HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL DENGAN KUALITAS PERTEMANAN PADA MAHASISWA SARJANA KEPERAWATAN REGULER ANGKATAN 2022 STIKES BETHESDA YAKKUM YOGYAKARTA TAHUN 2025
Kata Kunci:
kesehatan mental; pertemanan; mahasiswa; keperawatanAbstrak
Mahasiswa tidak hanya menghadapi tantangan pemenuhan standar akademik, tetapi juga menghadapi tantangan dalam mempertahankan kesehatan mental. Kesehatan mental yang kurang optimal menyebabkan mahasiswa menarik diri, mengalami hambatan dalam interaksi sosial, serta kesulitan menjalin dan mempertahankan kualitas pertemanan. Kondisi ini berpotensi berdampak pada hubungan sosial dalam perkuliahan dan capaian akademik. Mahasiswa keperawatan di STIKES Bethesda melaporkan pernah mengalami hubungan pertemanan yang tidak sehat, yang berpotensi memperburuk kondisi psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesehatan mental dengan kualitas pertemanan pada mahasiswa STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta tahun 2025. Desain penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional diterapkan dalam penelitian, dengan jumlah responden 87 mahasiswa menggunakan teknik total populasi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan pengolahan data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Penelitian ini menunjukkan hasil p-value 0,081 > 0,05, sehingga disimpulkan tidak ada hubungan antara kesehatan mental dengan kualitas pertemanan pada mahasiswa Sarjana Keperawatan. Kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua,kondisi lingkungan, dan juga faktor sosial ekonomi. Sedangkan kualitas pertemanan dapat dikaitkan dengan faktor keterampilan berkomunikasi, gaya keterikatan teman, pengungkapan diri (self-disclosure) dan lama persahabatan. Faktor-faktor tersebut kemungkinan lebih dominan dalam penelitian ini, sehingga hubungan kesehatan mental dan kualitas pertemanan tidak ditemukan secara spesifik. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian yang lebih spesifik dan dalam skop mahasiswa keperawatan yang lebih luas.
