PENERAPAN ELEVASI KAKI SEBAGAI TINDAKAN KEPERAWATAN UNTUK MENINGKATKAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN PASCA ANESTESI SPINAL DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA

Authors

  • Ebner Agriffa STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • Fransisca Winandari STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • Berta Priyantoro Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, Indonesia

Abstract

Hipotensi pasca anestesi spinal merupakan komplikasi yang sering terjadi akibat blokade saraf simpatis yang menyebabkan vasodilatasi perifer dan penurunan aliran balik vena. Kondisi ini dapat mengganggu perfusi jaringan dan keselamatan pasien di ruang pemulihan. Elevasi kaki 30 derajat merupakan intervensi non-farmakologis sederhana, aman, dan mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan tekanan darah. Mengetahui efektivitas elevasi kaki 30 derajat dalam meningkatkan tekanan darah pada pasien pasca anestesi spinal. Pasien Ny. M, usia 52 tahun, dengan diagnosis hidronefrosis kiri derajat III dan batu ureter distal menjalani tindakan ureteroskopi dengan anestesi spinal. Di ruang pemulihan pasien mengalami penurunan tekanan darah. Intervensi elevasi kaki 30 derajat diberikan sebagai tindakan keperawatan mandiri. Tekanan darah dipantau sebelum dan sesudah intervensi. Hasil pemantauan menunjukkan peningkatan tekanan darah dari 130/72 mmHg sebelum intervensi menjadi 135/75 mmHg setelah 20 menit. Peningkatan ini terjadi akibat peningkatan aliran balik vena ke jantung yang berdampak pada perbaikan hemodinamik. Elevasi kaki 30 derajat efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan tekanan darah pada pasien pasca anestesi spinal.

Author Biographies

Ebner Agriffa , STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta

Latar Belakang: Hipotensi pasca anestesi spinal merupakan komplikasi yang sering terjadi akibat blokade saraf simpatis yang menyebabkan vasodilatasi perifer dan penurunan aliran balik vena. Kondisi ini dapat mengganggu perfusi jaringan dan keselamatan pasien di ruang pemulihan. Elevasi kaki 30 derajat merupakan intervensi non-farmakologis sederhana, aman, dan mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan tekanan darah. Tujuan: Mengetahui efektivitas elevasi kaki 30 derajat dalam meningkatkan tekanan darah pada pasien pasca anestesi spinal. Pengelolaan Kasus: Pasien Ny. M, usia 52 tahun, dengan diagnosis hidronefrosis kiri derajat III dan batu ureter distal menjalani tindakan ureteroskopi dengan anestesi spinal. Di ruang pemulihan pasien mengalami penurunan tekanan darah. Intervensi elevasi kaki 30 derajat diberikan sebagai tindakan keperawatan mandiri. Tekanan darah dipantau sebelum dan sesudah intervensi. Pembahasan: Hasil pemantauan menunjukkan peningkatan tekanan darah dari 130/72 mmHg sebelum intervensi menjadi 135/75 mmHg setelah 20 menit. Peningkatan ini terjadi akibat peningkatan aliran balik vena ke jantung yang berdampak pada perbaikan hemodinamik. Kesimpulan: Elevasi kaki 30 derajat efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan tekanan darah pada pasien pasca anestesi spinal.

Fransisca Winandari, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta

Latar Belakang: Hipotensi pasca anestesi spinal merupakan komplikasi yang sering terjadi akibat blokade saraf simpatis yang menyebabkan vasodilatasi perifer dan penurunan aliran balik vena. Kondisi ini dapat mengganggu perfusi jaringan dan keselamatan pasien di ruang pemulihan. Elevasi kaki 30 derajat merupakan intervensi non-farmakologis sederhana, aman, dan mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan tekanan darah. Tujuan: Mengetahui efektivitas elevasi kaki 30 derajat dalam meningkatkan tekanan darah pada pasien pasca anestesi spinal. Pengelolaan Kasus: Pasien Ny. M, usia 52 tahun, dengan diagnosis hidronefrosis kiri derajat III dan batu ureter distal menjalani tindakan ureteroskopi dengan anestesi spinal. Di ruang pemulihan pasien mengalami penurunan tekanan darah. Intervensi elevasi kaki 30 derajat diberikan sebagai tindakan keperawatan mandiri. Tekanan darah dipantau sebelum dan sesudah intervensi. Pembahasan: Hasil pemantauan menunjukkan peningkatan tekanan darah dari 130/72 mmHg sebelum intervensi menjadi 135/75 mmHg setelah 20 menit. Peningkatan ini terjadi akibat peningkatan aliran balik vena ke jantung yang berdampak pada perbaikan hemodinamik. Kesimpulan: Elevasi kaki 30 derajat efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan tekanan darah pada pasien pasca anestesi spinal.

Berta Priyantoro, Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta

Latar Belakang: Hipotensi pasca anestesi spinal merupakan komplikasi yang sering terjadi akibat blokade saraf simpatis yang menyebabkan vasodilatasi perifer dan penurunan aliran balik vena. Kondisi ini dapat mengganggu perfusi jaringan dan keselamatan pasien di ruang pemulihan. Elevasi kaki 30 derajat merupakan intervensi non-farmakologis sederhana, aman, dan mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan tekanan darah. Tujuan: Mengetahui efektivitas elevasi kaki 30 derajat dalam meningkatkan tekanan darah pada pasien pasca anestesi spinal. Pengelolaan Kasus: Pasien Ny. M, usia 52 tahun, dengan diagnosis hidronefrosis kiri derajat III dan batu ureter distal menjalani tindakan ureteroskopi dengan anestesi spinal. Di ruang pemulihan pasien mengalami penurunan tekanan darah. Intervensi elevasi kaki 30 derajat diberikan sebagai tindakan keperawatan mandiri. Tekanan darah dipantau sebelum dan sesudah intervensi. Pembahasan: Hasil pemantauan menunjukkan peningkatan tekanan darah dari 130/72 mmHg sebelum intervensi menjadi 135/75 mmHg setelah 20 menit. Peningkatan ini terjadi akibat peningkatan aliran balik vena ke jantung yang berdampak pada perbaikan hemodinamik. Kesimpulan: Elevasi kaki 30 derajat efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan tekanan darah pada pasien pasca anestesi spinal.

Downloads

Published

2026-02-03

Citation Check