SINERGI DI RUANG GAWAT DARURAT: BAGAIMANA TERAPI OKSIGEN BERPADU DENGAN TEKNIK PERNAPASAN UNTUK MENGATASI ASMA

Authors

  • Santika STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • Isnanto STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • FA Muji Raharjo Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, Indonesia

Abstract

Asma bronkial menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk, mengi, Saat asma mengalami penyempitan jalan napas menjadi sulit, menyebabkan oksigenasi darah terganggu dan kadar SpO2 turun. Dalam beberapa studi intervensi, oksigenasi atau terapi pernapasan meningkatkan SpO2. 5% orang di Indonesia menderita asma, dan 3,5% orang di Yogyakarta. Untuk meningkatkan jumlah napas dan saturasi oksigen pasien asma, terapi oksigen dan, posisi semi-fowler dan pursed lip breathing exercise dapat digunakan. Mampu melakukan analisis kasus dan mengetahui pengaruh terapi oksigen, posisi semi-fowler dan pursed lip breathing exercise untuk menurunkan respiratory rate dan menaikan saturasi oksigen pada pasien asma. Masalah yang muncul An. N usia 10 tahun jenis kelamin perempuan mengeluh sesak nafas, batuk, pilek sejak satu bulan yang lalu. TD 129/86mmHg, nadi 119x/menit, suhu 36.2°C, respiratory rate 36x/menit, saturasi 89%, terdengar suara ronchi dan wheezing. Tindakan keperawatan pada penelitian ini adalah terapi oksigen menggunakan binasal kanul 4lpm, posisi semi-fowler dan pursed lip breathing exercise setiap 5 menit selama 15 menit pasien diminta untuk menarik nafas melewati hidung hitungan 5 detik, tahan 5 detik, buang melalui mulut 5 detik. Terjadi penurunan respiratory rate sebanyak 5 dan kenaikan saturasi oksigen sebanyak 11%. pemberian terapi oksigen, posisi semi fowler dan pursed lipbreathing exercise dapat mnurunkan respiratory rate dan menaikan saturasi oksigen pada pasien asma.

Author Biographies

Santika, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta

Latar belakang: Asma bronkial menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk, mengi, Saat asma mengalami penyempitan jalan napas menjadi sulit, menyebabkan oksigenasi darah terganggu dan kadar SpO2 turun. Dalam beberapa studi intervensi, oksigenasi atau terapi pernapasan meningkatkan SpO2. 5% orang di Indonesia menderita asma, dan 3,5% orang di Yogyakarta. Untuk meningkatkan jumlah napas dan saturasi oksigen pasien asma, terapi oksigen dan, posisi semi-fowler dan pursed lip breathing exercise dapat digunakan. Tujuan: Mampu melakukan analisis kasus dan mengetahui pengaruh terapi oksigen, posisi semi-fowler dan pursed lip breathing exercise untuk menurunkan respiratory rate dan menaikan saturasi oksigen pada pasien asma. Hasil: Masalah yang muncul An. N usia 10 tahun jenis kelamin perempuan mengeluh sesak nafas, batuk, pilek sejak satu bulan yang lalu. TD 129/86mmHg, nadi 119x/menit, suhu 36.2°C, respiratory rate 36x/menit, saturasi 89%, terdengar suara ronchi dan wheezing. Tindakan keperawatan pada penelitian ini adalah terapi oksigen menggunakan binasal kanul 4lpm, posisi semi-fowler dan pursed lip breathing exercise setiap 5 menit selama 15 menit pasien diminta untuk menarik nafas melewati hidung hitungan 5 detik, tahan 5 detik, buang melalui mulut 5 detik. Terjadi penurunan respiratory rate sebanyak 5 dan kenaikan saturasi oksigen sebanyak 11% Kesimpulan: pemberian terapi oksigen, posisi semi fowler dan pursed lip breathing exercise dapat mnurunkan respiratory rate dan menaikan saturasi oksigen pada pasien asma.

Isnanto, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta

Latar belakang: Asma bronkial menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk, mengi, Saat asma mengalami penyempitan jalan napas menjadi sulit, menyebabkan oksigenasi darah terganggu dan kadar SpO2 turun. Dalam beberapa studi intervensi, oksigenasi atau terapi pernapasan meningkatkan SpO2. 5% orang di Indonesia menderita asma, dan 3,5% orang di Yogyakarta. Untuk meningkatkan jumlah napas dan saturasi oksigen pasien asma, terapi oksigen dan, posisi semi-fowler dan pursed lip breathing exercise dapat digunakan. Tujuan: Mampu melakukan analisis kasus dan mengetahui pengaruh terapi oksigen, posisi semi-fowler dan pursed lip breathing exercise untuk menurunkan respiratory rate dan menaikan saturasi oksigen pada pasien asma. Hasil: Masalah yang muncul An. N usia 10 tahun jenis kelamin perempuan mengeluh sesak nafas, batuk, pilek sejak satu bulan yang lalu. TD 129/86mmHg, nadi 119x/menit, suhu 36.2°C, respiratory rate 36x/menit, saturasi 89%, terdengar suara ronchi dan wheezing. Tindakan keperawatan pada penelitian ini adalah terapi oksigen menggunakan binasal kanul 4lpm, posisi semi-fowler dan pursed lip breathing exercise setiap 5 menit selama 15 menit pasien diminta untuk menarik nafas melewati hidung hitungan 5 detik, tahan 5 detik, buang melalui mulut 5 detik. Terjadi penurunan respiratory rate sebanyak 5 dan kenaikan saturasi oksigen sebanyak 11% Kesimpulan: pemberian terapi oksigen, posisi semi fowler dan pursed lip breathing exercise dapat mnurunkan respiratory rate dan menaikan saturasi oksigen pada pasien asma.

FA Muji Raharjo, Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta

Latar belakang: Asma bronkial menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk, mengi, Saat asma mengalami penyempitan jalan napas menjadi sulit, menyebabkan oksigenasi darah terganggu dan kadar SpO2 turun. Dalam beberapa studi intervensi, oksigenasi atau terapi pernapasan meningkatkan SpO2. 5% orang di Indonesia menderita asma, dan 3,5% orang di Yogyakarta. Untuk meningkatkan jumlah napas dan saturasi oksigen pasien asma, terapi oksigen dan, posisi semi-fowler dan pursed lip breathing exercise dapat digunakan. Tujuan: Mampu melakukan analisis kasus dan mengetahui pengaruh terapi oksigen, posisi semi-fowler dan pursed lip breathing exercise untuk menurunkan respiratory rate dan menaikan saturasi oksigen pada pasien asma. Hasil: Masalah yang muncul An. N usia 10 tahun jenis kelamin perempuan mengeluh sesak nafas, batuk, pilek sejak satu bulan yang lalu. TD 129/86mmHg, nadi 119x/menit, suhu 36.2°C, respiratory rate 36x/menit, saturasi 89%, terdengar suara ronchi dan wheezing. Tindakan keperawatan pada penelitian ini adalah terapi oksigen menggunakan binasal kanul 4lpm, posisi semi-fowler dan pursed lip breathing exercise setiap 5 menit selama 15 menit pasien diminta untuk menarik nafas melewati hidung hitungan 5 detik, tahan 5 detik, buang melalui mulut 5 detik. Terjadi penurunan respiratory rate sebanyak 5 dan kenaikan saturasi oksigen sebanyak 11% Kesimpulan: pemberian terapi oksigen, posisi semi fowler dan pursed lip breathing exercise dapat mnurunkan respiratory rate dan menaikan saturasi oksigen pada pasien asma.

Downloads

Published

2026-02-03

Citation Check