GAMBARAN IMPLEMENTASI KOMBINASI FOOT MASSAGE DAN ELEVASI KAKI PADA PASIEN DENGAN SIROSIS HEPATIS TERHADAP PENCEGAHAN RISIKO PERFUSI PERIFER DI RUANG PERAWATAN INTENSIF RS SWASTA DI YOGYAKARTA: CASE REPORT
Keywords:
Foot massage - Elevasi kaki - Ankle Brachial Indeks (ABI) - Risiko Perfusi Perifer Tidak EfektifAbstract
Latar Belakang: Pada pasien sirosis hepatis dapat mengakibatkan volume darah efektif yang sampai ke jaringan perifer menurun. Hal ini dikarenakan vasodilatasi yang mengakibatkan aliran darah ke organ perifer dikurangi untuk mempertahankan perfusi ke organ vital. Pada Ny. B ditemukan kondisi CRT >3dtk, ekstremitas dingin, dan terdapat oedema di ekstremitas bawah. Gejala Utama: Pasien menunjukkan tanda gejala risiko perfusi perifer seperti CRT >3dtk, akral dingin dan terdapat edema di ekstremitas bawah. Intervensi Teraputik: Pemberian foot massage 7 menit dengan gerakan stroking, ankle rotation, toe pulls and squeezes, toe slides, arch press, dan diakhiri stroking, dikombinasikan dengan elevasi kaki selama 3 menit elevasi, 2 menit istirahat dan 3 menit untuk elevasi yang dilaksanakan selama 3 hari. Hasil: Berdasarkan terapi komplementer yang dilakukan selama 3 hari didapatkan nilai ABI dalam kategori normal. Pada hari pertama sebelum intervensi didapatkan nilai ABI kanan 1,26 dan ABI kiri 1,19. Setelah intervensi selama 3 hari nilai ABI kanan 1,17 dan ABI kiri 1,25. Kesimpulan: Tindakan foot massage dan elevasi kaki dapat mencegah terjadinya penurunan ABI (ankle brachial indeks), sehingga mencegah terjadinya perfusi perifer tidak efektif, merelaksasikan otot, dan mengurangi oedema.
