru. Penerimaan diri negatif akan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Tingkat stres yang dialami individu berbeda tergantung pada penerimaan diri pada setiap individu. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan tingkat stres pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman Yogyakarta. Metode: Metode yang digunakan cross-sectional dengan desain penelitian deskriptif korelasional. Responden penelitian yaitu narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman Yogyakarta sebanyak 69 responden. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner penerimaan diri yang diadopsi dari pramesti (2021) dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales 42 (DASS 42). Analisis data menggunakan uji kendal tau. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki penerimaan diri tinggi sebanyak 56 responden (81,2%) dan tingkat stres normal sebanyak 32 responden (46.4%). Hasil uji kendal tau menunjukkan nilai signifikan sebesar p&amp;lt;0.001. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara penerimaan diri dengan tingkat stres pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman Yogyakarta. Saran: Penelitian ini dapat dijadikan acuan oleh petugas lapas untuk memberi edukasi kepada narapidana bahwa penerimaan diri sangatlah penting untuk diri sendiri.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang: Narapidana membutuhkan waktu untuk menerima dirinya di posisi dan lingkungan baru. Penerimaan diri negatif akan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Tingkat stres yang dialami individu berbeda tergantung pada penerimaan diri pada setiap individu.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan tingkat stres pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman Yogyakarta.
Metode: Metode yang digunakan cross-sectional dengan desain penelitian deskriptif korelasional. Responden penelitian yaitu narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman Yogyakarta sebanyak 69 responden. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner penerimaan diri yang diadopsi dari pramesti (2021) dan kuesioner DASS 42. Analisis data menggunakan uji kendal tau.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki penerimaan diri tinggi sebanyak 56 responden (81,2%) dan tingkat stres normal sebanyak 32 responden (46.4%). Hasil uji kendal tau menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara penerimaan diri dengan tingkat stres pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman Yogyakarta.
Saran: Penelitian ini dapat dijadikan acuan oleh petugas lapas untuk memberi edukasi kepada narapidana bahwa penerimaan diri sangatlah penting untuk diri sendiri.
Kata Kunci &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Penerimaan Diri, Stres, Narapidana
Daftar Pustaka&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 55 (tahun 2011-2023)
Halaman &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;: &amp;nbsp;xii, 69 halaman, 21 lampiran</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/718</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 1-9</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/718/493</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/722</identifier>
				<datestamp>2025-02-04T13:07:40Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh teknik relaksasi benson terhadap fungsi kognitif pasien stroke</dc:title>
	<dc:creator>ANTARIKSAWAN, I</dc:creator>
	<dc:creator>Aryawan, Kadek Yudi</dc:creator>
	<dc:creator>Widiarta, Gede Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Marthasari, Ni Ketut Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Tania, Ni Luh Linda Ayuni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stroke</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Teknik Relaksasi Benson</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Akupuntuk/akupresur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">fungsi kognutun</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stroke merupakan salah satu penyakit degeneratif terbesar di dunia yang tidak dapat dihindari dengan mudah baik oleh kalangan remaja maupun sudah lanjut usia. Berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan di Indonesia, 12,1 % penduduk sudah terdiagnosis stroke. Di Provinsi Bali terjadi peningkatan yang mengalami stroke pada tahun 2013 dari 7% menjadi 10,7% pada tahun 2018. Fungsi menelan juga harus dinilai, idealnya oleh ahli gangguan bicara dan berbahasa. Fungsi kognitif merupakan proses mental dalam memperoleh pengetahuan atau kemampuan kecerdasan yang meliputi cara berpikir, daya ingat, pengertian, perencanaan, dan pelaksanaan. Kemunduran fungsi kognitif dapat berupa mudah lupa. Mudah lupa ini biasa berlanjut menjadi gangguan kognitifringan sampai ke dimensia sebagai bentuk klinis yang paling berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tehnik relaksasi benson terhadap tingkat fungsi kognitif pada pasien pasien stroke. Desain penelitian kuantitatif dengan sampel penelitian terdiri dari 35 orang dengan stroke. Teknik sampling yang digunakan adalah Non Probality Sampling dengan teknik sampling purposive sampling dan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE) untuk mengukur tingkat kognitif pada pasien stroke setelah diberikan Benson Therapy sesuai dengan standard operasionalprosedur. Analisa data menggunakan uji Paired sampel t-test dengan taraf signifikansi 5% didapatkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,0001 jadi 0,000 &amp;gt; α (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian teknik relaksasi benson terhadap fungsi kognitif pasien stroke. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/722</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.722</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 325-331</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 325-331</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/722/436</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/723</identifier>
				<datestamp>2025-02-11T07:32:32Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh constrain induced movement therapy (CIMT) terhadap fungsional tangan pasien stroke</dc:title>
	<dc:creator>Caecilia Dwi Mayastuti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stroke</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fungsional Tangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metode CIMT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Indeks Bethesda Modified DAS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stroke menjadi salah satu penyebab utama kecacatan jangka panjang di seluruh dunia. Negara berkembang menanggung beban yang paling berat terkait stroke, yaitu sekitar 70 % kematian dan 87 % kecacatan. Pasien stroke dengan hemiparese mengalami tingkat efek parese yang lebih besar pada lengan dibandingkan tungkai dan tingkat pemulihan motorik fungsional pada lengan lebih kecil dibandingkan pada tungkai. Gangguan pada anggota tubuh bagian atas terjadi pada sekitar dua pertiga penderita stroke, sehingga mempengaruhi fungsional tangan. Rumah Sakit Bethesda dengan pelayanan unggulan stroke, bertanggung jawab memberikan pelayanan terbaik, termasuk pada fase rehabilitasi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Constrain Induced Movement Therapy (CIMT) terhadap fungsional tangan pasien stroke. Metode Penelitian: Jenis penelitian menggunakan metode action research, sepuluh pasien stroke rawat jalan menjadi responden dengan purposive sampling. Responden diberikan intervensi CIMT selama 2 minggu. Penelitian ini menggunakan alat ukur indeks Bethesda Modified Disability Arm Shoulder and Hand (DASH). Uji normalitas dengan Shapiro wilk test. Uji hipotesis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Hasil uji paired sample t-test p = 0,000 (p&amp;lt;0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Ada pengaruh Constrain Induced Movement Therapy (CIMT) terhadap fungsional tangan pasien stroke.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">ABSTRAK
Latar belakang: Stroke menjadi salah satu penyebab utama kecacatan jangka panjang di seluruh dunia.Negara berkembang menanggung beban yang paling berat terkait stroke yaitu sekitar 70 % kematian dan 87 % kecacatan. Pasien stroke dengan hemiparese mengalami tingkat efek parese yang lebih besar pada lengan dibandingkan tungkai, dan tingkat pemulihan motorik fungsional pada lengan lebih kecil dibandingkan pada tungkai. Angka kecacatan pasien stroke yaitu mengalami hemiparesis dan pada gangguan motorik ekstremitas atas&amp;nbsp; hanya 5% mencapai fungsi yang baik,sehingga mempengaruhi fungsional tangan.Rumah Sakit Bethesda dengan pelayanan unggulan stroke, bertanggung jawab memberikan pelayanan terbaik termasuk pada fase Rehabilitasi.Tujuan:Untuk mengetahui pengaruh Constrain Induced Movement Therapy (CIMT) terhadap fungsional tangan pasien stroke. Metode Penelitian: Jenis penelitian menggunakan metode action research, 10 pasien stroke rawat jalan menjadi responden dengan purposive sampling. Responden diberikan intervensi Constrain Induced Movement Therapy (CIMT) selama 2 minggu. Penelitian menggunakan alat ukur indeks Bethesda Modified Disability Arm Shoulder and Hand ( DASH ). Uji normalitas dengan Shapiro wilk test. Uji hipotesis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Hasil uji paired sample t-test p = 0,000 (p&amp;lt;0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.Kesimpulan: Ada pengaruh Constrain Induced Movement Therapy (CIMT) terhadap fungsional tangan pasien stroke.
Kata Kunci: Stroke, Fungsional Tangan, Metode CIMT, Indeks Bethesda Modified DASH</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/723</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.723</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 344-357</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 344-357</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/723/440</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/724</identifier>
				<datestamp>2025-02-04T13:07:39Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penurunan stunting dengan Program Posyandu Balita</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penurunan Stunting dengan Program  Posyandu Balita </dc:title>
	<dc:creator>Ikaningtyas, Nurlia</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Ignasia Yunita</dc:creator>
	<dc:creator>Adiyasa, Ratna Puspita</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Reni Puspita</dc:creator>
	<dc:creator>Siswanto, Sukendri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">posyandu balita, stunting, CD Bethesda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">posyandu balita</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">CD Bethesda</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah bagian bentuk Upaya Kesehatan yang Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilakukan oleh, dari, dan untuk masyarakat. Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat (UPKM) CD Bethesda menganggap posyandu balita sebagai program strategis untuk mengatasi berbagai permasalahan pada balita, termasuk stunting. Namun, hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dan anak di bawah usia dua tahun belum memiliki akses memadai ke layanan dasar, dengan hanya 26,7% anak usia di bawah dua tahun (baduta) yang mendapatkan akses layanan dasar secara simultan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan evaluasi program posyandu balita untuk penurunan stunting. Berdasarkan hasil wawancara mendalam didapatkan 6 tema dan 25 kategori. Keenam tema tersebut adalah Posyandu balita mengalami perkembangan saat didampingi CD Bethesda, Dukungan dari pemerintah desa dan puskesmas, Hambatan dalam pelaksanaan posyandu balita, Harapan mayarakat terhadap posyandu balita, Kader melakukan inovasi untuk peningkatan posyandu, dan Peran Kader sesuai dengan peran utama kader posyandu. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan penelitian pengalaman masyarakat di daerah dengan akses terbatas terhadap posyandu balita </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilakukan oleh, dari, dan untuk masyarakat. Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat (UPKM) CD Bethesda menganggap posyandu balita sebagai program strategis untuk mengatasi berbagai permasalahan pada balita, termasuk stunting. Namun, hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dan anak di bawah usia dua tahun belum memiliki akses memadai ke layanan dasar, dengan hanya 26,7% anak usia di bawah dua tahun (baduta) yang mendapatkan akses layanan dasar secara simultan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan evaluasi program posyandu balita untuk penurunan stunting. Berdasarkan hasil wawancara mendalam didapatkan 6 tema dan 25 kategori. Keenam tema tersebut adalah Posyandu balita mengalami perkembangan saat didampingi CD Bethesda, Dukungan dari pemerintah desa dan puskesmas, Hambatan dalam pelaksanaan posyandu balita, Harapan mayarakat terhadap posyandu balita, Kader melakukan inovasi untuk peningkatan posyandu, dan Peran Kader sesuai dengan peran utama kader posyandu. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan penelitian pengalaman masyarakat di daerah dengan akses terbatas terhadap posyandu balita</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/724</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v12i2.724</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 312-324</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan; 312-324</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:source>10.35913/jk.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/724/439</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/732</identifier>
				<datestamp>2025-07-15T05:43:43Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh terapi komplementer bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol di Rumah Terapi Bekam Hidayah Gresik</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH TERAPI KOMPLEMENTER BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DI RUMAH TERAPI BEKAM HIDAYAH GRESIK</dc:title>
	<dc:creator>Nadiyah 'Aisy</dc:creator>
	<dc:creator>Widya Lita Fitrianur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kata Kunci: Terapi Komplementer Bekam Basah, Kolesterol.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keywords: Complementary Therapy for Wet Cupping, Cholesterol.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Kolesterol merupakan lipid sterol penting dalam kesehatan manusia tetapi kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyakit seperti serangan jantung dan stroke. Upaya mengatasi kadar kolesterol yang tinggi selain melakukan terapi farmakologis, Pasien dapat melakukan terapi non-farmakologi salah satunya terapi bekam basah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi komplementer bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol di Rumah Terapi Bekam Hidayah Gresik. Penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah 85 pasien, dengan sampel 40 pasien. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasional kadar kolesterol dan SOP terapi bekam basah. Analisa data menggunakan ujiSimple Paired T-Test. Rerata kadar kolesterol sebelum terapi bekam basah adalah 239,15 mg/dL dan setelah terapi adalah 224,88 mg/dL. Hasil uji T berpasangan menunjukkan nilai p-value 0,025 (&amp;lt;0,05). Ada pengaruh terapi komplementer bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol di Rumah Terapi Bekam Hidayah Gresik. Terapi bekam basah disarankan menjadi intervensi non-farmakologi yang dapat dimanfaatkan pasien untuk menurunkan kadar kolesterol. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kolesterol merupakan lipid sterol penting dalam kesehatan manusia tetapi kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyakit seperti serangan jantung dan stroke. Upaya mengatasi kadar kolesterol yang tinggi selain melakukan terapi farmakologis, penderita dapat melakukan terapi non-farmakologi salah satunya terapi bekam basah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi komplementer bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol di Rumah Terapi Bekam Hidayah Gresik. Penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah 85 pasien, dengan sampel 40 pasien. Teknik sampling yang di gunakan adalah purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasional kadar kolesterol dan SOP terapi bekam basah. Analisa data menggunakan uji Simple Paired T-Test. Rerata kadar kolesterol sebelum terapi bekam basah adalah 239,15 mg/dL dan setelah terapi adalah 224,88 mg/dL. Hasil uji T berpasangan menunjukkan nilai p-value 0,025 (&amp;lt;0,05). Ada pengaruh terapi komplementer bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol di Rumah Terapi Bekam Hidayah Gresik. Terapi bekam basah disarankan menjadi intervensi non-farmakologi yang dapat dimanfaatkan penderita untuk menurunkan kadar kolesterol.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/732</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 70-90</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 70-90</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/732/496</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/735</identifier>
				<datestamp>2025-07-07T02:36:29Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh pemberian jus seledri untuk menurunkan hipertensi pada lansia di Gresik</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH PEMBERIAN JUS SELEDRI UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA GOSARI KECAMATAN UJUNGPANGKAH KABUPATEN GRESIK</dc:title>
	<dc:creator>Jihan Habibah</dc:creator>
	<dc:creator>Diah Fauzia Zuhroh</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kata Kunci: Seledri, Hipertensi, Lansia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Seledri, Hipertensi, Lansia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Hipertensi adalah kondisi kronis dengan peningkatan tekanan darah pada arteri, dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, gagal jantung, stroke, serta gagal ginjal. Selain obat farmakologis, terapi non farmakologis seperti seledri (Apium graveolens Linn) yang mengandung apiin, apigenin, mannitol, magnesium, kalsium, dan vitamin C dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus seledri terhadap penurunan hipertensi pada lansia di Gresik. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan pendekatan onegroup pre-post test design. Populasi penelitian adalah 58 lansia, dengan sampel sebanyak 33 lansia menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalahuji statistic menggunakan lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Rerata tekanan darah sebelum diberikan jus seledri adalah 164,97 mmHg. Rerata tekanan darah setelah diberikan jus seledri adalah 143,27 mmHg. Nilai P didapatkan 0,000 (p&amp;lt;0,05). Ada pengaruh Pemberian jus seledri untuk menurunkan hipertensi pada lansia di Gresik. Diharapkan masyarakat dapat menerapkan pengobatan ini secara tepat dan praktis dalam penanganan hipertensi. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Hipertensi adalah kondisi kronis dengan peningkatan tekanan darah pada arteri, dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, gagal jantung, stroke, serta gagal ginjal. Selain obat farmakologis, terapi non farmakologis seperti seledri (Apium graveolens Linn) yang mengandung apiin, apigenin, mannitol, magnesium, kalsium, dan vitamin C dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus seledri terhadap penurunan hipertensi pada lansia di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan pendekatan one-group pre-post test design. Populasi penelitian adalah 58 lansia, dengan sampel sebanyak 33 lansia menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalahuji statistic menggunakan lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Rerata tekanan darah sebelum diberikan jus seledri adalah 164,97 mmHg. Rerata tekanan darah setelah diberikan jus seledri adalah 143,27 mmHg. Nilai P didapatkan 0,000 (p&amp;lt;0,05). Ada pengaruh &amp;nbsp;Pemberian jus seledri untuk menurunkan hipertensi pada lansia di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Diharapkan masyarakat dapat menerapkan pengobatan ini secara tepat dan praktis dalam penanganan hipertensi.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/735</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 10-22</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 10-22</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/735/494</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/739</identifier>
				<datestamp>2025-08-06T07:52:56Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Intervensi spiritual pada pasien chronic kidney disease yang menjalani  hemodialisis</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Intervensi Spiritual pada Pasien Chronic Kidney Disease on Hemodialysis </dc:title>
	<dc:creator>Hery Ernawati</dc:creator>
	<dc:creator>Hafsari, Apdha Triwulan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">intervensi spiritual</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Chronic Kidney Disease</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hemodialisis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keywords: spiritual intervention; Chronic Kidney Disease; hemodialysis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penderita Chronic Kidney Disease bergantung seumur hidup dengan mesin dialisa sehingga berdampak pada perubahan  dan psikologinya. Kecemasan dan gangguan tidur menjadi salah satu dampak dari perubahan psikologis. Dukungan spiritual merupakan salah satu intervensi yang menghubungkan antara pasien dengan Tuhannya. Tujuan: penulisan literatur review ini memiliki tujuan untuk mengetahui apa saja intervensi spiritual yang dapat di aplikasikan pada penderita Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis serta pentingnya intervensi tersebut dalam menunjang kualitas hidup penderita. Metode dalam penulisan ini adalah menggunakan pedoman PRISMA dengan sumber informasi atau rujukan dari artikel dan jurnal keperawatan dengan minimal penerbitan 5 tahun terakhir. Hasil: berbagai intervensi dukungan spiritual seperti SEFT, Doa, Happy Spiritual. Murottal Al Quran dapat mengurangi dampak psikologis dan fisik pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penderita Chronic Kidney Disease bergantung seumur hidup dengan mesin dialisa sehingga berdampak pada perubahan&amp;nbsp; dan psikologinya. Kecemasan dan gangguan tidur menjadi salah satu dampak dari perubahan psikologis. Dukungan spiritual merupakan salah satu intervensi yang menghubungkan antara pasien dengan Tuhannya. Tujuan: penulisan literatur review ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana intervensi spiritual apa saja yang dapat di aplikasikan pada penderita Chronic Kidney Disease on Hemodialysis serta pentingnya intervensi tersebut dalam menunjang kualitas hidup penderita. Metode dalam penulisan ini adalah menggunakan pedoman PRISMA dengan sumber informasi atau rujukan dari artikel dan jurnal keperawatan dengan minimal penerbitan 5 tahun terakhir. Hasil : berbagai intervensi dukungan spiritual seperti SEFT, Doa, Happy Spiritual. Murottal Al Quran dapat mengurangi dampak psikologis dan fisik pada pasien Chronic Kidney Disease on Hemodialysis.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-08-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/739</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 112-122</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 112-122</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/739/498</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/740</identifier>
				<datestamp>2025-07-07T02:36:29Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Penanganan Pertama Cedera di  Sekolah Dasar Banjarmasin </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Penanganan Pertama Cidera Di Sekolah Dasar Banjarmasin</dc:title>
	<dc:creator>Trifianingsih, Dyah</dc:creator>
	<dc:creator>Rachman, Aulia</dc:creator>
	<dc:creator>Rosa, Margaretha</dc:creator>
	<dc:creator>Diki</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Cedera, Pengetahuan, Penanganan Pertama, Siswa SD</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cedera</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penanganan Pertama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Siswa SD</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cedera merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia dan penyebab utama kematian dan kecacatan pada anak-anak dan remaja di semua kelompok usia, yang mencakup hingga 35% dari semua kematian anak. Salah satu penyebab cedera pada anak diantaranya adalah kasus terjatuh yang dapat menimbulkan luka maupun perdarahan. Anak dapat mengalami cedera yang sengaja atau tidak sengaja saat bermain, melakukan aktivitas di sekolah. Cedera yang dialami anak bersifat ringat hingga berat. Semua kasus cedera harus mendapatkan penanganan yang tepat dan tepat untuk memaksimalkan penyembuhan dan meminimalkan komplikasi seperti infeksi dan kematian. Pengetahuan mengenai penanganan pertama dalam menghadapi berbagai kemungkinan kejadian yang mengancam hidup sangat diperlukan. Penelitian bertujuan menilai tingkat pengetahuan penanganan pertama cedera pada siswa. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian adalah siswa kelas V SDN di Kota Banjarmasin berjumlah 63 responden diambil dengan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan siswa tentang penanganan pertama cedera. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 39 responden (62%), kategori cukup sebanyak 19 responden (30%) dan kategori baik sebanyak 5 responden (8%). Pengetahuan responden dalam penanganan pertama cedera pada anak SD mayoritas berada pada kategori kurang. Pentingnya edukasi dan pemahaman terkait konsep bahaya dan penanganan cedera pada anak sekolah.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Prevalensi cedera pada anak di Indonesia masih sangat tinggi dan menjadi urutan ketiga penyebab kematian anak. Salah satu penyebab cedera pada anak diantaranya adalah kasus terjatuh yang dapat menimbulkan luka maupun perdarahan. Anak dapat mengalami cedera yang sengaja atau tidak sengaja saat bermain, melakukan aktivitas di sekolah. Cedera yang dialami anak bersifat ringat hingga berat. Semua kasus cedera harus mendapatkan penanganan yang tepat dan tepat untuk memaksimalkan penyembuhan dan meminimalkan komplikasi seperti infeksi dan kematian. Pengetahuan mengenai penanganan pertama dalam menghadapi berbagai kemungkinan kejadian yang mengancam hidup sangat diperlukan. Penelitian bertujuan menilai tingkat pengetahuan penanganan pertama cedera pada siswa. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian adalah siswa kelas V SDN 1 Telaga Biru Banjarmasin berjumlah 63 responden diambil dengan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan siswa tentang penanganan&amp;nbsp;pertama cedera. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 39 responden (62%), kategori cukup sebanyak 19 responden (30%) dan kategori baik sebanyak 5 responden (8%). Pengetahuan responden dalam penanganan pertama cedera pada anak SD&amp;nbsp;mayoritas berada pada kategori kurang.&amp;nbsp;Pentingnya edukasi dan pemahaman terkait konsep bahaya dan penanganan cedera pada anak sekolah.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/740</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v13i1.740</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 23-36</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 23-36</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/740/495</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/804</identifier>
				<datestamp>2025-07-15T05:47:42Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi fenomenologi: faktor pencetus perceraian pada perempuan usia muda</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Studi Fenomenologi: Faktor Pencetus Perceraian Pada Perempuan Usia Muda </dc:title>
	<dc:creator>Shaffna Louisa Ariesaumi Orchidnovellty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Perceraian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Divorce</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Factor that trigger divorce</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">
 Perceraian adalah peristiwa yang tidak hanya mengakhiri hubungan pernikahan tetapi juga memberikan dampak emosional yang mendalam, terutama bagi perempuan usia muda. Beberapa faktor penyebab perceraian adalah judi online dan KDRT. Dalam proses menghadapi perceraian, perempuan sering kali mengalami respon berduka yang kompleks sebagai akibat dari kehilangan hubungan, harapan, dan masa depan yang telah direncanakan bersama pasangan. Respon berduka ini mencakup five stages of grieving, seperti denial, anger, bargaining, depression, acceptance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pencetus terjadinya perceraian. Metode penelitian ini menggunakan metode studi fenomenologi. Penelitian ini menekankan pada faktor pencetus perceraian yang dialami perempuan usia muda. Partisipan terdiri dari lima perempuan usia muda yang sedang mengurus perceraian. Data dikumpulkan melalui proses wawancara, dan observasi, kemudian hasil verbatim dianalisis dan dikategorikan. Hasil analisis menunjukkan faktor pencetus perceraian terbanyak yang dialami partisipan adalah judi online dan KDRT. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">
Perceraian adalah peristiwa yang tidak hanya mengakhiri hubungan pernikahan tetapi juga memberikan dampak emosional yang mendalam, terutama bagi perempuan usia muda. Beberapa faktor penyebab perceraian adalah judi online dan KDRT. Dalam proses menghadapi perceraian, perempuan sering kali mengalami respon berduka yang kompleks sebagai akibat dari kehilangan hubungan, harapan, dan masa depan yang telah direncanakan bersama pasangan. Respon berduka ini mencakup 5 stages of grieving, seperti denial, anger, bargaining, depression, acceptance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pencetus terjadinya perceraian. Metode penelitian ini menggunakan metode studi fenomenologi. Penelitian ini menekankan pada faktor pencetus perceraian yang dialami perempuan usia muda. Partisipan terdiri dari 5 perempuan usia muda yang sedang mengurus perceraian. Data dikumpulkan melalui proses wawancara, dan observasi, kemudian hasil verbatim dianalisis dan dikategorikan. Hasil analisis menunjukkan faktor pencetus perceraian terbanyak yang dialami partisipan adalah judi online dan KDRT.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/804</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 91-100</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 91-100</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/804/497</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/844</identifier>
				<datestamp>2025-07-11T03:25:00Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengetahuan tidak berhubungan dengan koping premenstrual syndrome</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengetahuan berhubungan dengan perilaku koping premenstrual syndrome pada remaja putri</dc:title>
	<dc:creator>Syafira Azzahra</dc:creator>
	<dc:creator>Sri Handayani, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Warsiti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Premenstrual Syndrome (PMS); Pengetahuan; Perilaku Koping; Remaja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Premenstrual Syndrome (PMS)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perilaku Koping</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Remaja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Premenstrual Syndrome (PMS) dapat menimbulkan gejala fisik maupun gejala psikologis remaja, hal ini bergantung pada perilaku koping yang diterapkan. Perilaku koping adaptif mengurangi dampak negatif PMS, sebaliknya perilaku koping maladaptif memperburuk gejala serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Diketahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku koping premenstrual syndrome (PMS) pada remaja putri di SMA Negeri 1 Ngemplak Yogyakarta. Desain penelitian metode analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 136 responden kelas XI dan XII dengan teknik Simple random sampling. Peneliti menggunakan kuesioner Pengetahuan Premenstrual Syndrome (KPPMS) dan Kuesioner Perilaku Koping PMS. Analisis data menggunakan Uji Koefisien Kontingensi dengan taraf signifikansi 0,05.Hsail penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan PMS cukup (63,2%) dan perilaku koping PMS maladaptif (54,4%). Hasil uji analisis menunjukkan nilai p=0,911 (p &amp;gt;0,05), bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku koping PMS pada remaja putri di SMA Negeri 1 Ngemplak Yogyakarta. Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku koping PMS pada remaja putri di SMA Negeri 1 Ngemplak Yogyakarta, namun terdapat beberapa faktor seperti faktor ekononi dan riwayat penyakit ginekologi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi koping perilaku PMS.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Premenstrual Syndrome (PMS) dapat menimbulkan gejala fisik maupun gejala psikologis remaja, hal ini bergantung pada perilaku koping yang diterapkan. Perilaku koping adaptif mengurangi dampak negatif PMS, sebaliknya perilaku koping maladaptif memperburuk gejala serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Diketahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku koping premenstrual syndrome (PMS) pada remaja putri di SMA Negeri 1 Ngemplak Yogyakarta. Desain penelitian metode analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 136 responden kelas XI dan XII dengan teknik Simple random sampling. Peneliti menggunakan kuesioner Pengetahuan Premenstrual Syndrome (KPPMS) dan Kuesioner Perilaku Koping PMS. Analisis data menggunakan Uji Koefisien Kontingensi dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan PMS cukup (63,2%) dan perilaku koping PMS maladaptif (54,4%). Hasil uji analisis menunjukkan nilai p=0,911 (p &amp;gt;0,05), bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku koping PMS pada remaja putri di SMA Negeri 1 Ngemplak Yogyakarta. Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku koping PMS pada remaja putri di SMA Negeri 1 Ngemplak Yogyakarta, namun terdapat beberapa faktor seperti faktor ekononi dan riwayat penyakit ginekologi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi koping perilaku PMS.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/844</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v13i1.844</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 37-51</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 37-51</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/844/492</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/847</identifier>
				<datestamp>2025-08-13T07:15:50Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran pelaksanaan perawat penanggung jawab asuhan (PPJA) rumah sakit swasta di Yogyakarta</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">GAMBARAN PELAKSANAAN PERAWAT PENANGGUNG JAWAB ASUHAN (PPJA) RUMAH SAKIT SWASTA DI YOGYAKARTA</dc:title>
	<dc:creator>Permina, Yullya</dc:creator>
	<dc:creator>Intening, Vivi Retno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Perawat, PPJA, Rumah sakit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perawat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PPJA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rumah sakit </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peningkatan tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan rumah sakit menuntut adanya strategi yang tepat untuk memenuhi harapan ini. Dalam hal ini, koordinasi yang efektif di dalam organisasi sangat penting untuk menciptakan sinergi yang baik. Pelayanan keperawatan yang menyeluruh memerlukan profesionalisme dari perawat pengelola maupun perawat pelaksana. Salah satu metode yang dapat memaksimalkan pelayanan keperawatan adalah sistem Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA). Rumah sakit swasta di Yogyakarta telah mulai menerapkan metode PPJA ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan PPJA di rumah sakit swasta di Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan melibatkan 40 responden PPJA. Alat ukur yang diterapkan adalah kuesioner, dan analisis data dilakukan secara univariat. Penelitian ini telah mendapatkan izin etik, dengan nomor 089/KEPK. 02. 01/VI/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia antara 36 hingga 45 tahun, dengan pendidikan terbanyak adalah profesi ners. Berdasarkan lamanya bekerja, sebagian besar responden memiliki pengalaman kerja lebih dari 4 tahun, dan 30 responden mengindikasikan bahwa pelaksanaan PPJA berlangsung dengan baik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan PPJA di rumah sakit swasta di Yogyakarta berada pada tingkat yang baik. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan melalui penerapan metode PPJA.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Peningkatan tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan rumah sakit menuntut adanya strategi yang tepat untuk memenuhi harapan ini. Dalam hal ini, koordinasi yang efektif di dalam organisasi sangat penting untuk menciptakan sinergi yang baik. Pelayanan keperawatan yang menyeluruh memerlukan profesionalisme dari perawat pengelola maupun perawat pelaksana. Salah satu metode yang dapat memaksimalkan pelayanan keperawatan adalah sistem Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA). Rumah sakit swasta di Yogyakarta telah mulai menerapkan metode PPJA ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan PPJA di rumah sakit swasta di Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan melibatkan 40 responden PPJA. Alat ukur yang diterapkan adalah kuesioner, dan analisis data dilakukan secara univariat. Penelitian ini telah mendapatkan izin etik, dengan nomor 089/KEPK. 02. 01/VI/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia antara 36 hingga 45 tahun, dengan pendidikan terbanyak adalah profesi ners. Berdasarkan lamanya bekerja, sebagian besar responden memiliki pengalaman kerja lebih dari 4 tahun, dan 30 responden mengindikasikan bahwa pelaksanaan PPJA berlangsung dengan baik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan PPJA di rumah sakit swasta di Yogyakarta berada pada tingkat yang baik. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan melalui penerapan metode PPJA.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/847</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v13i1.847</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 61-69</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 61-69</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/847/491</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/848</identifier>
				<datestamp>2025-07-07T02:36:29Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Koping spiritual pada Penyitas Stroke</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Koping Spiritual pada Penyitas Stroke</dc:title>
	<dc:creator>Ikaningtyas, Nurlia</dc:creator>
	<dc:creator>Anunciacion , Talosig T.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kata kunci: stroke, penyitas stroke, koping spiritual</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">stroke</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penyitas stroke</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">koping spiritual</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Yogyakarta menjadi provinsi dengan prevalensi stroke tertinggi di Indonesia, mencapai 11.4% pada tahun 2023. Penyintas stroke yang bertahan hidup harus menghadapi berbagai efek jangka panjang yang berpengaruh pada kualitas hidup mereka, termasuk masalah mobilitas, kelelahan, gangguan emosional, dan penurunan fungsi kognitif. Dalam menghadapi kondisi ini, mekanisme koping yang diterapkan oleh penyintas stroke menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas hidup mereka setelah stroke. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Tempat penelitian adalah kota Yogyakarta. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel didapatkan hingga data jenuh.  Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah sepuluh orang. Penelitian ini menghasilakan 48 koding dan empat tema besar yaitu Koping spiritual menjadikan seseorang berfikir posistif, dukungan spiritual dari orang lain meningkatkan koping, praktik spiritual yang dilakukan penyintas stroke, dan koping spiritual meningkatkan penerimaan terhadap kondisinya. Kondisi penyintas stroke tidka mudah untuk dihadapi mereka harus beradaptasi dengan kondisi tubuhnya yang berubah tiba-tiba. Dukungan dari tenaga Kesehatan, keluarga, dan komunitas akan membantu penyintas stroke untuk mempunyai koping yang adaptif. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk dapat meneliti dukungan spiritual yang tepat diberikan kepada penyintas stroke.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Yogyakarta menjadi provinsi dengan prevalensi stroke tertinggi di Indonesia, mencapai 11.4% pada tahun 2023 (Survei Kesehatan Indonesia, 2023). Penyintas stroke yang bertahan hidup harus menghadapi berbagai efek jangka panjang yang berpengaruh pada kualitas hidup mereka, termasuk masalah mobilitas, kelelahan, gangguan emosional, dan penurunan fungsi kognitif (Walsh, 2014). Dalam menghadapi kondisi ini, mekanisme koping yang diterapkan oleh penyintas stroke menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas hidup mereka setelah stroke (Meng et al., 2006).
Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Tempat penelitian adalah kota Yogyakarta. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel didapatkan hingga data jenuh.&amp;nbsp; Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 10 orang.
Penelitian ini menghasilakan 48 koding dan 4 tema besar yaitu Koping spiritual menjadikan seseorang berfikir posistif, dukungan spiritual dari orang lain meningkatkan koping, praktik spiritual yang dilakukan penyitas stroke, dan koping spiritual meningkatkan penerimaan terhadap kondisinya.
Kondisi penyitas stroke tidka mudah untuk dihadapi mereka harus beradaptasi dengan kondisi tubuhnya yang berubah tiba-tiba. Dukungan dari tenaga Kesehatan, keluarga, dan komunitas akan membantu penyitas stroke untuk mempunyai koping yang adaptif.
Saran bagi peneliti selanjutnya untuk dapat meneliti dukungan spiritual yang tepat diberikan kepada penyitas stroke.
Kata kunci: stroke, penyitas stroke, koping spiritual</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/848</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v13i1.848</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 52-60</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 52-60</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/848/490</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/849</identifier>
				<datestamp>2025-08-06T07:52:56Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Poster digital mempengaruhi perilaku pencegahan anemia ibu hamil di Yogyakarta</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">POSTER DIGITAL MEMPENGARUHI PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA IBU HAMIL DI YOGYAKARTA</dc:title>
	<dc:creator>Haryanti, Priyani</dc:creator>
	<dc:creator>Nainggolan, Rosa Herlinawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Anemia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pencegahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Poster Digital</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anemia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Prevention</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Digital poster</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Latar Belakang: Masalah kehamilan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu. Anemia merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan masalah kehamilan. Salah satu puskesmas di Yogyakarta, peneliti menemukan bahwa 48,9% ibu hamil mengalami anemia. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah poster digital memiliki dampak terhadap perubahan perilaku ibu hamil terkait pencegahan anemia. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasy Eksperiment Study dengan metode Pretest Posttest Control Group Design. Terdapat 38 ibu hamil dibagi dalam dua kelompok. Tehnik sampling purposive. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner 11 pernyataan dan telah dimodifikasi. Kelompok intervensi mendapatkan edukasi dengan poster digital sedangkankelompok kontrol tanpa poster digital. Uji Wilcoxon Signed Ranks dan Mann-Whitney digunakan dalam analisis penelitian kami. Hasil: Perilaku pencegahan baik pretest meningkat menjadi 100% saat posttest pada kedua kelompok. Poster digital berpengaruh terhadap perilaku pencegahan anemia p value 0,002 (p&amp;lt;0,05) dan kelompok perawatan rutin (antenatal care) p value 0,000 (p&amp;lt;0,05). Pengaruh poster digital pada kedua kelompok postest p value 0,000 (p&amp;lt;0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi anemia berbasis poster digital terhadap perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil di Puskemas Kota Yogyakarta. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar Belakang: Masalah kehamilan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu. Anemia merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan masalah kehamilan. Salah satu puskesmas di Yogyakarta, peneliti menemukan bahwa 48,9% ibu hamil mengalami anemia. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah poster digital memiliki dampak terhadap perubahan perilaku ibu hamil terkait pencegahan anemia. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasy Eksperiment Study dengan metode Pretest Posttest Control Group Design. Terdapat 38 ibu hamil dibagi dalam dua kelompok. Tehnik sampling purposive. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner 11 pernyataan dan telah dimodifikasi. Kelompok intervensi mendapatkan edukasi dengan poster digital sedangkan kelompok kontrol tanpa poster digital. Uji Wilcoxon Signed Ranks dan Mann-Whitney digunakan dalam analisis penelitian kami. Hasil: Perilaku pencegahan baik pretest meningkat menjadi 100% saat posttest pada kedua kelompok. Poster digital berpengaruh terhadap perilaku pencegahan anemia p value 0,002 (p&amp;lt;0,05) dan kelompok perawatan rutin (antenatal care) p value 0,000 (p&amp;lt;0,05). Pengaruh poster digital pada kedua kelompok postest p value 0,000 (p&amp;lt;0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi anemia berbasis poster digital terhadap perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil di Puskemas Kota Yogyakarta.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-08-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/849</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 101-111</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 101-111</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/849/499</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/948</identifier>
				<datestamp>2025-08-06T07:52:56Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementasi Model Newman untuk perawatan stroke holistik: studi kasus adaptasi budaya di Banjarmasin, Indonesia</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Implementasi Model Newman untuk Perawatan Stroke Holistik: Studi Kasus Adaptasi Budaya di Banjarmasin, Indonesia</dc:title>
	<dc:creator>Dias, Maria Frani Ayu Andari</dc:creator>
	<dc:creator>Maratning, Anastasia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Model Newman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">perawatan stroke holistik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">adaptasi budaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pengobatan tradisional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Model Newman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perawatan stroke holistik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">adaptasi budaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengobatan tradisional</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Model Kesehatan Sistem Newman menawarkan pendekatan holistik dalam perawatan stroke dengan menekankan pentingnya memandang individu sebagai satu kesatuan yang utuh dan melibatkan keluarga serta lingkungan sosial dalam proses perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Model Newman dalam perawatan stroke holistik dengan memperhatikan adaptasi budaya suku Banjar di Banjarmasin. Studi kasus ini dilakukan pada pasien stroke dengan latar belakang budaya yang khas. Metode yang digunakan adalah pengkajian holistik, intervensi keperawatan yang disesuaikan dengan budaya, dan evaluasi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa penerapan Model Newman dengan adaptasi budaya efektif dalam meningkatkan kondisi fisik dan psikologis pasien. Faktor pendukungkeberhasilan perawatan adalah dukungan keluarga, keterlibatan aktif pasien, adaptasi budaya yang dilakukan perawat, dan integrasi pengobatan tradisional yang aman dan relevan. Studi kasus ini menunjukkan pentingnya adaptasi budaya dalam perawatan holistik untuk memenuhi kebutuhan unik pasien di kota Banjarmasin. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan populasi yang lebih besar dan mengembangkan program pendidikan untuk perawat tentang perawatan stroke holistik berbasis budaya </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Model Kesehatan Sistem Newman menawarkan pendekatan holistik dalam perawatan stroke dengan menekankan pentingnya memandang individu sebagai satu kesatuan yang utuh dan melibatkan keluarga serta lingkungan sosial dalam proses perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Model Newman dalam perawatan stroke holistik dengan memperhatikan adaptasi budaya suku Banjar di Banjarmasin. Studi kasus ini dilakukan pada pasien stroke dengan latar belakang budaya yang khas. Metode yang digunakan adalah pengkajian holistik, intervensi keperawatan yang disesuaikan dengan budaya, dan evaluasi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa penerapan Model Newman dengan adaptasi budaya efektif dalam meningkatkan kondisi fisik dan psikologis pasien. Faktor pendukung keberhasilan perawatan adalah dukungan keluarga, keterlibatan aktif pasien, adaptasi budaya yang dilakukan perawat, dan integrasi pengobatan tradisional yang aman dan relevan. Studi kasus ini menunjukkan pentingnya adaptasi budaya dalam perawatan holistik untuk memenuhi kebutuhan unik pasien di kota Banjarmasin. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan populasi yang lebih besar dan mengembangkan program pendidikan untuk perawat tentang perawatan stroke holistik berbasis budaya</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-08-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/948</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 123-137</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 123-137</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/948/500</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/949</identifier>
				<datestamp>2025-08-06T07:52:56Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan pelaksanaan 4 pilar dengan quality of life pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Mlonggo Kabupaten Jepara</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">HUBUNGAN PELAKSANAAN 4 PILAR DENGAN QUALITY OF LIFE PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MLONGGO  KABUPATEN JEPARA </dc:title>
	<dc:creator>Saputro, Dwi Nugroho Heri</dc:creator>
	<dc:creator>Prakoso, Budiawan Adi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pelaksanaan 4 pilar – quality of life – diabetes melitus tipe II</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelaksanaan 4 pilar </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">quality of life </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diabetes melitus tipe 2</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Studi awal yang dilakukan oleh peneliti pada 9 Desember 2022, didapatkan data kunjungan periksa pasien diabetes melitus pada bulan Januari – 9 Desember 2022 sebanyak 860 pasien. Peneliti menemukan bahwa tujuh dari sepuluh pasien yang diwawancara memiliki kualitas hidup dalam kategori tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan 4 pilar dengan quality of life pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Mlonggo Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Populasinya 110 pasien dan sampel diambil secara accidental sampling sebanyak 86 pasien. Analisis bivariat menggunakan bantuan program komputer dengan uji statistik Somers’D..Hasil uji statistik dengan Somers’D didapatkan p-value 0.000 &amp;lt; 0.05 dengan nilai keeratan 0.518, maka dapat disimpulkan bahwa Hα diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pelaksanaan 4 pilar dengan quality of life pasien diabetes melitus tipe 2. Untuk peneliti selanjutnya dapat dijadikan referensi adanya faktor lain khususnya pelaksanaan 4 pilar dengan quality of life. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar Belakang: Studi awal yang dilakukan oleh peneliti pada 9 Desember 2022, didapatkan data kunjungan periksa pasien diabetes melitus pada bulan Januari – 9 Desember 2022 sebanyak 860 pasien. Peneliti menemukan bahwa tujuh dari sepuluh pasien yang diwawancara memiliki kualitas hidup dalam kategori tidak baik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan 4 pilar dengan quality of life penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Mlonggo Kabupaten Jepara.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Populasinya 110 pasien dan sampel diambil secara accidental sampling sebanyak 86 pasien. Analisis bivariat menggunakan bantuan program komputer dengan uji statistik Somers’D.
Hasil: Hasil uji statistik dengan Somers’D didapatkan nilai p-value 0,000 &amp;lt; 0,05 dengan nilai keeratan 0,518, maka dapat disimpulkan bahwa Hα diterima dan Ho ditolak.
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pelaksanaan 4 pilar dengan quality of life penderita diabetes melitus tipe II.
Saran: Untuk peneliti selanjutnya dapat dijadikan referensi adanya faktor lain khususnya pelaksanaan 4 pilar dengan quality of life.
Kata Kunci: Pelaksanaan 4 pilar – quality of life – diabetes melitus tipe II</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-08-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/949</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 138-145</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 138-145</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/949/501</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/953</identifier>
				<datestamp>2025-09-02T01:30:03Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:LIRE</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi komunikasi pada pasien paliatif: Literature Review</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Strategi Komunikasi Pada Pasien Paliatif: Literature Review</dc:title>
	<dc:creator>Lestari, Hayatus Sa'adah Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Rahimi, Fitrian</dc:creator>
	<dc:creator>Rifdah, Karina Nor Izati</dc:creator>
	<dc:creator>Darmayanti , Syifa</dc:creator>
	<dc:creator>Zahra, Fatimah Az</dc:creator>
	<dc:creator>Anggraini, Wahyu Novita</dc:creator>
	<dc:creator>Fibrianti, Rieska</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari , Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Within, Eva Anastasia</dc:creator>
	<dc:creator>Wenda, Toni</dc:creator>
	<dc:creator>Pashar, Imran</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Komunikasi paliatif; Pasien paliatif; Perawatan paliatif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Palliative communication; Palliative patients; Palliative care</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peningkatan jumlah pasien paliatif menuntut komunikasi yang lebih efektif. Komunikasi menjadi kunci dalam mendukung kualitas hidup pasien. Artikel ini bertujuan untuk menelaah strategi komunikasi melalui literature review. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review menggunakan pencarian literatur melalui Scopus, PubMed dan Science Direct. Pencarian artikel mempergunakan kata kunci (&quot;communication&quot; OR &quot;dialogue&quot; OR &quot;interaction&quot; OR &quot;discourse&quot;) AND (&quot;palliative care&quot; OR &quot;end-of-life care&quot; OR &quot;hospice care&quot; OR &quot;supportive care&quot;) AND (&quot;strategies&quot; OR &quot;approaches&quot; OR &quot;methods&quot; OR &quot;techniques&quot;). Kriteria inklusi yang menjadi bahan literature review ini, yaitu: (1) Artikel dengan tahun terbit 2020-2025, (2) Original Artikel, (3) Tersedia full text (4) Artikel berbahasa Inggris (5) Studi Kuantitatif. Tinjauan pustaka ini dilakukan sesuai dengan pedoman PRISMA. Penelusuran literatur menghasilkan 10 artikel yang sesuai untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil sintesa didapatkan bahwa strategi komunikasi yang dapat pada pasien paliatif adalah komunikasi yang berpusat pada pasien, empati dan dukungan emosional, komunikasi kesehatan digital, melibatkan keluarga, dan strategi komunikasi verbal dan non-verbal. Strategi komunikasi tersebut dapat diimplementasikan dalam perawatan paliatif.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Peningkatan jumlah pasien paliatif menuntut komunikasi yang lebih efektif. Komunikasi menjadi kunci dalam mendukung kualitas hidup pasien. Artikel ini bertujuan untuk menelaah strategi komunikasi melalui literature review. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review menggunakan pencarian literatur melalui Scopus, PubMed dan Science Direct. Pencarian artikel mempergunakan kata kunci (&quot;communication&quot; OR &quot;dialogue&quot; OR &quot;interaction&quot; OR &quot;discourse&quot;) AND (&quot;palliative care&quot; OR &quot;end-of-life care&quot; OR &quot;hospice care&quot; OR &quot;supportive care&quot;) AND (&quot;strategies&quot; OR &quot;approaches&quot; OR &quot;methods&quot; OR &quot;techniques&quot;). Kriteria inklusi yang menjadi bahan literature review &amp;nbsp;ini, yaitu: (1) Artikel dengan tahun terbit 2020-2025, (2) Original Artikel, (3) Tersedia full text (4) Artikel berbahasa Inggris&amp;nbsp; (5) Studi Kuantitatif. Proses seleksi artikel menggunakan PRISMA Diagram. Penelusuran literatur menghasilkan 10 artikel yang sesuai untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil sintesa didapatkan bahwa strategi komunikasi yang dapat pada pasien paliatif adalah komunikasi yang berpusat pada pasien, empati dan dukungan emosional, komunikasi kesehatan digital, melibatkan keluarga, dan strategi komunikasi verbal dan non-verbal. Strategi komunikasi tersebut dapat diimplementasikan dalam perawatan paliatif</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/953</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 146-161</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 146-161</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/953/502</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/954</identifier>
				<datestamp>2025-09-02T01:30:03Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Development and preliminary validation of a simple algorithm to assess post-stroke disability</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengembangan dan Validasi Awal dari Algoritma Sederhana untuk Menilai Disabilitas Paska Stroke</dc:title>
	<dc:creator>Pinzon, Rizaldy Taslim</dc:creator>
	<dc:creator>Al Jody, Abraham</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Disabilitas paska stroke</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Modified Rankin scale</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sensitivitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Spesifisitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Modified Rankin scale</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Post-stroke disability</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sensitivity</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Specificity</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Stroke menyebabkan kematian dan disabilitas jangka panjang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Alat ukur derajat disabilitas yang ada memiliki durasi pengerjaan yang lama dan belum disesuaikan dengan konteks budaya lokal. Penelitian ini mengembangkan algoritma cepat untuk menilai disabilitas penyintas stroke di Indonesia. Penelitian potong lintang ini dilaksanakan di RS Bethesda, Yogyakarta, Indonesia. Kami mengumpulkan data demografi dan klinis subyek. Derajat disabilitas dinilai dengan algoritma baru dan modified Rankin Scale (mRS). Validitas criterion dievaluasi melalui perhitungan sensitivitas, spesifisitas, nilai prediktif positif (PPV), dan nilai prediktif negatif (NPV). Kami merekrut 22 subjek. Sebanyak 64% subyek adalah laki-laki dan 73% berusia ≥60 tahun. Dyslipidemia dialami oleh 82% subyek dan fibrilasi atrial pada 9%. Algoritma yang baru memiliki sensitivitas 93,3%, spesifisitas 85,7%, PPV 93,3%, dan NPV 85,7% Algoritma ini memiliki akurasi setara dengan instrumeninstrumen standar. Validasi lanjutan dengan penelitian yang lebih besar, di lebih dari satu tempat penelitian, dan pada pasien dengan disabilitas berat diperlukan sebelum penerapan secara luas. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Stroke menyebabkan kematian dan disabilitas jangka panjang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Alat ukur derajat disabilitas yang ada memiliki durasi pengerjaan yang lama dan belum disesuaikan dengan konteks budaya lokal. Penelitian ini mengembangkan algoritma cepat untuk menilai disabilitas penyintas stroke di Indonesia. Penelitian potong lintang ini dilaksanakan di RS Bethesda, Yogyakarta, Indonesia. Kami mengumpulkan data demografi dan klinis subyek. Derajat disabilitas dinilai dengan algoritma baru dan modified Rankin Scale (mRS). Validitas criterion dievaluasi melalui perhitungan sensitivitas, spesifisitas, nilai prediktif positif (PPV), dan nilai prediktif negatif (NPV). Kami merekrut 22 subjek. Sebanyak 64% subyek adalah laki-laki dan 73% berusia ≥60 tahun. Dyslipidemia dialami oleh 82% subyek dan fibrilasi atrial pada 9%. Algoritma yang baru memiliki sensitivitas 93,3%, spesifisitas 85,7%, PPV 93,3%, dan NPV 85,7% Algoritma ini memiliki akurasi setara dengan instrumen-instrumen standar. Validasi lanjutan dengan penelitian yang lebih besar, di lebih dari satu tempat penelitian, dan pada pasien dengan disabilitas berat diperlukan sebelum penerapan secara luas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-09-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/954</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 176-185</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 176-185</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/954/526</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/957</identifier>
				<datestamp>2025-09-04T08:00:30Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:LIRE</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hambatan perawatan paliatif care dalam perspektif budaya: Literature Review</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Barriers to Palliative Care Palliative Care in a Cultural Perspective: Literature Review</dc:title>
	<dc:creator>Muthmainnah, Muthmainnah</dc:creator>
	<dc:creator>Rusdy, Sabilal</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Cindy Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Khotima, Khusnul</dc:creator>
	<dc:creator>Riskya, Arneta Berliana</dc:creator>
	<dc:creator>Azzahra, Farah</dc:creator>
	<dc:creator>Laynawa, Mia Anggraeni</dc:creator>
	<dc:creator>Najah</dc:creator>
	<dc:creator>Subaru, Alex</dc:creator>
	<dc:creator>Silvani, Meldyalifa</dc:creator>
	<dc:creator>Pahsar, Imran</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Keywords: Palliapaliattive care, culture, barriers</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perawatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">palliative</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">budaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hambatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perawatan akhir hayat atau perawatan paliatif ditujukan untuk pasien yang telah didiagnosis dengan penyakit yang membatasi hidup, tetapi kemungkinan besar tidak akan segera meninggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan perawat dalam melaksanakan perawatan paliatif dalam aspek budaya. Kajian literatur ini melakukan penelusuran dengan kata kunci Perawatan paliatif, budaya, perspektif, hambatan dan budaya melalui mesin pencarian melalui Google Scholar, Pubmed, ScienceDirect, dan ProQuest. Dari hasil penelusuran ditemukan 9 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi berbahasa Inggris maupun Indonesia. Hasil studi literature menunjukan bahwa Hambatan budaya menjadi tantangan utama bagi perawat dalam memberikan perawatan paliatif, karena perbedaan nilai, kepercayaan, dan praktik terkait kematian memengaruhi proses pengambilan keputusan, kompetensi budaya dan komunikasi dengan pasien serta keluarga. Diharapkan perawat meningkatkan kompetensi budaya melalui pelatihan rutin. Perlu juga diterapkan komunikasi yang sensitif terhadap nilai budaya pasien, termasuk melibatkan juru bahasa dan tenaga spiritual bila diperlukan. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Perawatan akhir hayat atau perawatan paliatif ditujukan untuk pasien yang telah didiagnosis dengan penyakit yang membatasi hidup, tetapi kemungkinan besar tidak akan segera meninggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan perawat dalam melaksanakan perawatan paliatif dalam aspek budaya. Kajian literature ini menggunakan panduan PRISMA dengan kata kunci Perawatan paliatif, budaya, perspektif, hambatan dan budaya melalui mesin pencarian melalui Google Scholar, Pubmed, ScienceDirect, ProQuest. Dari hasil penelusuran ditemukan 9 artikel yangsesuai dengan kriteria inklusi dalam rentang waktu 2020-2025 berbahasa inggris maupun inggris. Hasil studi literature menunjukan bahwa Hambatan budaya menjadi tantangan utama bagi perawat dalam memberikan perawatan paliatif, karena perbedaan nilai, kepercayaan, dan praktik terkait kematian memengaruhi proses pengambilan keputusan, kompetensi budaya dan komunikasi dengan pasien serta keluarga. &amp;nbsp;di harapkan&amp;nbsp; perawat meningkatkan kompetensi budaya melalui pelatihan rutin. Perlu juga diterapkan komunikasi yang sensitif terhadap nilai budaya pasien, termasuk melibatkan juru bahasa dan tenaga spiritual bila diperlukan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2025-09-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/957</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan; 162-175</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 1 (2025): In Press; 162-175</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/957/527</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/978</identifier>
				<datestamp>2026-02-16T08:46:56Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:CS</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi kasus pengaruh aromaterapi peppermint pada pasien kanker caecum dengan diagnosa keperawatan nausea</dc:title>
	<dc:creator>Rizq Haniifah, Zulfanada</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> aromaterapi, caecum cancer, kemoterapi, nausea</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Latar Belakang: Kanker caecum atau kanker kolorectal adalah pertumbuhan abnormal pada sel epitel pada daerah kolon atau rectum. Kanker caecum adalah kanker penyebab kematian utama pada akhir tahun 1940 dan awal tahun 1950 dengan jumlah kasus kanker kolorektal merupakan kanker ketiga terbanyak di Indonesia. Salah satu penangan kanker adalah kemoterapi yang bertujuan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi memiliki efek samping yaitu nausea atau biasa disebut dengan timbulnya rasa mual dan muntah. Pemberian aromaterapi dapat menurunkan mual dan muntah, karena peppermint mengandung 50% menthol yang dapat memberikan efek melegakan pada tenggorkan serta dapat menghilangkan mual serta muntah pada pasien. Tujuan: Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan efektifitas aromaterapi peppermint dalam menurunkan rasa mual dan muntah pada pasien kanker caecum. Metode: Studi kasus yang digunakan adalah deskriptif yang bertujuan untuk menerangkan atau menggambarkan masalah yang terjadi dengan pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penentuan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil: intervensi yang diberikan yaitu aromaterapi peppermint terbukti dapat menurunkan mual dan muntah, dibuktikan dengan skor kuisioner INVR semula 18 (mual berat)v dan menurun menjadi 8 (mual ringan). Kesimpulan: setelah diberikan intervensi keperawatan teknik relaksasi nafas dalam selama 3 kali 24 jam masalah teratasi, sehingga dapat memotivasi pasien untuk menerapkan secara mandiri di rumah. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kanker caecum atau kanker kolorectal adalah pertumbuhan abnormal pada sel epitel pada daerah kolon atau rectum (Gusti et al, 2023). Ca caecum adalah kanker penyebab kematian utama pada akhir tahun 1940 dan awal tahun 1950 dengan jumlah kasus kanker kolorektal merupakan kanker ketiga terbanyak di Indonesia (kemenkes,2015). Salah satu penangan kanker adalah kemoterapi yaitu memberikan obat melalui vena yang bertujuan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi memiliki efeksamping yaitu nausea atau biasa disebut dengan timbulnya rasa mual dan muntah. Pemberian aromaterapi dapat menurunkan mual dan muntah, karena peppermint mengandung 50% menthol yang dapat memberikan efek melegakan pada tenggorkan serta dapat menghilangkan mual serta muntah pada pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektifitas aromaterapi peppermint dalam menurunkan rasa mual dan muntah pada pasien ca-caecum Metode: Studi kasus yang digunakan adalah deskriptif yang bertujuan untuk menerangkan atau menggambarkan masalah yang terjadi dengan pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penentuan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil: intervensi yang diberikan yaitu aromaterapi peppermint terbukti dapat menurunkan mual dan muntah, dibuktikan dengan skor kuisioner INVR semula 18 (mual berat)v dan menurun menjadi 8 (mual ringan). Kesimpulan: setelah diberikan intervensi keperawatan teknik relaksasi nafas dalam selama 3 kali 24 jam masalah teratasi, sehingga dapat memotivasi pasien untuk menerapkan secara mandiri di rumah.
&amp;nbsp;
Kata kunci: ca-caecum, kemoterapi, nausea, aromaterapi
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/978</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 289-297</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 289-297</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/978/569</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/979</identifier>
				<datestamp>2026-02-16T08:40:14Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbedaan pengaruh senam ergonomik dan senam tera terhadap tekanan darah dan kemampuan fungsional lansia</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Perbedaan Pengaruh Senam Ergonomik Dan Senam Tera Terhadap Tekanan Darah dan Kemampuan Fungsional Lansia</dc:title>
	<dc:creator>nita laras, dhea</dc:creator>
	<dc:creator>Imania, Dika Rizki</dc:creator>
	<dc:creator>yani, fitri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">lansia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">senam ergonomik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">senam tera</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tekanan darah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kemampuan fungsional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">elderly</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ergonomic gymnastic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tera gymnastic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">blood pressure</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">functional ability</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan serius yang dapat mempercepat penurunan kemampuan fungsional dan mengganggu kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh Senam Ergonomik dan Senam Tera terhadap tekanan darah dan kemampuan fungsional pada lansia. Menggunakan desain quasiexperiment dengan model two-group pre-test post-test, penelitian ini melibatkan 58 lansia yang dipilih melalui perhitungan proporsional sample size dengan OpenEpi. Analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dari 154,55 mmHg menjadi 143,31 mmHg (p = 0,000) dan diastolik dari 92,48 mmHg menjadi 83,14 mmHg (p = 0,000). Kemampuan fungsional juga meningkat dari skor rata-rata 6,24 menjadi 7,17 (p = 0,000). Uji perbedaan antar kelompok menunjukkan bahwa Senam Ergonomik lebih efektif dibanding Senam Tera dalam menurunkan tekanan darah sistolik (p = 0,005) dan diastolik (p = 0,006), tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan kemampuan fungsional (p = 0,093). Kesimpulannya, kedua jenis senam efektif untuk mengontrol tekanan darah dan meningkatkan fungsi fisik lansia, dengan Senam Ergonomik menunjukkan keunggulan dalam menurunkan tekanan darah. Temuan ini dapat dijadikan acuan dalam praktik keperawatan geriatri. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan serius yang dapat mempercepat penurunan kemampuan fungsional dan mengganggu kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh Senam Ergonomik dan Senam Tera terhadap tekanan darah dan kemampuan fungsional pada lansia. Menggunakan desain quasi-experiment dengan model two-group pre-test post-test, penelitian ini melibatkan 58 lansia yang dipilih melalui perhitungan proporsional sample size dengan OpenEpi. Analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dari 154,55 mmHg menjadi 143,31 mmHg (p = 0,000) dan diastolik dari 92,48 mmHg menjadi 83,14 mmHg (p = 0,000). Kemampuan fungsional juga meningkat dari skor rata-rata 6,24 menjadi 7,17 (p = 0,000). Uji perbedaan antar kelompok menunjukkan bahwa Senam Ergonomik lebih efektif dibanding Senam Tera dalam menurunkan tekanan darah sistolik (p = 0,005) dan diastolik (p = 0,006), tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan kemampuan fungsional (p = 0,093). Kesimpulannya, kedua jenis senam efektif untuk mengontrol tekanan darah dan meningkatkan fungsi fisik lansia, dengan Senam Ergonomik menunjukkan keunggulan dalam menurunkan tekanan darah. Temuan ini dapat dijadikan acuan dalam praktik keperawatan geriatri.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/979</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 185-197</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 185-197</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/979/571</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/982</identifier>
				<datestamp>2026-02-16T08:40:36Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenorea pada mahasiswi</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Pemberian Minuman  Kunyit Asam Terhadap Penurunan  Nyeri Dismenorea Pada Mahasiswi  Asrama Unjaya</dc:title>
	<dc:creator>Dini, Aknes</dc:creator>
	<dc:creator>Margi Kusumawardani, Arum</dc:creator>
	<dc:creator>Ardiana Sari, Alfie</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dismenorea</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Minuman Kunyit Asam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Mahasiswi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dismenorea, Minuman Kunyit Asam, Mahasiswi </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Dismenorea adalah nyeri atau kram yang dirasakan pada abdomen bawah, yang muncul sebelum maupun selama menstruasi tanpa disertai adanya gangguan pada organ reproduksi. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas, termasuk proses belajar pada mahasiswi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenorea pada mahasiswi Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Metode penelitian kuantitatif desain quasi-eksperimen dengan pendekatan nonequivalent control group. Populasi penelitian berjumlah 44 responden yang mengalami dismenorea. Terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 22 responden kelompok intervensi dan 22 responden kelompok kontrol, menggunakan teknik purposive sampling.Pengukuran nyeri dilakukan pretest dan posttest 60 menit setelah intervensi menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS). Hasil analisis statistik uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value=0,000&amp;lt;0,05 menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri yang signifikan setelah pemberian minuman kunyit asam, sebelum diberikan ratarata nyeri 5,41 sesudah diberikan menurun menjadi 0,41 setelah intervensi. Kesimpulan ada pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenorea pada mahasiswi Unjaya. Saran bagi mahasiswi diharapkan dapat menerapkan terapi non-farmakologi minuman kunyit asam untuk menurunkan nyeri dismenorea. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Dismenorea adalah nyeri atau kram yang dirasakan pada abdomen bawah, yang muncul sebelum maupun selama menstruasi tanpa disertai adanya gangguan pada organ reproduksi. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas, termasuk proses belajar pada mahasiswi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenorea pada mahasiswi asrama Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Metode penelitian kuantitatif desain quasi-eksperimen dengan pendekatan nonequivalent control group. Populasi penelitian berjumlah 44 responden yang mengalami dismenorea. Terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 22 responden kelompok intervensi dan 22 responden kelompok kontrol, menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran nyeri dilakukan pretest dan posttest 60 menit setelah intervensi menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS). Hasil analisis statistik uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value=0,000&amp;lt;0,05 menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri yang signifikan setelah pemberian minuman kunyit asam, sebelum diberikan rata-rata nyeri 5,41 sesudah diberikan menurun menjadi 0,41 setelah intervensi. Kesimpulan ada pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenorea pada mahasiswi asrama Unjaya. Saran bagi mahasiswi diharapkan dapat menerapkan terapi non-farmakologi minuman kunyit asam untuk menurunkan nyeri dismenorea.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/982</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 198-212</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 198-212</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/982/568</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/986</identifier>
				<datestamp>2026-02-16T08:41:30Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektifitas strengthening exercise dan balance exercise terhadap functional mobility dan risiko jatuh</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Efektifitas Strengthening Exercise dan Balance Exercise Terhadap Functional Mobility dan Risiko Jatuh Pada Lansia</dc:title>
	<dc:creator>Azzahra, Nazwa Noorsaluh</dc:creator>
	<dc:creator>Faidullah, Hili Zadah</dc:creator>
	<dc:creator>Ollin, Siti Nadhir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">lansia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">funcional mobility</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">risiko jatuh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">strengthening exercise</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">balance exercise</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">elderley</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">functional mobility</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">risk of falling</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">strengthening exercise</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">balance exercise</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Lansia sering mengalami penurunan kemampuan mobilitas fungsional yang membuat mereka lebih rentan terhadap risiko jatuh seiring dengan proses penuaan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui intervensi fisioterapi berupa strengthening exercise dan balance exercise, yang bertujuan meningkatkan kekuatan otot serta stabilitas tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kedua jenis latihan tersebut dalam meningkatkan functional mobility dan menurunkan risiko jatuh pada lansia. Desain penelitian yang digunakan adalah randomized controlled trial dengan pendekatan double-blind dan rancangan two-group pretest-posttest. Sebanyak 40 lansia dipilih secara acak ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang mendapatkan strengthening exercise dan balance exercise, serta kelompok kontrol yang tidak mendapatkan intervensi. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi selama empat minggu dengan menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT) untuk menilai mobilitas fungsional, serta Morse Fall Scale (MFS) untuk menilai risiko jatuh. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor TUGT dan penurunan signifikan pada skor MFS pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p &amp;lt; 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa latihan fisik yang dilakukan secara terstruktur mampu meningkatkan stabilitas, koordinasi, dan kekuatan otot pada lansia. Dengan demikian, strengthening exercise dan balance exercise terbukti efektif dalam meningkatkan functional mobility sekaligus menurunkan risiko jatuh. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai strategi preventif dalam program kesehatan lansia. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Lansia rentan mengalami penurunan kemampuan mobilitas fungsional dan peningkatan risiko jatuh akibat proses penuaan. Intervensi fisioterapi seperti strengthening exercise dan balance exercise diyakini dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas strengthening exercise dan balance exercise terhadap peningkatan functional mobility dan penurunan risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desain randomized controlled trial dengan pendekatan double-blind dan two-group pretest-posttest design. Sebanyak 40 lansia dibagi secara acak ke dalam dua kelompok: kelompok perlakuan yang mendapatkan intervensi berupa strengthening exercise dan balance exercise, serta kelompok kontrol yang tidak mendapatkan intervensi. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi selama 4 minggu menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT) untuk menilai mobilitas fungsional, serta Morse Fall Scale (MFS) untuk mengukur risiko jatuh. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada skor TUGT dan penurunan signifikan pada skor MFS pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p &amp;lt; 0,05). Hal ini membuktikan bahwa latihan fisik yang terstruktur secara sistematis mampu meningkatkan stabilitas, koordinasi, dan kekuatan otot pada lansia. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Strengthening exercise dan Balance exercise efektif dalam meningkatkan functional mobility dan menurunkan risiko jatuh pada lansia. Intervensi ini dapat dijadikan strategi preventif dalam program kesehatan lansia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/986</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 213-226</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 213-226</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/986/572</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/987</identifier>
				<datestamp>2026-02-16T08:46:56Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektifitas latihan aerobik terhadap kontrol glikemik pada pasien diabetes mellitus tipe 2: narrative review</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Efektifitas Latihan Aerobik Terhadap Kontrol Glikemik Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2: Narrative Review</dc:title>
	<dc:creator>Annashoffan, Adhitya Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Imron, Moh Ali</dc:creator>
	<dc:creator>Wardhani, Riska Risty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">latihan aerobik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kontrol glikemik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">diabetes melitus tipe 2</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aerobic exercise</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">glycemic control</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">type 2 diabetes mellitus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Diabetes Melitus Tipe 2 (T2DM) merupakan sebuah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia sebagai masalah kesehatan global yang memerlukan penanganan komprehensif. Kontrol glikemik yang optimal adalah pilar utama dalam manajemen T2DM untuk mencegah komplikasi. Latihan fisik, terutama latihan aerobik, secara luas direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang esensial. Tujuan penelitian ini menyajikan tinjauan naratif untuk merangkum dan menganalisis bukti-bukti ilmiah dari literatur terkini mengenai efektivitas berbagai bentuk latihan aerobik terhadap parameter kontrol glikemik pada pasien T2DM. Metode Penelitian berupa tinjauan naratif dengan melibatkan pencarian literatur sistematis pada database PubMed, ScienceDirect, dan Wiley. Kriteria inklusi adalah artikel penelitian eksperimental full-text yang diterbitkan antara tahun 2018 dan 2024 dengankata kunci &quot;Aerobic exercise&quot;, &quot;Type-2 DM patients&quot;, dan &quot;Glycemic Control&quot;. Rentang tahun ini dipilih untuk memastikan bahwa bukti yang dikaji bersumber dari penelitian terbaru yang merepresentasikan perkembangan terkini dalam intervensi latihan aerobik, metode pemantauan glikemik, serta teknologi pendukung sehingga hasil tinjauan ini relevan dengan praktik klinis modern. Proses seleksi menghasilkan 30 artikel yang dianalisis dari total 1.530 artikel yang teridentifikasi. Hasil analisis terhadap 30 studi internasional mengonfirmasi bahwa intervensi latihan aerobik secara signifikan efektif dalam meningkatkan kontrol glikemik. Manfaat yang dilaporkan meliputi penurunan kadar HbA1c, perbaikan glukosa darah puasa, dan peningkatan komposisi tubuh serta kapasitas fisik.Berbagai modalitas latihan terbukti bermanfaat, termasuk program jalan kaki terjadwal, latihan interval intensitas tinggi (HIIT), latihan di lingkungan akuatik, dan tele-rehabilitasi. Waktu pelaksanaan olahraga, seperti setelah makan, juga terbukti efektif dalam mengurangi lonjakan glukosa postprandial. Kesimpulan bahwa latihan aerobik merupakan intervensi yang terbukti kuat dan efektif untuk memperbaiki dan mempertahankan kontrol glikemik pada individu dengan Diabetes Melitus Tipe 2. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Diabetes Melitus Tipe 2 (T2DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan menjadi masalah kesehatan global yang serius. Pengelolaan kontrol glikemik merupakan faktor terpenting dalam penanganan T2DM. Latihan fisik, khususnya latihan aerobik, diakui sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengobatan T2DM karena dapat meningkatkan kontrol glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum dan menganalisis literatur yang ada untuk mengetahui efektivitas dan mekanisme latihan aerobik terhadap kontrol glikemik pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode Narrative Review. Pencarian literatur dilakukan secara online melalui tiga database internasional, yaitu PubMed, ScienceDirect, dan Wiley, dengan kata kunci: “Aerobic exercise”, “Type-2 DM patients”, dan “Glycemic Control”. Kriteria inklusi mencakup artikel internasional full text jenis penelitian eksperimental yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2024. Dari total 1.530 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 30 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis dalam review ini. Hasil review dari 30 artikel internasional menunjukkan bahwa latihan aerobik terbukti efektif dalam meningkatkan kontrol glikemik pada pasien T2DM. Manfaat yang ditemukan meliputi penurunan kadar HbA1c, penurunan glukosa darah puasa, mengurangi variabilitas glikemik, dan meningkatkan sensitivitas insulin. Berbagai jenis latihan aerobik seperti berjalan, bersepeda, latihan interval intensitas tinggi (HIIT), dan latihan di air menunjukkan hasil positif dalam mengontrol glikemik. Kesimpulan penelitian ini bahwa latihan aerobik terbukti efektif sebagai intervensi untuk mengontrol glikemik pada pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/987</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 259-267</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 259-267</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/987/570</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/1034</identifier>
				<datestamp>2026-02-16T08:43:25Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis karakteristik, strategi koping terhadap depresi pada pasien chronic kidney disease</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS KARAKTERISTIK DAN STRATEGI KOPING TERHADAP DEPRESI PADA PASIEN CKD</dc:title>
	<dc:creator>Nursagawati, Yuni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Karakteristik, Mekanisme Koping, Depresi, CKD</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Characteristics, Coping Mechanisms, depression, CKD.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Latar Belakang: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan global yang tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga psikologis, salah satunya depresi yang dipengaruhi karakteristik individu dan mekanisme koping. Tujuan: Menganalisis hubungan karakteristik pasien dan mekanisme koping dengan tingkat depresi pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada 68 pasien CKD stadium 3–5 di RS Harapan Bunda Jakarta Timur menggunakan purposive sampling. Instrumen meliputi kuesioner demografi, Brief COPE Inventory, dan Beck Depression Inventory-II. Analisis datamenggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden berusia 41–60 tahun (50%), perempuan (58,8%), berpendidikan menengah (55,9%), dan menderita CKD 1–5 tahun (48,5%). Mekanisme koping terbanyak kategori cukup (42,6%), sedangkan depresi terbanyak tingkat sedang (51,5%). Terdapat hubungan signifikan usia (p=0,009), jenis kelamin (p=0,010), pendidikan (p=0,008), lama menderita CKD (p=0,002), dan mekanisme koping (p=0,000) dengan tingkat depresi. Kesimpulan: Karakteristik pasien dan mekanisme koping berperan penting dalam menentukan tingkat depresi, di mana koping adaptif cenderung menurunkan depresi, sedangkankoping kurang meningkatkan risiko depresi berat. Implikasi: Deteksi dini, edukasi, konseling psikologis, dan penguatan koping adaptif perlu diintegrasikan untuk mengurangi depresi serta meningkatkan kualitas hidup pasien CKD. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">ABSTRAK
Latar Belakang: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan global yang tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga psikologis, salah satunya depresi yang dipengaruhi karakteristik individu dan mekanisme koping. Tujuan: Menganalisis hubungan karakteristik pasien dan mekanisme koping dengan tingkat depresi pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada 68 pasien CKD stadium 3–5 di RS Harapan Bunda Jakarta Timur menggunakan purposive sampling. Instrumen meliputi kuesioner demografi, Brief COPE Inventory, dan Beck Depression Inventory-II. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05. Hasil: Mayoritas responden berusia 41–60 tahun (50%), perempuan (58,8%), berpendidikan menengah (55,9%), dan menderita CKD 1–5 tahun (48,5%). Mekanisme koping terbanyak kategori cukup (42,6%), sedangkan depresi terbanyak tingkat sedang (51,5%). Terdapat hubungan signifikan usia (p=0,009), jenis kelamin (p=0,010), pendidikan (p=0,008), lama menderita CKD (p=0,002), dan mekanisme koping (p=0,000) dengan tingkat depresi. Kesimpulan: Karakteristik pasien dan mekanisme koping berperan penting dalam menentukan tingkat depresi, di mana koping adaptif cenderung menurunkan depresi, sedangkan koping kurang meningkatkan risiko depresi berat. Implikasi: Deteksi dini, edukasi, konseling psikologis, dan penguatan koping adaptif perlu diintegrasikan untuk mengurangi depresi serta meningkatkan kualitas hidup pasien CKD.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Karakteristik, Mekanisme Koping, Depresi, CKD</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1034</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 227-245</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 227-245</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1034/573</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/1050</identifier>
				<datestamp>2026-02-16T08:46:56Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan kematangan emosi dengan proses pembelajaran Mahasiswa Sarjana Keperawatan semester V: Hubungan Kematangan Emosi dengan  Proses pembelajaran Mahasiswa Sarjana  Keperawatan Semester V di Yogyakarta </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">The The Relationship Between Emotional Maturity and the Learning Process of Fifth-Semester Undergraduate Nursing Students in Yogyakarta: Hubungan Kematangan Emosi dengan  Proses pembelajaran Mahasiswa Sarjana  Keperawatan Semester V di Yogyakarta </dc:title>
	<dc:creator>Banne, Krista</dc:creator>
	<dc:creator>Permina, Yullya</dc:creator>
	<dc:creator>Palupi, Ethic</dc:creator>
	<dc:creator>Puspitasari, Reni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Emotional maturity, learning process, student</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kematangan emosi, proses pembelajaran, mahasiswa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Tugas pertumbuhan yang muncul pada masa dewasa muda mencakup penguatan prinsip kehidupan dan perkembangan emosi. Kematangan emosional sangat penting bagi mahasiswa karena berpengaruh pada kemampuan dalam menghadapi tantangan, baik dalam bidang akademis maupun kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara kematangan emosional dengan proses belajar mahasiswa keperawatan di Yogyakarta. Penelitian ini menerapkan metode deskripsi korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti berjumlah 88 orang dengan 88 mahasiswa sebagai sampel. Metode yang digunakan adalah total sampling, dan alat ukur yang dipakai adalah kuesioner untuk mengukur kematangan emosi serta prosespembelajaran dengan analisis data menggunakan statistik pada α 0.05. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta, yaitu 70 orang, berusia antara 20 hingga 21 tahun, dengan mayoritas adalah perempuan yakni 72 orang. Dalam aspek kematangan emosi, sebagian besar responden yaitu 82 orang termasuk dalam kategori cukup, sedangkan untuk proses pembelajaran, mayoritas atau 58 orang berada dalam kategori baik. Hasil dari uji Spearman Rank menunjukkan P-value sebesar 0.003. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tugas pertumbuhan yang muncul pada masa dewasa muda mencakup penguatan prinsip kehidupan dan perkembangan emosi. Kematangan emosional sangat penting bagi mahasiswa karena berpengaruh pada kemampuan dalam menghadapi tantangan, baik dalam bidang akademis maupun kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara kematangan emosional dengan proses belajar mahasiswa keperawatan di Yogyakarta. Penelitian ini menerapkan metode deskripsi korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti berjumlah 88 orang dengan 88 mahasiswa sebagai sampel. Metode yang digunakan adalah total sampling, dan alat ukur yang dipakai adalah kuesioner untuk mengukur kematangan emosi serta proses pembelajaran dengan analisis data menggunakan statistik pada α 0. 05. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta, yaitu 70 orang, berusia antara 20 hingga 21 tahun, dengan mayoritas adalah perempuan yakni 72 orang. Dalam aspek kematangan emosi, sebagian besar responden yaitu 82 orang termasuk dalam kategori cukup, sedangkan untuk proses pembelajaran, mayoritas atau 58 orang berada dalam kategori baik. Hasil dari uji Spearman Rank menunjukkan P-value sebesar 0. 003.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1050</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 246-258</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 246-258</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1050/565</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/1161</identifier>
				<datestamp>2026-02-23T05:20:16Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Profil triad gangguan jiwa (kecemasan, psikotik, post trauma sindrom disorder) pada populasi geriatri</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PROFIL TRIAD GANGGUAN JIWA  (KECEMASAN, PSIKOTIK, PTSD) PADA POPULASI GERIATRI</dc:title>
	<dc:creator>Nanang Khosim Azhari</dc:creator>
	<dc:creator>Dwi Mulianda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kecemasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">depresi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">PTSD</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">gangguan psikotik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kecemasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">depresi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PTSD</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gangguan psikotik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Populasi geriatrik, yang terdiri dari individu berusia 60 tahun ke atas, rentan terhadap perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mental. Dalam penelitian ini, &quot;Trias Gangguan Mental&quot; yang terdiri dari Kecemasan, Gangguan Psikotik, dan PTSD perlu mendapat perhatian. Data menunjukkan bahwa sekitar 15% lansia mengalami gangguan mental, dengan prevalensi kecemasan sekitar 3,8% dan depresi sebagai yang paling umum. Penelitian terbaru menemukan bahwa 36% populasi geriatrik mengalami kecemasan/depresi dan 37% mengalami PTSD, menunjukkan dua masalah kesehatan mental utama. Meskipun gangguan psikotik tercatat dengan angka yang lebih rendah (27%), gangguan ini tetap menjadi perhatian yang signifikan karena dapat memengaruhi fungsi sehari-hari. Faktor risiko meliputi isolasi sosial, komorbiditas fisik, dan trauma, yang memperburuk kondisi ini. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan kuesioner SRQ-29 untuk mengukur prevalensi dan karakteristik trias gangguan mental. Terapi psikososial, seperti terapi yang berfokus pada trauma, dan lain-lain, diperlukan, menurut temuan penelitian ini. Untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, hasil ini memperkuat perlunya program identifikasi dini dan pengembangan terapi kesehatan mental yang lebih terfokus. Kesehatan mental lansia menjadi perhatian yangsemakin meningkat karena orang-orang hidup lebih lama dari sebelumnya. Strategi holistik diperlukan untuk mengelola kesehatan mental lansia. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Populasi geriatri, yang terdiri dari individu berusia 60 tahun ke atas, rentan terhadap perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat menimbulkan masalah kesehatan mental. Dalam penelitian ini, &quot;Triad Gangguan Jiwa&quot; yang terdiri dari Kecemasan, Gangguan Psikotik, dan PTSD perlu diperhatikan. Data menunjukkan bahwa sekitar 15% lansia mengalami gangguan mental, dengan prevalensi kecemasan sekitar 3,8% dan depresi yang paling umum. Penelitian terbaru menemukan bahwa 36% populasi geriatri mengalami kecemasan/depresi dan 37% memiliki PTSD, yang mengindikasikan dua masalah kesehatan mental utama. Meskipun gangguan psikotik tercatat lebih rendah (27%), tetap menjadi perhatian penting karena dapat memengaruhi fungsi sehari-hari. Faktor risiko termasuk isolasi sosial, komorbiditas fisik, dan trauma, yang memperburuk kondisi tersebut. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui kuesioner SRQ-29 untuk mengukur prevalensi dan karakteristik triad gangguan jiwa. Hasil penelitian menunjukkan perlunya intervensi psikososial, termasuk terapi yang berfokus pada trauma, dst. Temuan ini mendukung perlunya program deteksi dini dan pengembangan intervensi kesehatan mental yang lebih terarah untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Dengan meningkatnya harapan hidup global, perhatian terhadap kesehatan mental populasi geriatri menjadi semakin mendesak, menuntut pendekatan komprehensif dalam pengelolaan kesehatan jiwa lansia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-02-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1161</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 325-334</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 325-334</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1161/576</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/1171</identifier>
				<datestamp>2026-02-16T08:46:56Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Adekuasi hemodialisis (Kt/V) sebagai faktor terkait kualitas hidup pasien hemodialisis</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Adekuasi Hemodialisis  (Kt/V) sebagai Faktor  Terkait Kualitas Hidup  Pasien Hemodialisis</dc:title>
	<dc:creator>Christianingsih, Maria Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Melati, Nimsi</dc:creator>
	<dc:creator>Istiarini, Chatarina Hatri</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Erik Adik Putra Bambang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Gagal Ginjal Kronik; Kualitias Hidup; Renal Dialysis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Chronic Renal Disease; Quality of Life; Renal Dialysis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Pendahuluan: Penyakit ginjal kronis stadium V memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis, dengan keberhasilan yang dinilai melalui adekuasi (Kt/V) sebagai indikator kecukupan dialisis. Kualitas hidup menjadi fokus penting karena banyak pasien hemodialisis masih mengalami keluhan fisik dan psikologis (misalnya nyeri/kram, pruritus, sesak, mual, kelelahan, cemas, gangguan tidur) serta keterbatasan aktivitas dan pekerjaan. Tujuan: mengetahui hubungan ????????/???? dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Metode: kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 pasien. Pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner KDQoL SF-36 versi 1.3. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji spearman rank secara komputerisasi. Hasil: Karakteristi responden didominasi usia 56-65 tahun, perempuan dan suku jawa. Lama hemodialisis 13-60 bulan, kondisi berat badan lebih dari 50 kg hingga 60 kg, dengan kenaikan berat badan antar waktu hemodialisis adalah 3-4 kg. Sebagian besar nilai Kt/V dalam kategori cukup sebesar 70% responden dan sebagian besar kualitas hidup pasien dalam kategori baik sebesar 50% responden dengan nilai p value 0,296 (&amp;gt;0.05). Kesimpulan: tidak ada hubungan nilai Kt/V dengan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian dengan banyak sampel dan variabel yang beragam yang berhubungan dengan Kt/V dan kualitas hidup pasien hemodialisis.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pendahuluan: Penyakit ginjal kronis stadium V memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis, dengan keberhasilan yang dinilai melalui adekuasi&amp;nbsp; &amp;nbsp;sebagai indikator kecukupan dialisis. Kualitas hidup menjadi fokus penting karena banyak pasien hemodialisis masih mengalami keluhan fisik dan psikologis (misalnya nyeri/kram, pruritus, sesak, mual, kelelahan, cemas, gangguan tidur) serta keterbatasan aktivitas dan pekerjaan. Tujuan: mengetahui hubungan kt/v dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Metode: kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 pasien. Pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesiooner KDQoL SF-36 versi 1.3. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji spearman rank secara komputerisasi. Hasil: Karakteristi responden didominasi usia 56-65 tahun, perempuan dan suku jawa. Lama HD 13-60 bulan, kondisi berat badan lebih dari 50 kg hingga 60 kg, dengan kenaikan berat badan antar waktu hemodialisis adalah 3-4 kg. Sebagian besar nilai Kt/V dalam kategori cukup sebesar 70% responden dan sebagian besar kualitas hidup pasien dalam kategori baik sebesar 50% responden dengan nilai p value 0,296 (&amp;gt;0.05). Kesimpulan: tidak ada hubungan nilai Kt/V dengan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian dengan banyak sampel dan variabel yang beragam yang berhubungan dengan Kt/V dan kualitas hidup pasien hemodialisis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1171</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 268-276</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 268-276</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1171/566</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/1173</identifier>
				<datestamp>2026-02-16T14:47:46Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Praktik kiropraktik dalam perawatan masalah tulang belakang di Indonesia: studi kualitatif tentang regulasi, pendidikan, dan persepsi publik</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Praktik Kiropraktik dalam Perawatan Masalah Tulang Tulang Belakang di Indonesia: Studi  Kualitatif tentang Regulasi, Pendidikan,  dan Persepsi Publik</dc:title>
	<dc:creator>Ikaningtyas, Nurlia</dc:creator>
	<dc:creator>Ch. Hatri Istiarini</dc:creator>
	<dc:creator>Dwi Nugroho Heri Saputro</dc:creator>
	<dc:creator>Arshinta</dc:creator>
	<dc:creator>Rita Triharyani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kata kunci: kiropraktik; regulasi; pendidikan; persepsi publik; keselamatan pasien.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kiropraktik; regulasi; pendidikan; persepsi publik; keselamatan pasien</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Kiropraktik merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan komplementer yang berfokus pada penanganan gangguan muskuloskeletal, khususnya tulang belakang. Secara global, praktik kiropraktik telah diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan kesehatan di berbagai negara, namun di Indonesia praktik ini masih menghadapi tantangan regulasi dan penerimaan publik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pandangan pemangku kepentingan terkait regulasi, pendidikan, pengetahuan masyarakat, dan kepercayaan publik terhadap praktik kiropraktik di Indonesia.Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Pengambilan partisipan dilakukan secara purposive sampling hingga mencapai kejenuhan data. Sebanyak sembilan partisipan yang terdiri dari akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, dan klien diwawancarai secara mendalam. Data dianalisismenggunakan metode analisis tematik.Hasil penelitian mengidentifikasi 40 kode, 13 kategori, dan empat tema utama, yaitu: (1) regulasi praktik kiropraktik yang belum jelas, (2) pendidikan formal kiropraktik yang masih dalam pembahasan, (3) keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang kiropraktik, dan (4) rendahnya kepercayaan publik terhadap praktik kiropraktik. Temuan ini menunjukkan bahwa ketiadaan regulasi dan pendidikan formal yang terstandar berkontribusi terhadap variasi praktik serta persepsi negatif masyarakat. Penelitian inimenyimpulkan bahwa pengembangan praktik kiropraktik di Indonesia memerlukan regulasi berbasis bukti, pendidikan formal terakreditasi, dan edukasi publik yang berkelanjutan guna meningkatkan keselamatan pasiendan kepercayaan masyarakat. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kiropraktik merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan komplementer yang berfokus pada penanganan gangguan muskuloskeletal, khususnya tulang belakang. Secara global, praktik kiropraktik telah diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan kesehatan di berbagai negara, namun di Indonesia praktik ini masih menghadapi tantangan regulasi dan penerimaan publik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pandangan pemangku kepentingan terkait regulasi, pendidikan, pengetahuan masyarakat, dan kepercayaan publik terhadap praktik kiropraktik di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Pengambilan partisipan dilakukan secara purposive sampling hingga mencapai kejenuhan data. Sebanyak sembilan partisipan yang terdiri dari akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, dan klien diwawancarai secara mendalam. Metode analisis data menggunakan analisis tematik
Hasil penelitian mengidentifikasi 40 kode, 13 kategori, dan empat tema utama, yaitu: (1) regulasi praktik kiropraktik yang belum jelas, (2) pendidikan formal kiropraktik yang masih dalam pembahasan, (3) keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang kiropraktik, dan (4) rendahnya kepercayaan publik terhadap praktik kiropraktik. Temuan ini menunjukkan bahwa ketiadaan regulasi dan pendidikan formal yang terstandar berkontribusi terhadap variasi praktik serta persepsi negatif masyarakat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan praktik kiropraktik di Indonesia memerlukan regulasi berbasis bukti, pendidikan formal terakreditasi, dan edukasi publik yang berkelanjutan guna meningkatkan keselamatan pasien dan kepercayaan masyarakat.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1173</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 309-324</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 309-324</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1173/575</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/1174</identifier>
				<datestamp>2026-02-16T08:46:56Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Koping Mahasiswa Kesehatan Generasi Z dalam Menghadapi Berbagai Stresor </dc:title>
	<dc:creator>Puspitasari, Reni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">koping</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gen z</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mahasiswa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">stressor</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Saat ini mahasiswa dari Gen Z adalah remaja tumbuh dalam generasi perkembangan teknologi yang pesat. Mahasiswa kesehatan mengalami gangguan kesehatan mental sedang. Tekanan gangguan mental ini perlu ditangani dengan koping yang baik. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan sepuluh partisipan mahasiswa kesehatan Gen Z. Pengambilan data menggunakan wawancara semi tersruktur dengan dua pertanyaan. Hasil penelitian ini diperoleh lima tema. Partisipan memiliki strategi koping yaitu lebih suka tugas mandiri, membicarakan masalah, berdiam diri dikamar dan menangis, melakukan hobi, cerita dengan teman. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Saat ini mahasiswa dari Gen Z adalah remaja tumbuh dalam generasi perkembangan teknologi yang pesat. Mahasiswa kesehatan mengalami gangguan kesehatan mental sedang. Tekanan gangguan mental ini perlu ditangani dengan koping yang baik. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan 10 partisipan mahasiswa kesehatan Gen Z. Pengambilan data menggunakan wawancara semi tersruktur dengan dua pertanyaan. Hasil penelitian ini diperoleh lima tema. Partisipan memiliki strategi koping yaitu lebih suka tugas mandiri, membicarakan masalah, berdiam diri dikamar dan menangis, melakukan hobi, cerita dengan teman.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-02-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1174</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 278-288</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 278-288</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1174/567</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/1176</identifier>
				<datestamp>2026-02-16T08:40:14Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:Ed</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Identifikasi Gap Penelitian melalui Analisis Bibliometrik</dc:title>
	<dc:creator>Kustanti, Christina Yeni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ediorial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">bibliometrik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">gap penelitian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">mapping</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tren publikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">editorial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bibliometrik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gap penelitian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mapping</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tren publikasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Analisis bibliometrik semakin sering diterapkan sebagai pendekatan sistematis untuk memetakan perkembangan ilmu pengetahuan dan secara objektif serta transparan dalam mengidentifikasi gap penelitian. Namun, dalam praktiknya, banyak peneliti, terutama peneliti pemula, masih menghadapi tantangan dalam memahami secara komprehensif tahapan analisis bibliometrik dan menerjemahkannya menjadi dasar untuk mengidentifikasi gap penelitian yang signifikan. Editorial ini bertujuan menguraikan tahapan kunci dalam analisis bibliometrik berdasarkan pengalaman penulis dan literatur metodologis, meliputi: (1) penyusunan strategi pencarian artikel, (2) proses skrining dan ekstraksi data, (3) analisis data bibliometrik, (4) interpretasi hasil, serta (5) penyusunan laporan atau rancangan publikasi bibliometrik. Setiap tahapan dibahas secara konseptual dengan contoh aplikatif untuk menunjukkan bagaimana bibliometrik dapat digunakan tidak hanya sebagai alat pemetaan, tetapi juga sebagai landasan argumentatif dalam merumuskan gap penelitian. Editorial ini menyampaikan bahwa analisis bibliometrik yang dilakukan secara sistematis dan reflektif mampu meningkatkan kualitas dasar argumentasi penelitian. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar penerapan bibliometrik dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan dikombinasikan dengan penilaian substantif guna menghasilkan agenda riset yang relevan dan berpengaruh.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Analisis bibliometrik semakin sering diterapkan sebagai pendekatan sistematis untuk memetakan perkembangan ilmu pengetahuan dan secara objektif serta transparan dalam mengidentifikasi gap penelitian. Namun, dalam praktiknya, banyak peneliti, terutama peneliti pemula, masih menghadapi tantangan dalam memahami secara komprehensif tahapan analisis bibliometrik dan menerjemahkannya menjadi dasar untuk mengidentifikasi gap penelitian yang signifikan. Editorial ini bertujuan menguraikan tahapan kunci dalam analisis bibliometrik berdasarkan pengalaman penulis dan literatur metodologis, meliputi: (1) penyusunan strategi pencarian artikel, (2) proses skrining dan ekstraksi data, (3) analisis data bibliometrik, (4) interpretasi hasil, serta (5) penyusunan laporan atau rancangan publikasi bibliometrik. Setiap tahapan dibahas secara konseptual dengan contoh aplikatif untuk menunjukkan bagaimana bibliometrik dapat digunakan tidak hanya sebagai alat pemetaan, tetapi juga sebagai landasan argumentatif dalam merumuskan gap penelitian. Editorial ini menyampaikan bahwa analisis bibliometrik yang dilakukan secara sistematis dan reflektif mampu meningkatkan kualitas dasar argumentasi penelitian. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar penerapan bibliometrik dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan dikombinasikan dengan penilaian substantif guna menghasilkan agenda riset yang relevan dan berpengaruh.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1176</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35913/jk.v13i2.1176</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 176-184</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 176-184</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1176/535</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/1177</identifier>
				<datestamp>2026-02-16T08:50:49Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:ORA</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran kesehatan mental petugas lembaga pemasyarakatan Kota Kupang</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Gambaran Kesehatan Mental Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kota Kupang </dc:title>
	<dc:creator>Bina, Maria Yoanita</dc:creator>
	<dc:creator>Bili, Anastasia Rina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kesehatan Mental</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Petugas pemasyarakatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Distres psikologis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kesehatan mental; petugas pemasyarakatan; distres psikologis; Kota Kupang.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Transformasi sistem pemasyarakatan Indonesia menuju rehabilitasi humanis sering kali mengabaikan kesejahteraan mental petugas. Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan memetakan gambaran kesehatan mental petugas pada tiga institusi pemasyarakatan di Kota Kupang. Metode penelitian menerapkan teknik pengambilan sampel jenuh terhadap seluruh populasi yang berjumlah 253 petugas. Pengukuran menggunakan instrumen Inventarisasi Kesehatan Mental yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah laki-laki (67.6%-75.3%) pada rentang usia produktif awal (52.7%-54.8%) dengan tingkat pendidikan menengah (54,7%-76.7%). Nilai rata-rata distres psikologis relatif lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata kesejahteraan psikologis di seluruh lokasi. Temuan paling kritis teridentifikasi pada Rumah Tahanan Negara Kelas II B Kupang dengan tingkat tekanan yang sangat tinggi, mengindikasikan adanya penumpukan beban stress biologis yang berat. Penelitian menyimpulkan adanya krisis kesehatan mental sistemikpada petugas. Saran yang diajukan meliputi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan rutin dan penguatan program dukungan teman sejawat. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Transformasi sistem pemasyarakatan Indonesia menuju rehabilitasi humanis sering kali mengabaikan kesejahteraan mental petugas. Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan memetakan gambaran kesehatan mental petugas pada tiga institusi pemasyarakatan di Kota Kupang. Metode penelitian menerapkan teknik pengambilan sampel jenuh terhadap seluruh populasi yang berjumlah dua ratus lima puluh tiga petugas. Pengukuran menggunakan instrumen Inventarisasi Kesehatan Mental yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah laki-laki pada rentang usia produktif awal dengan tingkat pendidikan menengah. Secara klinis, nilai rata-rata gangguan psikologis secara konsisten melampaui skor kesejahteraan psikologis di seluruh lokasi. Temuan paling kritis teridentifikasi pada Rumah Tahanan Negara Kelas Dua B Kupang dengan tingkat tekanan yang sangat tinggi, mengindikasikan adanya penumpukan beban stress biologis yang berat. Penelitian menyimpulkan adanya krisis kesehatan mental sistemik pada petugas. Saran yang diajukan meliputi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan rutin dan penguatan program dukungan teman sejawat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Original paper </dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1177</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 298-308</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 298-308</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1177/574</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/1178</identifier>
				<datestamp>2026-03-25T05:27:20Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:CS</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Asuhan keperawatan pada anak pra sekolah dengan kecemasan hospitalisasi melalui penerapan terapi bermain lego: Nursing Care for Preschool Children with Hospitalization Anxiety Through Lego Play Therapy</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">the Nursing Care for Preschool Children with Hospitalization Anxiety Through Lego Play Therapy: Nursing Care for Preschool Children with Hospitalization Anxiety Through Lego Play Therapy</dc:title>
	<dc:creator>Juani, Syahbina putri</dc:creator>
	<dc:creator>Adelia, Gita</dc:creator>
	<dc:creator>Nita, Yureya</dc:creator>
	<dc:creator>Febriyeni, Cindy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Anxiety, Preschool Children, Lego play therapy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kecemasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anak Prasekolah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Terapi bermain lego</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hospitalisasi dapat menimbulkan stres dan kecemasan pada anak prasekolah akibat perubahan lingkungan, prosedur medis, serta keterpisahan dari keluarga yang berdampak pada proses penyembuhan dan perkembangan psikososial. Kondisi ini memerlukan intervensi keperawatan yang tepat, salah satunya melalui pendekatan nonfarmakologis berbasis perkembangan anak. Terapi bermain LEGO merupakan intervensi yang dapat memberikan distraksi positif, meningkatkan rasa aman, serta menurunkan kecemasan melalui stimulasi motorik halus, kreativitas, dan kontrol diri anak selama hospitalisasi. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan terapi bermain LEGO sebagai intervensi keperawatan berbasis Evidence-Based Practice (EBP) dalam mengatasi kecemasan pada anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi sekaligus mendukung peningkatan kecerdasan dan kreativitas anak. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan melibatkan dua anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Intervensi terapi bermain LEGO diberikan selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 14–16 Juli 2025 dengan durasi 15 menit setiap sesi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan lembar observasi kriteria kecemasan sebelum intervensi (pretest) dan setelah intervensi (posttest). Hasil menunjukkan penurunan tingkat kecemasan pada kedua responden, dari kategori kecemasan sedang menjadi tidak cemas dan kecemasan ringan.Kesimpulannya, terapi bermain LEGO efektif menurunkan kecemasan pada anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Penelitian lanjutan dengan desain eksperimen dan sampel lebih besar disarankan untuk memperkuat bukti ilmiah.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Hospitalisasi dapat menimbulkan stres dan kecemasan pada anak prasekolah akibat perubahan lingkungan, prosedur medis, serta keterpisahan dari keluarga yang berdampak pada proses penyembuhan dan perkembangan psikososial. Kondisi ini memerlukan intervensi keperawatan yang tepat, salah satunya melalui pendekatan nonfarmakologis berbasis perkembangan anak. Terapi bermain LEGO merupakan intervensi yang dapat memberikan distraksi positif, meningkatkan rasa aman, serta menurunkan kecemasan melalui stimulasi motorik halus, kreativitas, dan kontrol diri anak selama hospitalisasi. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan terapi bermain LEGO sebagai intervensi keperawatan berbasis Evidence-Based Practice (EBP) dalam mengatasi kecemasan pada anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi sekaligus mendukung peningkatan kecerdasan dan kreativitas anak. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan melibatkan dua anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Intervensi terapi bermain LEGO diberikan selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 14–16 Juli 2025 dengan durasi 15 menit setiap sesi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan lembar observasi kriteria kecemasan sebelum intervensi (pretest) dan setelah intervensi (posttest). Hasil menunjukkan penurunan tingkat kecemasan pada kedua responden, dari kategori kecemasan sedang menjadi tidak cemas dan kecemasan ringan. Kesimpulannya, terapi bermain LEGO efektif menurunkan kecemasan pada anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Penelitian lanjutan dengan desain eksperimen dan sampel lebih besar disarankan untuk memperkuat bukti ilmiah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1178</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 335-341</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 335-341</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1178/578</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal.stikesbethesda.ac.id:article/1209</identifier>
				<datestamp>2026-03-25T05:27:20Z</datestamp>
				<setSpec>jurnalkesehatan:CS</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi kasus penerapan terapi bermain ular tangga pada anak pra-sekolah dengan kecemasan hospitalisasi: Asuhan Keperawatan Pada Anak Pra Sekolah Dengan Kecemasan Hospitalisasi Melalui Terapi Bermain Ular Tangga di Ruangan Anggrek RSUD Arifin Achmad Pekanbaru</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">the Nursing Care for Preschool Children with Hospitalization Anxiety through Snake and Ladder Play Therapy in the Anggrek Ward of Arifin Achmad Regional Hospital, Pekanbaru.: Asuhan Keperawatan Pada Anak Pra Sekolah Dengan Kecemasan Hospitalisasi Melalui Terapi Bermain Ular Tangga di Ruangan Anggrek RSUD Arifin Achmad Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Anisa, Khairin</dc:creator>
	<dc:creator>Adelia, Gita</dc:creator>
	<dc:creator>Nita, Yureya</dc:creator>
	<dc:creator>Febriyeni, Cindy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kecemasan, Anak Prasekolah, Terapi Bermain, Ular Tangga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kecemasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anak Prasekolah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Terapi Bermain</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ular Tangga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat menimbulkan stres dan kecemasan pada anak usia prasekolah akibat perubahan lingkungan, prosedur medis, serta keterpisahan dari keluarga, yang berpotensi menghambat proses perawatan dan pemulihan. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sejalan dengan prinsip atraumatic care adalah terapi bermain. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi bermain ular tangga dalam menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah di Ruang Anggrek RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif berbasis Evidence-Based Practice (EBP) dengan melibatkan dua anak usia prasekolah yang mengalami kecemasan selama hospitalisasi. Terapi bermain ular tangga diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi ±15–20 menit setiap sesi. Tingkat kecemasan diukurmenggunakan lembar observasi modifikasi Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada kedua klien, dari kategori kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan setelah diberikan terapi bermain ular tangga. Kesimpulannya, terapi bermain ular tangga efektif sebagai intervensi keperawatan dalam menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah serta mendukung penerapan atraumatic care di ruang perawatan anak</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat menimbulkan kecemasan pada anak usia prasekolah akibat perubahan lingkungan, prosedur medis, serta keterpisahan dari keluarga. Kecemasan yang tidak teratasi dapat menghambat proses perawatan dan pemulihan anak. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam pendekatan atraumatic care adalah terapi bermain. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi bermain ular tangga dalam menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah di Ruang Anggrek RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif berbasis Evidence Based Practice pada dua anak usia prasekolah yang mengalami kecemasan selama hospitalisasi. Terapi bermain ular tangga diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi ±15–20 menit setiap sesi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan lembar observasi modifikasi Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil menunjukkan penurunan tingkat kecemasan dari kategori sedang menjadi ringan pada kedua klien. Terapi bermain ular tangga efektif sebagai intervensi keperawatan untuk menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah dan mendukung penerapan atraumatic care di ruang perawatan anak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKES Bethesda Yakkum</dc:publisher>
	<dc:date>2026-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1209</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan; Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan; 342-348</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kesehatan; Vol 13 No 2 (2026): In Press; 342-348</dc:source>
	<dc:source>2502-0439</dc:source>
	<dc:source>2338-7947</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/1209/577</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
