PEMBERIAN TEKNIK VALSAVA MANEUVER UNTUK INTENSITAS NYERI PENUSUKAN ARTERIOVENOUS FISTULA PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISA: CASE REPORT

Penulis

  • Murni Iman Daeli STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • Nimsi Melati STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • Eko Widayanto RS Bethesda Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Chronic Kidney Disease-Hemodialisa-Valsava Maneuver

Abstrak

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi hemodialisa secara rutin. Salah satu prosedur penting dalam hemodialisa adalah kanulasi Arteriovenous Fistula (AVF) yang menggunakan jarum berukuran besar dan sering menimbulkan nyeri. Nyeri saat kanulasi AVF dapat meningkatkan kecemasan, menurunkan kenyamanan, serta berpotensi mengganggu kepatuhan pasien terhadap terapi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri adalah Valsalva Maneuver, yang bekerja dengan meningkatkan tekanan intratorakal, menstimulasi saraf vagus, dan menghambat transmisi impuls nyeri. Gejala Utama: Pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisa mengalami nyeri setiap prosedur penusukan AVF, ditandai dengan ekspresi meringis, ketegangan, dan rasa tidak nyaman selama tindakan kanulasi.Terapeutik: Penerapan Valsalva Maneuver pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa dilakukan bersamaan dengan penusukan jarum AVF selama 10–15 detik. Intervensi diberikan pada tanggal 5 dan 8 November 2025, dengan evaluasi intensitas nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) setelah tindakan.Kesimpulan: Valsalva Maneuver terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri saat penusukan AVF pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisa, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan pasien selama prosedur.

Biografi Penulis

Murni Iman Daeli, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta

Pendahuluan : Tn. R dengan Chronic Kidney Disease (CKD) mengalami nyeri saat prosedur kanulasi AVF dalam terapi hemodialisa sejak November 2024. Prosedur pemasangan jarum berukuran besar sering menimbulkan nyeri yang dapat meningkatkan kecemasan serta menurunkan kenyamanan dan kepatuhan terapi. Salah satu teknik nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri yaitu Valsalva Maneuver, yang bekerja dengan meningkatkan tekanan intratorakal sehingga menstimulasi saraf vagus dan menghambat transmisi impuls nyeri. Metode : Tn. R dengan Chronic Kidney Disease (CKD) baru menjalani hemodialisa sejak November 2024 dan mengalami nyeri setiap prosedur kanulasi AVF. Intervensi terapeutik yang diberikan yaitu Valsalva Maneuver pada tanggal 5 dan 8 November 2025 selama 10–15 detik bersamaan dengan penusukan jarum AVF. Intensitas nyeri diukur setelah intervensi menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Hasil : Setelah intervensi pertama pada 5 November 2025, nyeri menurun menjadi skala 2, pasien lebih tenang dan tidak meringis. Setelah intervensi kedua pada 8 November 2025, nyeri menurun menjadi skala 1, pasien tampak relaks, tidak meringis, dan menyatakan prosedur lebih nyaman tanpa keluhan lanjutan selama dialisis. Kesimpulan : Intervensi Valsalva Maneuver terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri saat penusukan AVF pada pasien hemodialisa. Saran : Diharapkan Valsalva Maneuver dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis tambahan di ruang hemodialisa untuk meningkatkan kenyamanan pasien dan mendukung kepatuhan terhadap terapi hemodialisa.

Diterbitkan

2026-02-03

Citation Check