Edukasi kesehatan menopause berbasis kearifan lokal dan media digital: Scoping review
Keywords:
digital media, health education, local wisdom, menopause, women’s adaptationAbstract
Menopause merupakan fase fisiologis alami yang dialami perempuan, umumnya pada usia 45–55 tahun, dan dapat disertai keluhan vasomotor, gangguan tidur, kecemasan, serta perubahan kualitas hidup. Rendahnya literasi kesehatan dan terbatasnya dukungan sosial menyebabkan sebagian perempuan pra-menopause kurang siap beradaptasi. Tujuan: Kajian ini bertujuan memetakan bentuk, media, dan arah dampak edukasi kesehatan menopause berbasis kearifan lokal dan media digital terhadap kesiapan adaptasi perempuan pra-menopause. Metode: Artikel ini menggunakan pendekatan Scoping Review dengan pedoman PRISMA-ScR dan kerangka Population-Concept-Context. Pencarian dilakukan pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, DOAJ, dan Garuda menggunakan kombinasi kata kunci menopause, education, local wisdom, digital media, mHealth, adaptation, dan readiness. Rentang tahun 2013–2025 dipilih untuk menangkap perkembangan literatur setelah meningkatnya pemanfaatan media digital dan mobile health dalam promosi kesehatan, sekaligus tetap mencakup penelitian berbasis komunitas yang relevan. Dari 1,020 artikel yang teridentifikasi, 18 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Literatur yang dipetakan menunjukkan tiga kecenderungan utama: edukasi berbasis kearifan lokal memperkuat dukungan sosial dan pemaknaan positif menopause; media digital memperluas akses informasi dan memudahkan
pengulangan materi; serta kombinasi keduanya paling konsisten dilaporkan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapan adaptasi. Platform yang banyak digunakan meliputi WhatsApp Group, YouTube, poster digital, dan aplikasi mHealth. Kesimpulan: Integrasi kearifan lokal dan media digital berpotensi menjadi model edukasi menopause yang kontekstual, mudah diterima, dan berkelanjutan dalam praktik kebidanan komunitas. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji efektivitas model melalui desain eksperimental dan evaluasi jangka panjang.
References
Gabbe, S. G., Niebyl, J. R., Simpson, J. L., & Landon, M. B. (Eds.). (2017). Obstetrics: Normal and Problem Pregnancies (7th ed.). Philadelphia, PA: Elsevier.
Cunningham, F. G., Leveno, K. J., Bloom, S. L., Spong, C. Y., Dashe, J. S., & Hoffman, B. L. (Eds.). (2018). Williams Obstetrics (25th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Kozier, B., Erb, G., Berman, A. J., Snyder, S. J., Levett-Jones, T., Dwyer, T., & Hales, M. (2014). Kozier & Erb's Fundamentals of Nursing (3rd Australian ed.). Frenchs Forest, NSW: Pearson Australia.
Simkin, P., Whalley, J., & Keppler, A. (2016). Pregnancy, Childbirth and the Newborn: The Complete Guide (5th ed.). New York, NY: Da Capo Lifelong Books.
Murray, S. S., McKinney, E. S., & Garriott, D. (2017). Foundations of Maternal-Newborn and Women's Health Nursing (7th ed.). St. Louis, MO: Elsevier.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2020). Guidelines for Perinatal Care (7th ed.). Elk Grove Village, IL: American Academy of Pediatrics.
World Health Organization (WHO). (2016). WHO Recommendations: Intrapartum Care for a Positive Childbirth Experience. Geneva: World Health Organization.






