SELF-COMPASSION PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH LUAR BIASA
Keywords:
self-compassion, ibu, anak berkebutuhan khusus, SLBAbstract
Latar belakang: Anak berkebutuhan khusus memerlukan pengasuhan yang kompleks sehingga ibu sebagai pengasuh utama berisiko mengalami tekanan psikologis. Self-compassion membantu ibu menerima kondisi anak, mengelola stres, dan menjalankan pengasuhan secara adaptif. Tujuan: Mengetahui gambaran self-compassion ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus di SLB YAPENAS Condongcatur Yogyakarta. Metode: Deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 ibu. Analisis data menggunakan analisis univariat. Alat ukur menggunakan kuesioner self-compassion. Hasil: Karakteristik responden berdasarkan usia paling banyak berusia 36-45 tahun (45,5%), Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga 24 orang (60%), dan tingkat pendidikan menengah 23 orang (57.5%), karakteristik anak Sebagian besar tunagrahita 18 anak (45.0%) dan self-compassion ibu sebagian besar kategori sedang 30 orang (75%). Kesimpulan: Self-compassion ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus di SLB YAPENAS Condongcatur Yogyakarta sebagian besar berada pada kategori sedang. Saran: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain seperti dukungan sosial, dukungan suami, dan stres pengasuhan, serta menggunakan pendekatan kualitatif atau metode campuran.
