PEMBERIAN TEKNIK VALSAVA MANEUVER UNTUK INTENSITAS NYERI PENUSUKAN ARTERIOVENOUS FISTULA PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISA: CASE REPORT
Kata Kunci:
Chronic Kidney Disease-Hemodialisa-Valsava ManeuverAbstrak
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi hemodialisa secara rutin. Salah satu prosedur penting dalam hemodialisa adalah kanulasi Arteriovenous Fistula (AVF) yang menggunakan jarum berukuran besar dan sering menimbulkan nyeri. Nyeri saat kanulasi AVF dapat meningkatkan kecemasan, menurunkan kenyamanan, serta berpotensi mengganggu kepatuhan pasien terhadap terapi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri adalah Valsalva Maneuver, yang bekerja dengan meningkatkan tekanan intratorakal, menstimulasi saraf vagus, dan menghambat transmisi impuls nyeri. Gejala Utama: Pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisa mengalami nyeri setiap prosedur penusukan AVF, ditandai dengan ekspresi meringis, ketegangan, dan rasa tidak nyaman selama tindakan kanulasi.Terapeutik: Penerapan Valsalva Maneuver pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa dilakukan bersamaan dengan penusukan jarum AVF selama 10–15 detik. Intervensi diberikan pada tanggal 5 dan 8 November 2025, dengan evaluasi intensitas nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) setelah tindakan.Kesimpulan: Valsalva Maneuver terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri saat penusukan AVF pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisa, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan pasien selama prosedur.
