Peningkatan Peran Keluarga Sebagai Pengawas Menelan Obat TB Paru Melalui Program Mini School Berbasis Family Centered Empowerment Model

Authors

  • Loriza Sativa Yan Politeknik Kesehatan lKementerian Kesehatan Jambi, Indonesia
  • Syarbaini Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Jambi, Indonesia

Keywords:

Family Centered Emporement Model, Keluarga, Mini School, PMO, TB Paru

Abstract

Ketidakpatuhan terhadap terapi menjadi masalah utama yang sering dihadapi oleh keluarga sebagai pengawas menelan obat pada pasien tuberkulosis (TB). Penguatan peran pengawas ini menjadi kunci keberhasilan pengobatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberdayaan keluarga sebagai pengawas menelan obat dalam mendampingi pasien TB paru melalui program Mini School berbasis Family Centered Empowerment Model. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, edukasi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 30 orang keluarga PMO Tb paru dalam 4 sesi pertemuan tentang pemahaman TB paru, pentingnya minum obat, efek samping obat, pencegahan penularan, pemantauan pengobatan, serta komunikasi dan dukungan psikososial bagi pasien. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan efikasi diri keluarga PMO setelah mengikuti kegiatan mini school selama masa pengobatan, mengenali masalah terkait terapi, serta mendorong kepatuhan pasien hingga pengobatan selesai. Family Centered Empowerment Model melalui Mini School menjadi strategi promotif dan preventif yang dapat memperkuat keterlibatan keluarga dalam pengendalian TB paru di masyarakat.

Downloads

Published

2026-08-27

How to Cite

Yan, L. S., & Syarbaini. (2026). Peningkatan Peran Keluarga Sebagai Pengawas Menelan Obat TB Paru Melalui Program Mini School Berbasis Family Centered Empowerment Model . Arreta: Community Health Service Journal, 2(2), 133–144. Retrieved from https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/arreta/article/view/1310

Citation Check

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.