HUBUNGAN SUBJECTIVE WELL-BEING DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MADUREJO
Kata Kunci:
subjective well-being, Perilaku pencegahan, Diabetes mellitusAbstrak
Penyakit diabetes melitus dapat mengganggu kesehatan fisik dan menyebabkan gangguan psikis seperti depresi, kecemasan yang disebabkan oleh kecacatan fisik, kekhawatiran akan terjadinya komplikasi, kekhawatiran dalam memilih makanan, dan menuntut penderita untuk merubah gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi subjective well-being seseorang, mengidentifikasi perilaku pencegahan komplikasi dan menganalisis hubungan antara subjective well-being dengan perilaku pencegahan komplikasi diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Madurejo. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasi yang melakukan pendekatan cross sectional menggunakan rancangan purposive sampling yang memiliki jumlah sampel sebanyak 69 responden. Pengukuran ini dilakukan menggunakan lembar kuesioner, analisis menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukan 69 responden setengahnya yaitu 36 responden (52,2%) memiliki kesejahteraan subjektif rendah dan perilaku pencegahan komplikasi kurang sebanyak 31 responden (44,9%). Hasil uji spearman rank 0,004 menunjukan p<0,005 maka H1 diterima. Ada hubungan antara subjective well-being dengan perilaku pencegahan komplikasi diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Madurejo.
