SELF-EFFICACY MAHASISWA TINGKAT I DALAM MENGHADAPI CYBERBULLYING DI STIKES BETHESDA YAKKUM YOGYAKARTA
Kata Kunci:
cyberbullying; mahasiswa tingkat I; self-efficacy.Abstrak
Mahasiswa merupakan kelompok pengguna media sosial yang sangat aktif, mereka memanfaatkan media sosial untuk membangun relasi pertemanan, membagikan aktivitas melalui foto dan video, serta membentuk citra diri di ruang digital. Tidak semua mahasiswa memiliki literasi digital yang baik dalam menggunakan media sosial secara bijak. Melalui sistem ini, pengguna dapat memberikan tanggapan terhadap unggahan orang lain, baik berupa komentar yang bersifat positif maupun negatif. Salah satu bentuk penyimpangan perilaku yang paling umum terjadi di media sosial adalah cyberbullying yakni tindakan merundung atau menyakiti orang lain melalui saluran digital. Remaja sebagai pengguna aktif media sosial berada dalam posisi yang sangat rentan terhadap risiko ini. Keterbukaan dalam mengakses teknologi dan internet menjadikan mereka sulit untuk menghindari potensi ancaman seperti cyberbullying, yang kini menjadi salah satu isu krusial dalam dinamika interaksi sosial digital. Berdasarkan data yang dirilis dalam UNICEF Annual Report (2019, 2020, 2022), tercatat bahwa sekitar 41% - 50% remaja di Indonesia pernah menjadi korban perundungan di dunia maya, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan bahwa peserta didik di lingkungan sekolah merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap perundungan digital. Temuan lain menunjukan bahwa generasi muda memiliki tingkat paparan yang tinggi terhadap cyberbullying dibandingkan kelompok usia lainnya. Data tersebut menunjukan bahwa masalah perundungan digital masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian khusus.
