Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Stunting melalui Pelatihan Terstruktur Antropometri, DDTK dan Penguatan Komunikasi dengan Keluarga Balita
Keywords:
antropometri, kader posyandu, keluarga balita, stuntingAbstract
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya deteksi dini dan intervensi berkelanjutan di tingkat komunitas. Kader posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam pemantauan pertumbuhan dan edukasi keluarga. Namun, perbedaan pemahaman dan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri, deteksi dini tumbuh kembang, serta komunikasi dengan keluarga balita masih menjadi tantangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam deteksi dini stunting melalui pelatihan terstruktur antropometri, deteksi dini tumbuh kembang dan penguatan literasi komunikasi dengan keluarga balita. Metode pelaksanaan menggunakan lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi dan keberlanjutan program. Sasaran kegiatan adalah 25 kader posyandu yang dilaksanakan selama satu bulan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kader yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata pengetahuan dari 65,9 menjadi 80,9. Kader juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam pengukuran antropometri dan deteksi dini tumbuh kembang serta kemampuan komunikasi yang lebih efektif dengan keluarga balita. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan kader melalui pelatihan terstruktur dan penguatan komunikasi berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas deteksi dini stunting dan penguatan peran keluarga dalam pencegahan stunting.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Eltanina Dewi, Joko Santoso, Rista Islamarida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
