STRATEGI INTEVENSI SHAKER EXERCISE TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSI NERVUS VAGUS PADA PASIEN STROKE DI MASA PANDEMI DI YOGYAKARTA TAHUN 2022
Keywords:
Stoke, Strategy, Shaker exercise, Vagus Nerve, PandemicAbstract
Pendahuluan: Stroke merupakan keadaan dimana terjadi deficit neurologi yang disebabkan karena adanya gangguan pada vaskuler otak. Salah satu defisit neurologi pasien stroke adalah kesulitan mengunyah dan menelan (disfagia). Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi disfagia ialah Shaker Exercise yang menjadikan tulang hyoid dan laring meningkatkan gerakan dan otot-otot suprahyoid di leher lebih kuat. Tujuan Penelitian ini mengetahui Efektifitas Strategi intevensi Shaker Exercise terhadap kemampuan fungsi Nervus Vagus pada Pasien Stroke tahun 2022. Metode: Desain penelitian adalah quasi eksperimental dengan pretest dan posttest dengan Intervensi Shaker Exercise terhadap Kemampuan Fungsi Nervus Vagus pasien Stroke di RS Swasta di Yogyakarta. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, dengan kriteria inklusi Pasien Stroke (hemoragik dan iskemik) yang rawat, kesadaran compos mentis, tekanan darah pada Sistol: 120-150 mmHg dan Diastol: 70-90 mmHg, mengalami gangguan pada Nervus Vagus. Sedangkan kriteri eksklusi; pasien dengan afasia, pasien terpasang Endotracheal Tube (ET), Pasien dengan peningkatan TIK. Analisa bivariat menggunakan Uji beda berpasangan statistic non-parametrik yaitu Uji Wilcoxon. Hasil: mayoritas usia > 55 tahun (84,3%), berjenis kelamin laki-laki (77,1%), Pendidikan Dasar (57,1%), tidak bekerja (61,4%). Hasil Analisa uji beda p=0,000, Regurgitas denyut Respirasi p=0,000, serta nilai Sensasi Digestif p=0,005. Kesimpulan: terdapat perbedaan antara nilai Kemampuan menelan, Regurgitasi denyut respirasi dan Sensasi Digestif sebelum dan sesudah intervensi. Shaker Exercise secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan fungsi Nervus Vagus. Saran: Hasil penelitian ini dapat menjadi acauan dalam menjadi penyusunan Tindakan SOP tentang Shaker Exercise untuk meningkatkan kemampuan Nervus Vagus.
