BAGAIMANAKAH PERAN KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP PENGETAHUAN PENYAKIT INFEKSI MENULAR PADA REMAJA?
Abstract
Tingginya prevalensi kejadian infeksi penyakit menular seksual tersebut berkaitan dengan praktek perilaku pencegahannya yang masih sangat rendah. Masa remaja sangat erat kaitannya dengan perkembangan psikis pada periode pubertas dan diiringi dengan perkembangan seksual. Kasus sifilis dan gonorrhea paling banyak terjadi pada remaja serta dewasa muda. Komunikasi yang efektif antara orang tua dan remaja dijadikan sebagai strategi utama dalam upaya meningkatkan perilaku seksual yang bertanggung jawab dan meminimalisir perilaku seksual beresiko pada remaja. Metode penelitian yang digunakan yaitu desain penelitian deskripsi analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan 79 sampel penelitian. cara pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik Probability Sampling dengan cara Random Sampling. Uji analisa yang digunakan adalah Uji Pearson dengan tingkat signifikansi p < 0.005. Hasil penelitian diperoleh terdapat Hubungan Komunikasi Orang Tua Terhadap Pengetahuan Penyakit Menular Seksual Pada Siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p value < 0,005) dengan nilai korelasi (r) sebesar 0,778 yang berarti korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang kuat. Orang tua memiliki peran besar dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, dalam perilaku anak menghadapi pubertas, serta penting bagi orang tua untuk membangun komunikasi dengan anak. Komunikasi orang tua ke remaja merupakan salah satu bentuk proses pola asuh yang memiliki pengaruh penting terhadap perilaku seksual remaja.
