PENERAPAN ELEVASI KAKI 30 DERAJAT UNTUK PENCEGAHAN HIPOTENSI PADA PASIEN POST URETERORENOSCOPY DENGAN SPINAL ANESTESI DI RECOVERY ROOM INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT: CASE REPORT

Authors

  • Mardita Paskarina RS Bethesda Yogyakarta, Indonesia
  • Dwi Nugroho Heri Saputro Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia

Keywords:

Elevasi Kaki; Pasien Post Operasi; Spinal Anestesi

Abstract

Latar Belakang: Tindakan pembedahan ureterorenoscopy yang dilakukan dengan teknik anestesi memiliki komplikasi yang dapat muncul. Komplikasi yang dapat terjadi saat masa intraoperatif pada tindakan ureterorenoscopy adalah perdarahan dan komplikasi yang disebabkan oleh efek anestesi spinal secara umum yaitu hipotensi, bradikardi, mual dan muntah. Salah satu komplikasi yang dapat mempengaruhi hemodinamik pasien adalah hipotensi. Tujuan: Mengetahui pengaruh intervensi elevasi kaki 30 derajat terhadap pencegahan hipotensi pada pasien post operasi ureterorenoscopy dengan spinal anestesi di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Metode: Metode penelitian ini adalah studi kasus pada pasien post operasi ureterorenoscopy dengan pemberian intervensi elevasi kaki 30 derajat untuk mencegah hipotensi. Hasil: Selisih tekanan darah sebelum diberikan intervensi elevasi kaki 30 derajat setelah dilakukan spinal anestesi didapatkan data pre intervensi pukul 16.58 WIB tekanan darah pasien 132/58 mmHg, pukul 17.01 WIB tekanan darah pasien 98/67 mmHg dan pada akhir intervensi pada pukul 17.22 WIB tekanan darah pasien 129/61 mmHg. Kesimpulan: Teknik elevasi kaki 30 derajat efektif dalam mencegah terjadinya hipotensi, namun hal ini perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan hipotensi dan kondisi yang dialami pasien.

Downloads

Published

2026-08-10

Citation Check