GAMBARAN IMPLEMENTASI KOMPRES DINGIN (COLD PACK) TERHADAP NYERI PADA PASIEN TERINTUBASI DENGAN KARSINOMA PARU DI RUANG ICU RS BETHESDA YOGYAKARTA TAHUN 2025 : CASE REPORT
Abstrak
Pengobatan kanker paru dilakukan berdasarkan stadium kanker diantaranya pembedahan. Tindakan pembedahan membutuhkan GA dengan melakukan intubasi ETT untuk mengontrol respirasi dan mempertahankan jalan napas pasien. Efek samping pemasangan ETT yaitu nyeri tenggorokan. Nyeri menimbulkan masalah pada pasien diantaranya yaitu, kesulitan menelan maupun gangguan hemodinamik sehingga perlu ditangani salah satunya dengan tindakan non-farmakologis yaitu kompres dingin (Cold Pack). Kondisi umum pasien dengan kesadaran composmentis terpasang ETT on Ventilator, infus, kateter, NGT, drain, dan keluhan utama nyeri tenggorokan, pasien dengan post torakotomi h+1. Metode penelitian yang digunakan dalam intervensi ini dengan menggunakan pendekatan case report. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan intensitas nyeri tenggorokan pada pasien yang terintubasi dari skala 3 menjadi skala 1, dan perbaikan status hemodinamik dengan hasil TD 106/91 mmhg, Nadi 69x/menit, RR 16x/menit, SPO2 100%. Kompres dingin mempengaruhi impuls serabut saraf A-Beta dan bekerja lebih cepat sehingga menutup “gerbang nyeri” menghambat impuls listrik dari serabut C, sehingga nyeri yang dirasakan dapat berkurang. Setelah diberikan intervensi selama 3 hari didapatkan hasil, kompres dingin (Cold Pack) terbukti menurunkan nyeri tenggorokan pada pasien yang terintubasi ETT. Kompres dingin (Cold Pack) juga terbukti mampu menstabilkan status hemodinamik pasien. Peneliti juga bisa menggunakan alat kompres dingin yang terbaru dan di desain khusun untuk nyeri di sekitar leher.
