PERTIMBANGAN PEMBERIAN SIKLUS TEKNIK SLOW DEEP BREATHING UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN ACS: CASE REPORT
Keywords:
Slow Deep Breathing- Tekanan Darah- ACSAbstract
Acute Coronary Syndrom (ACS) adalah kondisi otot jantug (miokard) mengalami kekurangan suplai darah sehingga terjadi infark. ACS dapat disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah hipertensi. Terdapat alternatif jenis terapi non farmakologis yang dapat diterapkan untuk mengendalikan hipertensi yaitu Teknik Relaksasi Slow Deep Breathing. Teknik Slow Deep Breathing diberikan mulai tanggal 10–12 November 2025 selama 3 sesi pertemuan dengan masing masing sesi meliputi pada hari pertama diberikan sebanyak 2 siklus, hari kedua sebanyak 4 siklus dan hari ketiga sebanyak 6 siklus. Hasil evaluasi membandingkan tekanan darah hari pertama sebelum dilakukan intervensi yaitu 142/91 mmHg (kategori hipertensi derajat 1) dibandingkan dengan setelah intervensi di hari ketiga menjadi 110/70 mmHg (optimal). Terjadi penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi selama 3 hari. Penurunan tanda- tanda vital Bp. B setelah melakukan Teknik Relaksasi Slow Deep Breathing ini dikarenakan oleh peningkatan sistem parasimpatis dan penurunan sistem simpatis. Peningkatan sistem parasimpatis meningkatkan central inhibitor rhythms sehingga terjadi aktivasi baroreflek sehingga tekanan darah turun dan tanda- tanda vital lainnya mendekati nilai normal. Hasil evaluasi tekanan darah sebelum dilakukan intervensi yaitu 142/91 mmHg (hipertensi derajat 1) dan setelah intervensi di hari ketiga menjadi 110/70 mmHg (optimal). Keberhasilan penurunan tekanan darah didapatkan dari kombinasi Teknik Relaksasi Slow Deep Breathing, obat-obatan penunjang dan juga faktor psikologis Bp. B. Pertimbangan pemberian siklus Teknik Relaksasi Slow Deep Breathing memerlukan kecermatan perawat dalam menganalisa data subjektif dan data objektif selama intervensi diberikan.
