CASE REPORT: TEKNIK MENDELSOHN MANEUVER TERHADAP KEMAMPUAN MENELAN PASIEN STROKE INFARK DENGAN DIAGNOSA KEPERAWATAN GANGGUAN MENELAN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT

Authors

  • Diah Listiani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • Tri Wahyuni Ismoyowati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia

Abstract

Pendahuluan: Infark serebral merupakan terganggunya aliran darah ke otak membuat sel-sel otak kehilangan oksigen dan nutrisi penting yang menyebabkan bagian otak mati. Kasus terjadinya disfagia pada pasien stroke adalah sekitar 14%-94%. Sembilan dari sepuluh pasien rawat di Intensive Care Unit 2 Rumah Sakit Swasta Yogyakarta selama 29 Januari – 5 Februari 2024 mengalami gangguan menelan sehingga terpasang nasogastric tube (NGT). Tujuan: Menggambarkan intervensi Mendelsohn Maneuver terhadap kemampuan menelan pasien stroke infark. Hasil: Tn J usia 74 tahun dengan factor risiko kolesterol terkena stroke infark mengalami gangguan menelan telah dilakukan intervensi Mendelsohn Maneuver, alat ukur Functional Dysphagia Scale skor pre-test 38, skor post-test 24 setelah dua kali intervensi dengan durasi 30 menit persesi. Kesimpulan: Intervensi Mendelsohn Maneuver berhasil meningkatkan kemampuan menelan, namun karena pasien enggan makan maka intervensi tidak bisa dilanjutkan. Saran: Peneliti selanjutnya menambah durasi hari intervensi dengan frekuensi 2 kali sehari agar terlihat hasil lebih signifikan pada Functional Dysphagia Scale.

Downloads

Published

2024-08-30

Citation Check