NAPAS PENYELAMAT: ANULUM VILOMA DAN POSISI YANG TEPAT MENGATASI SERANGAN ASMA DI RUANG GAWAT DARURAT

Authors

  • Ivana Aria Muninggar STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • Isnanto STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • FA. Muji Raharjo RS Bethesda Yogyakarta, Indonesia

Abstract

Asma ditandai dengan gejala wheezing, sesak napas, dan batuk. Di Yogyakarta, prevalensi asma mencapai 3,5% dengan 1,8% penduduk masih mengalami gejala aktif. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik pernapasan Anulom Viloma dan posisi semi - Fowler dalam meningkatkan saturasi oksigen (SpO ₂ ) dan menurunkan frekuensi napas pada pasien asma. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan melibatkan satu pas ien asma bronkial di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi diberikan selama tiga sesi, masing - masing 15 menit, sebelum terapi kolaboratif nebulizer. Pengumpulan data dilakukan melal ui pengkajian keperawatan, observasi, pengukuran tanda - tanda vital, dan dokumentasi keperawatan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan nilai mean SpO ₂ dari 95% menjadi 97% (2%) serta penurunan frekuensi napas dari 22 menjadi 19 x /menit (3 x /menit). Kesimpulan menunjukkan bahwa kombinasi teknik pernapasan Anulom Viloma dan posisi semi - Fowler efektif dalam meningkatkan oksigenasi dan menormalkan frekuensi napas pada pasien asma. Penelitian selanjutnya disarankan mengombinasikan in tervensi ini dengan terapi pernapasan lain dan durasi yang lebih panjang untuk hasil yang optimal

Downloads

Published

2026-02-03

Citation Check