HUBUNGAN MOTIVASI KESEMBUHAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DEWASA DI RS KHUSUS PARU RESPIRA YOGYAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.35913/jk.v4i1.56Abstract
Latar Belakang: Motivasi diperlukan untuk mendorong semangat dan meningkatkan kedisiplinan agar patuh
terhadap program pengobatan Tuberkulosis sebab ketidakpatuhan akan menyebabkan kesembuhan rendah,
kematian tinggi, kekambuhan meningkat, penularan kuman pada orang lain meningkat, dan terjadinya
resistensi kuman terhadap obat anti tuberkusosis sehingga tuberkulosis paru sulit disembuhkan. Tujuan:
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kesembuhan dengan
kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis Paru dewasa di Rumah Sakit Khusus Paru Yogyakarta.
Metode: Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian
ini adalah pasien Tuberkulosis Paru dewasa di Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta yang dalam
tahap pengobatan TB selama enam bulan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental
sampling dengan jumlah responden 25 orang. Metode mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Hasil:
Penelitian ini telah dilakukan uji menggunakan Chi squere dengan manual dengan tingkat kemaknaan
α=0,05 dan didapatkan nilai hitung 11,421 dan nilai tabel 5,991 maka Ho ditolak dan Hα diterima yang
berarti ada hubungan antara motivasi kesembuhan dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis
paru dewasa di Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta tahun 2016, kemudian dilakukan uji
keeratan didapatkan 0,559 yang berarti hubungan agak rendah. Kesimpulan: Ada hubungan antara motivasi
kesembuhan dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis Paru dewasa di Rumah Sakit Khusus
Paru Respira Yogyakarta tahun 2016. Saran: saran ditujukan kepada RS Khusus Paru Respira Yogyakarta
agar selalu memberikan penyuluhan kepada pasien Tuberkulosis Paru untuk tetap patuh terhadap program
pengobatan.
Kata kunci: Motivasi kesembuhan - Kepatuhan minum obat - Tuberkulosis Paru
ABSTRACT
Background: Motivation is needed to encourage and improve the discipline to adhere to TB treatment
programs because of non-compliance will lead to lower recovery, higher mortality, increasing recurrence,
increasing transmission of germs to others, and occurrence of bacteria resistance to anti tuberkusosis
that makes it difï¬ cult to cure. Objective: This study was conducted to determine the relationship between
healing motivation and medication compliance of adult patient with pulmonary tuberculosis in Pulmonary
Hospital Yogyakarta. Methods:The study design was a cross sectional correlation, the population in this
study was patient with pulmonary tuberculosis in Respira Pulmonary HospitalYogyakarta who were on the
stage of TB treatment for six months with accidental sampling result 25 people as the respondent. Data
collection used questionnaire. Results: This research was conducted by using Chi square manuallu with
the signiï¬ cance level α = 0.05. It this obtained that calculated value = 11,421 and table value = 5,991
therefore. Ho is rejected and Hα is accepted which means there is a relationship between healing motivation
and medication compliance of adult patient with pulmonary tuberculosis in Pulmonary Hospital Yogyakarta
in 2016. The level of closeness C = 0,559 which means the relationship is rather low. Conclusion: There
is a relationship between healing motivation and medication compliance of adult patient with pulmonary
tuberculosis in Pulmonary Hospital Yogyakarta in 2016.
Advice: Advice addressed to Respira Hospital to always provide conceling/ education on treatment programs
complince for patients with pulmonary tuberculosis.
Keywords: Healing motivation - medication compliance - tuberculosis