HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI PANTI BINA USIA LANJUT PROVINSI PAPUA
Kata Kunci:
Aktivitas fisik, fungsi kognitif, lansiaAbstrak
Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang sudah berusia 60 tahun ke atas. Dengan bertambahnya usia, fungsi fisiologis semakin menurun yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi kognitif. Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang dapat mencegah gangguan fungsi kognitif pada lansia. Diketahuinya hubungan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia di Panti Bina Usia Lanjut Provinsi Papua. Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah lansia dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang dengan cara minimal sampling. Data diperoleh melalui kuesioner aktivitas fisik Physical Activities Scale for Elderly (PASE) dan fungsi kognitif menggunakan MMSE dan dianalisis menggunakan man whitney U. Aktivitas fisik lansia diperoleh kategori baik 43,3% dan aktifitas fisik kurang 56,7%. Fungsi kognitif pada lansia yaitu 36,7% dengan fungsi kognitif tidak terganggu, 40% dengan fungsi kognitif sedang dan 23,3% dengan fungsi kognitif berat. Hasil uji mann-whitney diperoleh nilai p = 0,003 < 0,05 bahwa ada hubungan yang signifikan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia di panti bina usia lanjut Provinsi Papua. Ada hubungan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia di Panti Bina Usia Lanjut Provinsi Papua.
