KORELASI KEJADIAN BUNION (HALLUX VALGUS) DENGAN KESEIMBANGAN TUBUH PADA WANITA PENGGUNA SEPATU MODEL HIGH HEELS

Bahasa Inggris

Authors

  • Novita Elisabeth Daeli Universitas Katolik Musi Charitas
  • Sanny Frisca

DOI:

https://doi.org/10.35913/jk.v8i1.166

Keywords:

Bunion, wanita, lansia, high heels, keseimbangan tubuh

Abstract

Bunion atau Hallux Valgus (HV) adalah peradangan sendi kronis yang terjadi saat ibu jari terdorong terus-menerus ke arah jari lainnya. Kelompok paling rentan mengalami bunion adalah kelompok lanjut usia (Lansia). Proses penuaan adalah siklus kehidupan yang ditandai dengan tahapan menurunnya berbagai fungsi organ tubuh, ditandai dengan semakin rentannya tubuh terhadap berbagai serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian misalnya pada sistem kardiovaskuler dan pembuluh darah, pernafasan, endokrin, musculoskeletal dan lain sebagainya. Adanya penurunan berbagai fungsi ini khususnya pada system musculoskeletal dapat mengakibatkan perubahan keseimbangan pada postur tubuh. Resiko yang paling membahayakan akibat hilangnya keseimbangan tubuh pada lansia adalah resiko jatuh. 1 dari 3 lansia berusia lebih dari 65 tahun mengalami jatuh setiap tahunnya dan kejadian jatuh ini disebabkan oleh berbagai hal salah satunya bentuk alas kaki yang digunakan seperti sepatu dengan tumit yang tinggi (high heels), sepatu dengan sol yang licin, serta sepatu dengan ketidakseimbangan antara ketinggian sol tengah dan tumit. Gangguan keseimbangan tubuh menyebabkan lansia memiliki resiko tinggi terhadap terjadinya jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Bunion (Hallux Valgus) dengan keseimbangan tubuh pada wanita pengguna sepatu high heels. Analisis univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan proporsi serta analisis bivariat dengan uji Kendal Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bunion terhadap keseimbangan tubuh lansia (p=0,041) dimana 25% penderita bunion mengalami 85% gangguan keseimbangan tubuh.

References

Aspiani, R.Y. (2014). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Gerontik. Jakarta: Trans Info Media

Bandiyah, S. (2009). Lanjut Usia dan Keperawatan Gerontik. BalitbangKes RI.

Berman A., Snyder S., & Frandsen G., (2016). Kozier & Erb’s Fundamentals of Nursing. Concepts, Process, and Practice. British Library: Pearson Education

Destiana, I. (2015). Hubungan Antara Tinggi dan Tipe Hak Sepatu Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pramuniaga Di Departemen Store X, Semarang. ISSN: 2356-3346

Dewi, Sofia Rhosma. (2014). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Penerbit Deepublish

Gomez RS., Vallejo RB., Iglesias ME. (2019). Heel Height as an Etiology of Hallux Abductus Valgus Development: An electromagnetic Static and Dynamic First Metatarsophalangeal Joint Study. Journal Sensors 2019 (19), 1328. doi:10.3390/s19061328

Gur, G., Ozkal, O., & Dilek B Burcu. (2016). Effect of Corrective Taping on Balance and Gait in Patients with Hallux Valgus. American Orthopaedic Foot & Ankle Society, sagepub.com/journalspermissions.nav (1-9). Doi: 10.1177/10716683347.

Inzunza, García- J. A., Valles-Medina, A. M., Muñoz, F. A., Delgadillo-Ramos, G., & Compean-Ortiz, L. G. (2015). Validity of the Mexican version of the combined Foot Care Confidence/Foot-Care Behavior scale for diabetes. Revista Panamericana de Salud Pública, 38, 35-41.

Kavlak, Yasemin. (2015). The Relation Of Hallux Valgus Severity With Foot

Function And Balance In Older Men. Turkish Journal Of Physiotherapy And Rehabilitation 2015; 26(2).93-99.

López-López, D., Martínez-Vázquez, M., Losa-Iglesias, M. E., Calvo-Lobo, C., Rodríguez-Sanz, D., Palomo-López, P., & Becerro-de-Bengoa-Vallejo, R. (2018). Foot health-related quality of life among elderly with and without lesser toe deformities: A case–control study. Patient preference and adherence, 12, 251.

Lupa, A. M., Hariyanto, T., & Ardiyani, V. M. (2017). Perbedaan Tingkat Keseimbangan Tubuh Antara Lansia Laki-Laki Dan Perempuan. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 2(1).

Maryam, Siti, Ekasari, Mia Fatma., & Rosidawati. (2012). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika

Miller, C.A. (2012). Nursing for wellnes in older adults, sixth edition. Philadelphia : Lipincott Williams & Wilkins

Nine West. 2018. Nine West Heels. [Online] Tersedia di http://www.ninewest.com/womens-heels-and-pumps/7006,default,sc. html?ep_tag=ZT_TOPheels. (Diakses 28 Juni 2019).

Pamela, Bowen G.. (2015). Associations of Sosial Support and Self-Efficacy with Quality of life in Older Adults with Diabetes. Amerika : Journal of Gerontological Nursing

Pramana, P., Yuliana, Y., & Muliani, M. (2019). Prevalensi penderita Bunion pada guru dan pegawai wanita di delapan SMA Negeri di Denpasar yang menggunakan sepatu hak tinggi. Bali Anatomy Journal, 2(1), 1-7.

Price, C., Parker, D., & Nester, C. (2016). Validity and repeatability of three in-shoe pressure measurement systems. Gait & posture, 46, 69-74.

Rahman, R. A. (2015). Analisis Statistik Penelitian Kesehatan (Prosedur Pemilihan Uji HipotesisnPenelitian Kesehatan). (E. Yuandari, Ed.) Bogor: In Media

Taranow, W. S., & Moore, J. R. (2012). Hallux rigidus: a treatment algorithm. Techniques in Foot & Ankle Surgery, 11(2), 65-73.

Wagner, Pablo & Wagner, Emilio. (2018). Is the Rotational Deformity Important in Our DecisionMaking Process for Correction of Hallux Valgus Deformity?. Foot Ankle Clin N Am. Elsevier. https://doi.org/10.1016/j.fcl.2018.01.009

Published

2020-09-14

Issue

Section

Original article