UPAYA MENURUNKAN KADAR GULA DARAH DENGAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PASIEN DIABETUS MELITUS TIPE 2

Penulis

  • Nida Faadhila Khairunnisa
  • Budi Punjastuti

Kata Kunci:

Diabetus Melitus, Kadar Gula, Terapi Relaksasi Otot Progresif

Abstrak

Diabetus melitus atau kencing manis adalah penyakit yang tidak menular. Pada penyakit ini pankreas tidak dapat memproduksi insulin dengan maksimal. Menurut data dari RSUD Sleman jumalah pasien diabetus melitus yang menjalani rawat inap pada 2021sebanyak 176 pasien rekam medis (RSUD Sleman,2022).  Terapi relaksasi otot progresif adalah terapi yang dilakukan dengan memfokuskan ketegangan pada otot kemudian otot di relakskan kembali. Selain merelakskan otot terapi ini juga dapat mengurangi stress yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah (Mashudi, 2012).Penanganan untuk mengatasi diabetus melitus dapat dilakukan dengan penanganan penanganan farmakologis seperti pemberian insulin dan pemberian obat oral hypoglikemia. Sedangkan penanganan non farmakologis salah satunya dapat dilakukan dengan terapi relaksasi otot progresif (Trisnawati et al., 2020). Metode deskriptif yang memberikan gambaran atau mendeskripsikan menggunakanteknik pengkajian,pengumpulan data, dan melaporkan hasil dari implementasi yang dilakukan.: setelah dilakukan terapi relaksasi 3 hari dengan frekuensi 2 kali sehari dan durasi 15 menit didapatkan hasil bahwa terjadi penurunan kadar gula darah setelah dilakukan terapi yaitu sebelum dilakukan terapi kadar gula darah pasien adalah 243 mg/dl dan setelah terapi turun menjadi 144 mgdl. Bahwa terapi relaksasi otot progresif mampu menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetus melitus. Diharapkan dapat menjadikanya sebagai edukasi bagi masyarakat tentang cara menurunkan kadar gula darah dengan terapi relaksasi otot progresif secara mandiri dirumah dan diharapkan dapat dijadikan sumber ilmu pengetahuan pagi pendidikan kesehatan tentang terapi relaksasi otot progresif yang merupakan terapi non farmakologi yang digunakan untuk menurunkan kadar gula darah.

Unduhan

Diterbitkan

2022-12-31

Citation Check