HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN KUALITAS HIDUP ORANG LANJUT USIA DI KELURAHAN KELOR
Kata Kunci:
Intensitas; Media sosial; Kualitas hidup; LansiaAbstrak
Yogyakarta tercatat sebagai provinsi dengan persentase lansia tertinggi, sebesar 16,28%. Penggunaan sosial media dapat memberikan dampak positif pada lansia dalam berkomunikasi dan memberikan dukungan sosial pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Kelor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 61 lansia dengan menggunakan stratified purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Kuesioner Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIMPS) dan Kuesioner WHOQOL-OLD. Hasil analisis univariat, intensitas penggunaan media sosial, 65,6% responden menggunakan media sosial dengan intensitas sedang dan hasil penelitian kualitas hidup pada lansia, 75,4% responden memiliki kualitas hidup dalam kategori tinggi. Analisis korelasi menunjukkan nilai correlation (r): 0,287 dengan nilai p-value 0,025 (<0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kualitas hidup pada lansia. yang berarti memiliki arah hubungan yang positif (searah) dengan kekuatan lemah. Peneliti selanjutnya meneliti dengan mengambil wilayah penelitian yang lebih luas, sampel lebih banyak, dan rancangan penelitian yang lebih kompleks sehingga didapatkan hasil yang lebih optimal dan dapat digeneralisasi pada wilayah yang lebih luas.
