PENERAPAN TERAPI MUROTTAL AL QUR’AN TERHADAP RESPON HALUSINASI PENDENGARAN DI RSJD SURAKARTA
Kata Kunci:
Halusinasi pendengaran, terapi murottal Al Qur’anAbstrak
Halusinasi pendengaran merupakan bagian dari gejala positif, menggambarkan kondisi pasien mengalami kesalahan dalam mempersepsikan stimulus dari luar yang berhubungan dengan indera pendengaran. Menurut data pasien Halusinasi di RSJD Surakarta pada bulan Januari 2022 terdapat 3481 kasus. Kondisi tersebut disebabkan rasa tidak nyaman dalam tubuh, hipersaliva dan gejala parkinson. Sehingga akan di terapkan terapi murottal Al Qur’an untuk mengetahui respon halusinasi pada pasien. Tujuan dari studi kasus ini adalah mendeskripsikan bagaimana gambaran implementasi “Penerapan Terapi Murottal Al Qur’an Terhadap Respon Halusinasi Pendengaran Di RSJD Surakarta.” Penelitian ini menggunkan desain metode studi kasus deskriptif, Subjek strudi kasus yang digunakan dengan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi pendengaran. Dalam penelitian ini sampel yang diambil 1 orang dengan kriteria sampel, Instrumen menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) Terapi Morottal Al Qur’an dan Lembar Observasi (Respon Terhadap Halusinasi). Berdasarkan penelitian yang Dilakukan selama tiga hari di dapatkan hasil penelitian respon halusinasi pendengaran. dimana setelah peneliti melakukan penelitian menggunakan terapi murottal respon pasien menjadi lebih tenang, sudah mau berinteraksi dengan pasien yang lain tidak murung lagi setelah dilakukan terapi. Penerapan terapi murottal Al Qur’an efektif mepengaruhi respon halusinasi pendengaran pada pasien dengan halusinasi pendengaran Di RSJD Surakarta.
