PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CEREBRAL PALSY SPASTIC DIPLEGIA DENGAN NEURO DEVELOPMENTAL TREATMENT

Penulis

  • Sang Ayu Nurmalita Sari Poltekkes Kemenkes Surakarta, Indonesia
  • Yulianto Wahyono Poltekkes Kemenkes Surakarta, Indonesia
  • Nitaya Putri Nur Hidayati Poltekkes Kemenkes Surakarta, Indonesia
  • Afif Ghufroni Poltekkes Kemenkes Surakarta, Indonesia

Kata Kunci:

cerebral palsy spastic diplegia, Neuro Developmental Treatment (NDT), anak

Abstrak

Latar Belakang : masalah utama pada cerebral palsy spastic diplegia adalah anak mengalami kesulitan untuk berdiri dan berjalan, gangguan keseimbangan, gangguan koordinasi, spastisitas pada kedua tungkai, kelemahan otot, dan gangguan pola. Gangguan tersebut mengakibatkan anak mengalami kesulitan saat melakukan aktivitas fungsional. Neuro developmental treatment (NDT) merupakan pendekatan untuk menangani anak dengan kondisi cerebral palsy. Tujuan : untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada kasus cerebral palsy spastic diplegia dengan neuro developmental treatment (NDT). Metode : karya tulis ini menggunakan metode neuro developmental treatment (NDT) dengan dosis terapi 5x terapi dalam 1 minggu selama 1 bulan. Hasil : tidak terdapat penurunan spastisitas pada kedua tungkai yang diukur menggunakan modified ashworth scale dan tidak terdapat peningkatan aktivitas fungsional yang diukur menggunakan GMFCS (gross motor function classification scale). Kesimpulan : neuro developmental treatment (NDT) belum mampu menurunkan spastisitas dan meningkatkan aktivitas fungsional anak.

 

Diterbitkan

2023-07-30

Citation Check