CASE REPORT: PENERAPAN RELAKSASI FINGER HOLD UNTUK MENURUNKAN TINGKAT INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI PHACOEMULSIFIKASI DI RUANGAN INSTALASI BEDAH SENTRAL

Penulis

  • Hatma Wahyu Baskoro STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • Fransisca Winandari STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • Berta Priyantoro RS Bethesda Yogyakarta, Indonesia

Abstrak

Katarak merupakan kondisi kekeruhan lensa mata yang menyebabkan penurunan ketajaman penglihatan dan dapat berujung pada kebutaan apabila tidak ditangani. Pascaoperasi katarak, pasien sering mengalami nyeri akibat tindakan pembedahan yang dapat mengganggu kenyamanan serta proses pemulihan. Relaksasi genggam jari (finger holding relaxation) merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis sederhana yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan nyeri melalui mekanisme relaksasi fisik dan emosional. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan relaksasi genggam jari sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien pascaoperasi katarak. Penelitian ini merupakan laporan kasus pada Ny. A, usia 61 tahun, pasien pascaoperasi phacoemulsification dengan pemasangan intraocular lens (IOL). Setelah pasien tiba di ruang pemulihan, intervensi relaksasi genggam jari (finger hold) diberikan selama 20 menit, dengan durasi genggaman setiap jari selama ±2 menit. Tingkat nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala nyeri numerik (Numeric Rating Scale). Selama pelaksanaan intervensi, pasien tampak lebih tenang, menunjukkan respons tertidur, serta jari-jari tangan teraba hangat. Skala nyeri pasien sebelum intervensi adalah 4 (nyeri sedang) dan menurun menjadi 2 (nyeri ringan) setelah intervensi. Penurunan intensitas nyeri ini diduga terjadi akibat efek relaksasi yang memicu pelepasan endorfin, sehingga menurunkan persepsi nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien pascaoperasi.

Diterbitkan

2026-02-03

Citation Check