DUKUNGAN PSIKOSOSIAL: FONDASI KESIAPSIAGAAN REMAJA GANTIWARNO MENGHADAPI MEGATHRUST
Keywords:
dukungan psikososial; kesiapsiagaan bencana; megathrustAbstract
Pendahuluan: Kabupaten Klaten terletak di zona seismik aktif dengan potensi gempa megathrust. Remaja merupakan kelompok rentan yang memerlukan kesiapsiagaan. Dukungan psikososial diduga berperan dalam membentuk kesiapsiagaan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan total sampling (n=32 remaja). Instrumen menggunakan kuesioner dukungan psikososial (12 item) dan kesiapsiagaan (21 item) yang diadopsi dari LIPI-UNESCO. Analisis menggunakan uji Spearman. Hasil: Mayoritas remaja laki-laki (65,6%), usia 18-24 tahun (65,6%), pendidikan SMA (96,9%). Dukungan psikososial kategori kuat (65,6%) dan kesiapsiagaan tinggi (65,6%). Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p=0,356 (p>0,05) dan r=0,169, yang berarti tidak ada hubungan signifikan antara dukungan psikososial dengan kesiapsiagaan remaja. Kesimpulan: Dukungan psikososial berperan penting dalam aspek emosional dan solidaritas sosial remaja, namun belum cukup untuk meningkatkan kesiapsiagaan teknis terhadap bencana megathrust. Saran: Perlu peningkatan program edukasi dan pelatihan kebencanaan yang menyasar remaja secara praktis, seperti simulasi evakuasi dan pembentukan Kelompok Siaga Bencana (KSB) di tingkat desa.
