Peningkatan Kapasitas Gereja dalam Kesiapsiagaan Bencana Melalui Pemberdayaan Kelompok Rentan: Wanita Hamil dan Menopause di GKJ Pundong
Keywords:
Peningkatan Kapasitas, Kelompok Rentan, Gereja Tangguh Bencana, Menopause, BencanaAbstract
Posisi Kabupaten Bantul di kawasan Ring of Fire menuntut peran aktif lembaga keagamaan seperti GKJ Pundong dalam mitigasi bencana, meski saat ini kapasitas kelembagaannya masih terbatas. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas gereja melalui pemberdayaan kelompok rentan (wanita hamil dan menopause) demi mewujudkan Gereja Tangguh Bencana yang inklusif. Metode yang digunakan meliputi screening kesehatan, edukasi, serta pelatihan pemantauan kesehatan mandiri. Hasil kegiatan mengidentifikasi 60 wanita menopause dan menunjukkan respons positif peserta terhadap gambaran status kesehatan objektif serta peningkatan pemahaman kesiapsiagaan. Peserta berhasil menguasai keterampilan praktis pengukuran tanda-tanda vital sebagai bentuk kesiapan sumber daya manusia dalam kondisi darurat, meskipun pemeriksaan gula darah mandiri masih memerlukan pendampingan. Simpulan, pemberdayaan kelompok rentan efektif meningkatkan kesiapsiagaan awal di lingkup gereja. Namun, pembentukan satuan tugas (satgas) formal dan perluasan kemitraan eksternal menjadi langkah krusial untuk keberlanjutan program di masa depan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Oktalia Damar Prasetyaningrum, Nimsi Melati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
