HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PENDERITA SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUMUN TAHUN 2022
Kata Kunci:
Pengetahuan, Sikap, Gangguan JiwaAbstrak
Penderita gangguan jiwa sering mendapatkan stigma dan diskriminasi yang lebih besar dari masyarakat disekitarnya dibandingkan individu yang menderita penyakit medis lainnya. Perlakuan ini disebabkan karena ketidaktahuan atau pengertian yang salah dari keluarga atau anggota masyarakat mengenai gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang gangguan jiwa terhadap sikap masyarakat kepada penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Kumun. Penelitian ini adalah non eksperimental bersifat Deskriptif Korelatif. Populasi penelitian adalah masyarakat yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kumun. Sampel penelitian sebanyak 94 masyarakat dengan teknik Random Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Pengujian hipotesis menggunakan uji Kendall Tau. Hasil perhitungan menggunakan program SPSS 17.00 for windows diperoleh nilai koefisien korelasi (τ) sebesar 0,014 dengan nilai signifikansi (p-value) 0,008. Kesimpulan penelitian adalah: pengetahuan responden di wilayah kerja Puskesmas Kumun tentang gangguan jiwa mayoritas adalah termasuk kategori pengetahuan rendah, (2) sikap responden di wilayah kerja Puskesmas Kumun terhadap penderita gangguan jiwa lebih banyak sikap yang Negatif atau tidak mendukung, (3) terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang gangguan jiwa terhadap sikap masyarakat kepada penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Kumun. Semakin baik pengetahuan masyarakat tentang gangguan jiwa, maka semakin positif sikap masyarakat kepada penderita gangguan jiwa.
