HUBUNGAN SELF COMPASSION DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISA

Penulis

  • Kristianti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • Nimsi Melati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • Ch. Hatri Istiarini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia
  • Indah Prawesti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Self Compassion, Hemodialisis, Kualitas Hidup

Abstrak

Pendahuluan: Pasien tergantung terapi hemodialisis jangka panjang dan pembatasan asupan cairan sehingga sering kehilangan semangat hidup pasien dan mempengaruhi kualitas hidupnya. Fenomena di lokasi penelitian, masih banyak pasien yang mengatakan bahwa enggan untuk mengikuti kegiatan sosial karena lelah, mengalami perubahan fisik, perubahan sosial, lingkungan dan psikologi dan sulit menerima kondisi penyakitnya, takut mati, gelisah, mudah menyerah terhadap penyakit serta tidak melakukan perawatan dengan rutin. Tujuan: Mengetahui hubungan self compassion dengan kualitas hidup pasien hemodialisa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 85 pasien. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji spearman rank secara komputerisasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar self compassion dalam kategori sedang sebanyak 71.8% responden dan Sebagian besar kualitas hidup dalam kategori baik sebanyak 72.9% responden dengan nilai p value sebesar 0.000 (<0.05). Kesimpulan: Ada hubungan self compassion dengan kualitas hidup pasien hemodialisa. Saran: Bagi Peneliti Selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan metode kualitatif sehingga dapat mengungkapakan secara mendalam mengenai self compassion dalam membantu mengatasi permasalahan kualitas hidup dari sudut pandang pasien.

Diterbitkan

2025-02-19

Citation Check