PENERAPAN HAND MASSAGE UNTUK MENURUNKAN TINGKAT ANSIETAS PASIEN PREOPERASI DEBRIDEMENT DAN DRAINAGE DENGAN ANESTESI SPINAL

Authors

  • Stefanus Delfinus Toma STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • Fransisca Winandari STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • Berta Priyantoro Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, Indonesia

Keywords:

Hand massage – ansietas – preoperasi – debridement - anestesi spinal

Abstract

Ansietas merupakan masalah umum pada pasien preoperasi, termasuk pada tindakan debridement dan drainage dengan anestesi spinal. Data Oktober 2025 menunjukkan bahwa dari 90 tindakan operasi spinal di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, sebagian besar pasien mengalami kegelisahan dan ketakutan. Kondisi ini dapat mengganggu kesiapan pembedahan serta memengaruhi stabilitas fisiologis. Hand massage dipilih sebagai intervensi nonfarmakologis sederhana, aman, dan efektif untuk meningkatkan relaksasi serta menurunkan kecemasan. Tujuan untuk mengetahui efektivitas hand massage dalam menurunkan ansietas pada pasien preoperasi debridement dan drainage dengan anestesi spinal. Pasien yang akan menjalani pembedahan pertama kali menunjukkan ansietas tinggi (skor APAIS 30). Intervensi hand massage diberikan selama 10–15 menit pada fase preoperasi. Tingkat ansietas diukur sebelum dan sesudah tindakan untuk menilai efektivitas intervensi. Setelah intervensi, skor ansietas menurun menjadi 15 (ansietas sedang). Hal ini disebabkan oleh pelepasan hormon endorfin yang memicu relaksasi. Hand massage efektif menurunkan skor ansietas secara signifikan pada pasien preoperasi.

Author Biographies

Stefanus Delfinus Toma, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta

Latar belakang: Ansietas merupakan masalah umum pada pasien preoperasi, termasuk pada tindakan debridement dan drainage dengan anestesi spinal. Data Oktober 2025 menunjukkan bahwa dari 90 tindakan operasi spinal di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, sebagian besar pasien mengalami kegelisahan dan ketakutan. Kondisi ini dapat mengganggu kesiapan pembedahan serta memengaruhi stabilitas fisiologis. Hand massage dipilih sebagai intervensi nonfarmakologis sederhana, aman, dan efektif untuk meningkatkan relaksasi serta menurunkan kecemasan. Tujuan: Mengetahui efektivitas hand massage dalam menurunkan ansietas pada pasien preoperasi debridement dan drainage dengan anestesi spinal. Pengelolaan Kasus: Pasien yang akan menjalani pembedahan pertama kali menunjukkan ansietas tinggi (skor APAIS 30). Intervensi hand massage diberikan selama 10–15 menit pada fase preoperasi. Tingkat ansietas diukur sebelum dan sesudah tindakan untuk menilai efektivitas intervensi. Pembahasan: Setelah intervensi, skor ansietas menurun menjadi 15 (ansietas sedang). Hal ini disebabkan oleh pelepasan hormon endorfin yang memicu relaksasi. Kesimpulan: Hand massage efektif menurunkan skor ansietas secara signifikan pada pasien preoperasi.

Fransisca Winandari, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta

Latar belakang: Ansietas merupakan masalah umum pada pasien preoperasi, termasuk pada tindakan debridement dan drainage dengan anestesi spinal. Data Oktober 2025 menunjukkan bahwa dari 90 tindakan operasi spinal di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, sebagian besar pasien mengalami kegelisahan dan ketakutan. Kondisi ini dapat mengganggu kesiapan pembedahan serta memengaruhi stabilitas fisiologis. Hand massage dipilih sebagai intervensi nonfarmakologis sederhana, aman, dan efektif untuk meningkatkan relaksasi serta menurunkan kecemasan. Tujuan: Mengetahui efektivitas hand massage dalam menurunkan ansietas pada pasien preoperasi debridement dan drainage dengan anestesi spinal. Pengelolaan Kasus: Pasien yang akan menjalani pembedahan pertama kali menunjukkan ansietas tinggi (skor APAIS 30). Intervensi hand massage diberikan selama 10–15 menit pada fase preoperasi. Tingkat ansietas diukur sebelum dan sesudah tindakan untuk menilai efektivitas intervensi. Pembahasan: Setelah intervensi, skor ansietas menurun menjadi 15 (ansietas sedang). Hal ini disebabkan oleh pelepasan hormon endorfin yang memicu relaksasi. Kesimpulan: Hand massage efektif menurunkan skor ansietas secara signifikan pada pasien preoperasi.

Berta Priyantoro, Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta

Latar belakang: Ansietas merupakan masalah umum pada pasien preoperasi, termasuk pada tindakan debridement dan drainage dengan anestesi spinal. Data Oktober 2025 menunjukkan bahwa dari 90 tindakan operasi spinal di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, sebagian besar pasien mengalami kegelisahan dan ketakutan. Kondisi ini dapat mengganggu kesiapan pembedahan serta memengaruhi stabilitas fisiologis. Hand massage dipilih sebagai intervensi nonfarmakologis sederhana, aman, dan efektif untuk meningkatkan relaksasi serta menurunkan kecemasan. Tujuan: Mengetahui efektivitas hand massage dalam menurunkan ansietas pada pasien preoperasi debridement dan drainage dengan anestesi spinal. Pengelolaan Kasus: Pasien yang akan menjalani pembedahan pertama kali menunjukkan ansietas tinggi (skor APAIS 30). Intervensi hand massage diberikan selama 10–15 menit pada fase preoperasi. Tingkat ansietas diukur sebelum dan sesudah tindakan untuk menilai efektivitas intervensi. Pembahasan: Setelah intervensi, skor ansietas menurun menjadi 15 (ansietas sedang). Hal ini disebabkan oleh pelepasan hormon endorfin yang memicu relaksasi. Kesimpulan: Hand massage efektif menurunkan skor ansietas secara signifikan pada pasien preoperasi.

Downloads

Published

2026-02-03

Citation Check