DARI LAYAR KE KENYATAAN: INTERVENSI CBT UNTUK MEMUTUS RANTAI KECANDUAN GADGET DI USIA EMAS SEKOLAH

Penulis

  • Santi Syafa Aulia STIKES Wira Husada Yogyakarta, Indonesia
  • Agnes Erida W STIKES Wira Husada Yogyakarta, Indonesia
  • Istichomah STIKES Wira Husada Yogyakarta, Indonesia

Abstrak

Gadget memudahkan transportasi sehari-hari. Di sisi lain, gadget juga bisa membuat ketagihan. Banyak anak yang mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan gadget ketergantungan gadget di Indonesia terus meningkat. Gadget yang terhubung dengan internet memiliki dampak positif dan negatif, untuk mengatasi kecanduan gadget pada anak yaitu salah satunya menggunakan terapi perilaku kognitif cognitive behavior therapy (CBT) adalah salah satu cara mengurangi kecenderungan untuk melakukan perilaku menyimpang pada anak anak. Dengan menekankan fungsi otak dalam berpikir dan bertindak, terapi ini membantu anak mengubah pola pikir dan perilaku mereka.Mengetahui tingkat kecanduan gadget pada anak sebelum dan sesudah diberikan terapi perilaku kognitif. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen one-group pretest-posttest dengan jumlah sampel 33 anak usia sekolah dasar, di SDN Mayangan Sleman Yogyakarta. Instrumen penelitian menggunakan Smartphone Addiction Scale Short Version (SAS-SV). Terdapat 3 sesi untuk melakukan terapi CBT (Cognitive Behavior Therapy) yaitu sesi 1 modifikasi perilaku, sesi II pemanfaatan waktu luang dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan, sesi III Harm Reduction Therapy (HRT) dengan setiap sesi dibutuhkan waktu 45 menit. Metode analisis data menggunakan paired t test. Hasil paired t test menunjukkan bahwa nilai sig < 0,05 (perbedaan rerata sebelum 2.94, setelah 2.39). Intervensi CBT berpengaruh positif dan signifikan terhadap skor kecanduan gawai pada anak usia sekolah (p = 0.000). Penurunan skor kecanduan gadget terjadi setelah diberikan intervensi CBT. Sampel penelitian didominasi jenis kelamin laki-laki (51,5 %), tingkat usia didominasi usia 10-11 tahun (69,7 %), sebanyak (33,3 %) melihat you tube, adapun durasi penggunaan gadget terbanyak adalah 2 jam sebanyak 16 orang (48,5 %). Penurunan signifikan skor kecanduan gadget setelah intervensi CBT selaras dengan prinsip keperawatan jiwa yang menekankan modifikasi perilaku melalui pendekatan terapeutik kognitif perilaku (Stuart, 2019). Perawat mampu menjadi agen perubahan dengan menerapkan CBT untuk mengurangi perilaku adiktif digital pada anak, sebagaimana direkomendasikan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Ackley et al., 2020).Terdapat pengaruh terapi perilaku kognitif terhadap tingkat kecanduan gadget pada anak di SD Negeri Mayangan

Diterbitkan

2026-02-03

Citation Check