PENGARUH PEMBERIAN JUS MENTIMUN TERHADAP KONTROL TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI GRADE SATU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUMUN
Kata Kunci:
Jus Mentimun, Kontrol Tekanan Darah, Hipertensi, LansiaAbstrak
Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu factor resiko terpenting yang dapat mengakibatkan penyakit cerebrovaskuler, gagal jantung congestive, stroke, penyakit jantung koroner dan penyakit ginjal yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas tinggi. Menurut World Health Organicatio, diketahui bahwa penderita hipertensi meningkat dari 940 juta jiwa pada tahun 2019 menjadi 970 juta jiwa pada tahun 2020 dan diperkirakan akan meningkat pada tahun 2025 menjadi 1,5 miliar atau sekitar 29,2% dari total penduduk seluruh dunia, kenaikan kasus Hipertensi banyak terjadi khususnya di Negara berkembang seperti di Indonesia sekitar 80%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian jus mentimun dan mengetahui pengaruh pemberian jus mentimun terhadap control tekanan darah lansia dengan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kumun. Pengumpulan data subjektif dan objektif dilakukan menggunakan metode observasi, metode wawancara, metode pengukuran, standar operasional prosedur pembuatan jus mentimun. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh pemberian jus mentimun terhadap control tekanan darah lansia dengan hipertensi. Dengan hasil uji ststistik dengan menggunakan uji Paired t test untuk menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolic didapatkan p value = 0,000 (p ≤ 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Diharapkan bagi Penderita Hipertensi dapat Melanjutkan terapi menggunakan jus mentimun sebagai pengobatan alternatif yang murah, mudah, dan praktis dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Bagi Peneliti Lain Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai data awal dalam melakukan penelitian selanjutnya dengan menggunakan variabel yang berbeda dan tempat penelitian yang berbeda pula.
